Channel9.id-Jakarta. Pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bencana Sumatera terus menunjukkan progres signifikan. Ratusan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sempat terdampak kini telah kembali beroperasi, membuat layanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat.
Berdasarkan data Satgas PRR per 17 April 2026, dari total 2.522 Pustu yang terdampak, kini hanya tersisa 12 unit yang masih dalam tahap rehabilitasi.
Pada awal penanganan per 1 Desember 2025, sebanyak 148 Pustu sempat berhenti beroperasi akibat kerusakan parah. Namun, jumlah tersebut terus menurun seiring percepatan perbaikan yang dilakukan.
Pustu yang masih dalam proses penanganan tersebar di Aceh dan Sumatera Utara. Di Aceh, sejumlah lokasi berada di wilayah Aceh Timur, seperti Pustu Blang Seunong hingga Tanjung Tok Blang, dengan progres berupa pembangunan baru dan renovasi.
Sementara di Sumatera Utara, penanganan dilakukan di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, termasuk Pustu Hutabarangan hingga Huraba yang masih dalam tahap pembangunan ulang.
Adapun seluruh Pustu di Sumatera Barat telah kembali beroperasi sepenuhnya.
Tak hanya Pustu, pemulihan fasilitas kesehatan lainnya juga menunjukkan hasil positif. Dari 87 rumah sakit yang terdampak, seluruhnya kini telah kembali beroperasi normal setelah sebelumnya sempat ada 9 rumah sakit yang berhenti beroperasi.
Di tingkat puskesmas, dari 867 unit yang terdampak, seluruhnya juga telah kembali melayani masyarakat.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi percepatan pemulihan tersebut, khususnya peran Kementerian Kesehatan yang turun langsung ke lapangan.
“Saya memberikan apresiasi tinggi karena kurang dari satu bulan semua RSUD sudah operasional 100 persen,” ujar Tito.
Ia menegaskan, pemulihan fasilitas kesehatan hingga level paling bawah menjadi kunci dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat pascabencana.
“Tinggal Pustu yang masih kita selesaikan, ini penting karena untuk layanan kesehatan masyarakat,” tutupnya.
Baca juga: Kasatgas PRR Tito: 12 Daerah Sudah Ajukan Data Huntap, 33 Masih Dikejar





