Channel9.id-Jakarta. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat baru 12 pemerintah daerah yang mengajukan data hunian tetap (huntap) hingga pertengahan April 2026.
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menyebut, dari total 53 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hanya 45 daerah yang memiliki kebutuhan huntap. Dari jumlah tersebut, baru 12 daerah yang telah mengajukan data.
“Sudah masuk 12, berarti masih 33 yang kita kejar lagi dalam waktu seminggu ini,” ujar Tito usai rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, delapan daerah lainnya tidak mengajukan usulan karena tidak ditemukan rumah dengan kategori rusak berat atau hilang.
Tito menegaskan, percepatan pendataan menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan huntap. Pemerintah menargetkan proses pendataan berjalan paralel dengan verifikasi lapangan.
“Pembangunan sangat bergantung dari kecepatan data. Saya kasih deadline sampai hari Rabu depan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, daerah yang lebih cepat menyelesaikan pendataan akan diprioritaskan dalam pembangunan huntap.
“Kalau belum siap, kita bangun duluan daerah yang sudah siap datanya,” katanya.
Untuk mempercepat proses, kepala daerah diminta membentuk tim kecil yang turun langsung ke lapangan guna memverifikasi kondisi rumah penyintas.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan telah mulai melakukan verifikasi dan validasi data dari daerah. Kepala BPS Amalia Adininggar menyebut, data dari 12 kabupaten/kota sudah diterima dan diverifikasi.
Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan kesiapan dalam mendukung pembangunan huntap, baik dari sisi perencanaan maupun sumber daya manusia.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pembangunan akan dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari pembangunan mandiri di lahan aman milik warga hingga pembangunan kawasan hunian baru secara komunal.
Berdasarkan data per 16 April 2026, kebutuhan huntap di tiga provinsi terdampak diproyeksikan mencapai 39.021 unit. Dari jumlah tersebut, 241 unit telah rampung dibangun dan 1.243 unit lainnya masih dalam proses.
Rinciannya, di Aceh sebanyak 104 unit telah selesai dari total 28.876 unit, dengan 395 unit dalam proses. Di Sumatera Utara, 120 unit telah rampung dari total 7.321 unit, dengan 407 unit masih dibangun. Sementara di Sumatera Barat, 17 unit telah selesai dari total 2.824 unit, dengan 441 unit dalam proses pembangunan.
Baca juga: Satgas PRR Genjot Rehabilitasi, 1.301 Hektar Sawah Mulai Produktif Lagi





