Nasional

Meski Terdampak Bencana, Aktivitas Belajar di Sumatera Tetap Berjalan

Channel9.id, Jakarta. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan kegiatan belajar mengajar di ribuan sekolah terdampak bencana hidrometeorologi tetap berjalan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hingga 8 Mei 2026, tercatat sebanyak 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Meski mengalami kerusakan, seluruh sekolah tetap menjalankan pembelajaran dengan capaian 100 persen, baik di sekolah asal, kelas darurat, tenda pendidikan, maupun lokasi belajar sementara.

Revitalisasi Sekolah Terus Dipercepat

Satgas PRR juga terus mempercepat pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan terdampak. Sebanyak 3.002 sekolah kini telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp2,86 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.792 sekolah telah menerima penyaluran dana tahap pertama dengan total nilai Rp1,9 triliun.

Aceh menjadi wilayah dengan jumlah revitalisasi terbesar. Sebanyak 2.012 sekolah direhabilitasi dengan dukungan anggaran Rp1,98 triliun. Sementara itu, revitalisasi di Sumatera Utara mencakup 658 sekolah dengan anggaran Rp600,9 miliar dan Sumatera Barat sebanyak 332 sekolah dengan dana Rp281,7 miliar.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menegaskan sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam pemulihan pascabencana.

“Kerusakan fasilitas pendidikan memang cukup besar. Karena itu pembangunan dan rehabilitasi terus dipercepat agar sekolah bisa segera kembali digunakan,” ujar Amran.

Libatkan TNI untuk Percepat Pembangunan

Satgas PRR mempercepat revitalisasi sekolah melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama TNI Angkatan Darat.

Sebanyak 2.606 sekolah direhabilitasi melalui mekanisme swakelola. Sementara 267 sekolah dengan kategori rusak berat dan relokasi ditangani melalui kerja sama dengan TNI AD.

Menurut Amran, proses pembangunan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan. Tahapan pekerjaan dimulai dari pembersihan area terdampak hingga pembangunan ulang untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat.

“Untuk sekolah rusak berat tentu membutuhkan pembangunan baru sehingga belum bisa langsung digunakan. Karena itu beberapa sekolah sementara direlokasi agar kegiatan belajar tetap berjalan,” katanya.

Satgas PRR memastikan percepatan revitalisasi fasilitas pendidikan terus dilakukan agar siswa di wilayah terdampak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Pemerintah juga menargetkan pemulihan sektor pendidikan berjalan seiring dengan percepatan rehabilitasi infrastruktur dasar lainnya di wilayah terdampak bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20  +    =  21