Channel9.id-Jakarta. Satgas PRR Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan lahan sawah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga 13 April 2026, sebanyak 1.301 hektare sawah telah berhasil direhabilitasi dari total target 42.702 hektare. Sementara itu, 8.991 hektare lainnya masih dalam proses penanganan.
Upaya ini dilakukan melalui skema revitalisasi lahan agar kembali produktif, sekaligus membantu petani memulihkan sumber penghidupan mereka pascabencana.
Secara rinci, di Aceh terdapat 31.464 hektare lahan terdampak, dengan 42 hektare telah direhabilitasi. Di Sumatera Utara, dari 7.336 hektare, sebanyak 170 hektare sudah dipulihkan. Sementara di Sumatera Barat, capaian paling signifikan dengan 1.089 hektare dari total 3.902 hektare telah kembali produktif.
Selain rehabilitasi lahan, percepatan juga dilakukan melalui pembersihan lumpur di wilayah terdampak. Di Aceh, 480 dari 519 lokasi telah dibersihkan, menyisakan 39 lokasi. Di Sumatera Utara, 20 dari 23 lokasi telah rampung. Sementara di Sumatera Barat, seluruh 29 lokasi terdampak sudah selesai ditangani.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemulihan sawah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga penguatan legalitas lahan.
Menurutnya, pemutakhiran data pertanahan penting dilakukan agar lahan yang kembali produktif memiliki kepastian hukum.
“Perlu ada langkah proaktif untuk menyelesaikan persoalan tanah, batas lahan, sekaligus membantu sertifikat yang hilang,” ujar Tito.
Ia menambahkan, pemerintah daerah diminta aktif berkoordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN setempat dalam proses pendataan ulang lahan warga. Jika terdapat kendala, pemerintah pusat akan turun tangan untuk memastikan proses berjalan cepat dan tepat.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah terdampak bencana.
Baca juga: Satgas PRR Pastikan Bantuan Pascabencana Tepat Sasaran





