Channel9.id – Jakarta. Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan tetap menjadi negara demokrasi di tengah berbagai program transformasi yang sedang dijalankan pemerintah.
Dalam pernyataannya yang dimuat Majalah The Economist, Rabu (10/6/2026), Prabowo menyebut dirinya memperoleh mandat melalui pemilihan umum yang berlangsung secara demokratis. Ia menilai legitimasi pemerintahan harus dibangun melalui kepercayaan rakyat serta penghormatan terhadap kehendak publik.
“Izinkan saya menyatakan dengan jelas: Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil,” ujar Prabowo, dikutip Kamis (11/6/2026).
Prabowo mengatakan demokrasi merupakan sistem terbaik meskipun tidak sempurna. Menurut dia, pemerintah juga perlu membuka ruang bagi kritik sebagai bagian dari proses demokrasi.
Ia menyatakan setiap kritik terhadap pemerintah akan dipelajari dan dipertimbangkan berdasarkan fakta serta kondisi yang dihadapi masyarakat. Sikap tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi.
“Saya menyambut kritik. Saya selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah yang saya pimpin dan menimbangnya berdasarkan fakta, serta realitas yang dihadapi rakyat biasa,” kata Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo menilai penerapan demokrasi harus disesuaikan dengan kondisi dan budaya Indonesia. Ia mengatakan stabilitas dibutuhkan agar Indonesia dapat mencapai target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Kami percaya demokrasi harus menghasilkan stabilitas, dan kemajuan, bukan kelumpuhan,” ucapnya.
Menurut Prabowo, Indonesia perlu mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen per tahun untuk mencapai status negara maju. Karena itu, pemerintah menjalankan sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hilirisasi industri, serta pembentukan Danantara.
“Kita tidak akan sampai ke sana dengan terus melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Dalam kondisi Indonesia, puas dengan status quo berarti stagnasi. Dan itu bukan jalan yang kami pilih,” ucapnya.
Prabowo mengakui bahwa transformasi nasional yang sedang berlangsung tidak akan berjalan sempurna. Namun, lanjutnya, pemerintah berkomitmen menjawab berbagai kritik melalui capaian yang dapat diukur oleh masyarakat.
“Perjalanan Indonesia tidak sempurna dan tidak akan sempurna. Sejarah mengajarkan, tidak ada transformasi nasional besar yang berjalan sempurna. Namun kami bertekad agar negara ini tidak lagi didefinisikan oleh keraguan, ketergantungan, atau kinerjanya yang di bawah potensi,” ujar Prabowo.
“Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil nyata yang dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun,” pungkasnya.
HT





