Ekbis

Fransetya Hutabarat Resmi Jabat Direktur Keuangan Pertamina Geothermal

Channel9.id, Jakarta. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) pada Selasa, 21 April 2026, menetapkan Fransetya Hasudungan Hutabarat sebagai Direktur Keuangan yang baru. Ia menggantikan Yurizki Rio dalam jajaran direksi perseroan.

Fransetya membawa pengalaman lebih dari dua dekade di bidang keuangan korporasi lintas sektor, mulai dari farmasi, properti, transportasi, hingga energi. Sebelum bergabung dengan PGE, ia menjabat sebagai Director of Finance Sub-Holding Refining & Petrochemical di PT Kilang Pertamina Internasional.

Dalam peran tersebut, ia berkontribusi mendorong perusahaan meraih peringkat investment grade dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings pada 2024 dan 2025.

Ia juga pernah menduduki posisi direktur keuangan di sejumlah perusahaan terbuka. Berbekal rekam jejak tersebut, manajemen PGE meyakini Fransetya mampu melanjutkan strategi bisnis yang telah berjalan sekaligus memperkuat kinerja keuangan perseroan.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyampaikan apresiasi kepada Yurizki Rio atas kontribusinya selama menjabat, khususnya dalam menjaga kinerja keuangan sejalan dengan peta jalan transisi energi perusahaan.

Ahmad Yani menilai kehadiran Fransetya menjadi momentum penting bagi perseroan untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Ia menegaskan PGE akan terus memperluas ekspansi sekaligus menjaga kinerja keuangan yang berkelanjutan.

Sepanjang 2025, PGE mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$432,73 juta dan laba bersih US$137,67 juta. EBITDA naik 1,94 persen secara tahunan menjadi US$330,35 juta dengan margin 76,34 persen, mencerminkan kondisi fundamental yang kuat.

Kinerja tersebut menunjukkan efektivitas strategi bisnis berkelanjutan yang dijalankan perusahaan. Untuk mencapai target kapasitas 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034, PGE kini menggenjot investasi pada proyek-proyek quick win guna meningkatkan kapasitas terpasang dan produksi panas bumi.

Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan anggaran dasar. PGE akan memperluas kegiatan usaha ke bidang pengolahan data, penyediaan infrastruktur komputasi dan hosting, serta penyewaan peralatan pertambangan guna membuka sumber pendapatan baru.

Berikut susunan manajemen PGE per 21 April 2026:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo
Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya
Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah
Komisaris: John Anis
Komisaris: Abdulla Zayed

Direksi
Direktur Utama: Ahmad Yani
Direktur Keuangan: Fransetya Hasudungan Hutabarat
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi
Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17  +    =  18