Tinggalkan Tenda, Warga Lubuk Sidup Mulai Hidup Baru di Huntara
Nasional

Tinggalkan Tenda, Warga Lubuk Sidup Mulai Hidup Baru di Huntara

Channel9.id-Aceh Tamiang. Harapan baru mulai tumbuh di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah hampir lima bulan bertahan di tenda pengungsian, warga terdampak banjir kini mulai menempati hunian sementara (huntara) yang disediakan pemerintah.

Perpindahan ini menjadi titik awal pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Meski belum seluruh unit rampung, sebagian warga telah lebih dulu menata kembali aktivitas sehari-hari di lingkungan yang lebih layak.

Salah seorang warga, Muhammad Fa’i, mengaku baru sekitar satu minggu menempati huntara. Ia merasakan perbedaan signifikan dibandingkan saat tinggal di tenda pengungsian.

“Jauh lebih nyaman di sini, area lebih luas dan pemandangan juga indah,” ujarnya.

Meski demikian, Fa’i sempat menghadapi kendala berupa kebocoran atap di awal masa hunian. Namun, perbaikan cepat dari pemerintah membuat kondisi rumah kembali layak ditempati. Ia juga berharap adanya tambahan fasilitas peneduh karena kondisi siang hari yang cukup panas.

Huntara di kawasan tersebut disiapkan untuk 163 kepala keluarga (KK). Saat ini, sekitar separuh warga telah menempati unit masing-masing, sementara sisanya masih menunggu penyelesaian pembangunan dan fasilitas pendukung.

Warga lainnya, Anwar, turut mengungkapkan rasa syukurnya setelah akhirnya bisa meninggalkan tenda pengungsian.

“Terima kasih kepada pemerintah telah memberi huntara ini,” katanya.

Menurutnya, kondisi hunian sementara jauh lebih baik, terutama dari sisi kenyamanan dan ruang bagi keluarga untuk beraktivitas.

Seiring mulai ditempatinya huntara, kehidupan warga Lubuk Sidup perlahan kembali normal, meski sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyempurnaan. Kehadiran hunian ini menjadi simbol awal kebangkitan masyarakat setelah bencana yang sempat melumpuhkan aktivitas mereka.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera per 29 April 2026, sebanyak 18.505 unit huntara telah selesai dibangun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Capaian tersebut setara dengan 91 persen dari target total 20.267 unit yang direncanakan.

Baca juga: Satgas PRR Percepat Huntara, Buka Data Baru Penerima DTH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +    =  5