Channel9.id, Kuala Lumpur – Di tengah meningkatnya berbagai konflik bersenjata di sejumlah kawasan dunia, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina masih menjadi pekerjaan rumah kemanusiaan yang belum terselesaikan.
Pesan tersebut disampaikannya dalam forum internasional The 3rd International Summit of Religious Leaders 2026 yang mempertemukan para pemimpin agama, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat dari 31 negara di Kuala Lumpur, Malaysia yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada 12 hingga 13 Juni 2026.
Di hadapan sekitar 1.500 peserta, Muzani menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina bukan hanya didorong oleh solidaritas politik, tetapi juga berakar pada sejarah dan amanat konstitusi bangsa Indonesia.
“Palestina adalah satu-satunya peserta Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung yang sampai hari ini belum merdeka. Karena itu, bagi bangsa Indonesia, kemerdekaan Palestina merupakan utang sejarah yang harus terus diperjuangkan,” kata Muzani dalam pidatonya.
Forum yang mengangkat tema “Religious Leaders and Youth: Advancing Coexistence and Social Harmony” tersebut menjadi ruang dialog bagi para pemimpin agama dunia untuk mencari solusi atas meningkatnya konflik, intoleransi, dan polarisasi sosial yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Dalam pidatonya, Muzani menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat dalam Pembukaan UUD 1945.
Menurutnya, konstitusi Indonesia secara tegas menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan segala bentuk penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan.
Karena itu, Indonesia akan terus konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional bangsa.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian para peserta forum yang berasal dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan negara.
Mengajak Dunia Mengakhiri Perang
Selain menyinggung isu Palestina, Muzani juga menggunakan forum tersebut untuk menyerukan penghentian berbagai konflik yang masih berlangsung di Eropa, Timur Tengah, dan kawasan Teluk Persia.
Ia menilai perang selalu meninggalkan dampak kemanusiaan yang sangat besar, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia.
“Perang menghancurkan sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, serta berbagai fasilitas sipil lainnya. Tidak ada perang yang benar-benar menghadirkan kemenangan bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Menurut Muzani, komunitas internasional perlu memperkuat upaya diplomasi dan dialog lintas negara untuk mencegah konflik terus meluas.
Ukhuwah Islamiyah yang Inklusif
Dalam kesempatan itu, Ketua MPR juga menekankan pentingnya memahami ukhuwah Islamiyah sebagai sarana membangun perdamaian dan kerja sama, bukan alat untuk menciptakan eksklusivisme.
Ia menegaskan bahwa persaudaraan sesama umat Islam harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap keberagaman agama, budaya, dan tradisi masyarakat.
“Ukhuwah Islamiyah tidak boleh menjadi ancaman bagi keyakinan yang berbeda dan tidak boleh menghilangkan adat istiadat suatu bangsa. Justru ukhuwah harus memperkuat persatuan dan harmoni sosial,” katanya.
Bagi Muzani, semangat persaudaraan yang inklusif menjadi salah satu kunci untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Pertemuan Tokoh Dunia
The 3rd International Summit of Religious Leaders 2026 merupakan salah satu forum lintas agama terbesar di kawasan Asia. Acara ini dihadiri sekitar 1.500 peserta dari 31 negara dan mempertemukan pemimpin pemerintahan, pimpinan organisasi Islam dunia, tokoh agama lintas keyakinan, serta akademisi internasional.
Pembukaan forum diresmikan oleh Sultan Perak, Sultan Nazrin Muizzuddin Shah, dan menghadirkan pidato kunci dari Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim.
Sejumlah tokoh internasional yang hadir antara lain Sekretaris Jenderal Muslim World League Sheikh Dr. Mohammad bin Abdulkarim Al-Issa, Menteri Urusan Islam Maladewa Dr. Ahmed Shaheem Ali Saeed, Presiden Australian National Imams Council Sheikh Shad Kamel Al-Suleiman, serta sejumlah pemimpin agama dari Jepang, India, Amerika Serikat, dan negara-negara lainnya.
Dari Indonesia, selain Ahmad Muzani, hadir pula Wakil Ketua Umum MUI KH M. Cholil Nafis dan perwakilan Daarul Qur’an Indonesia.
Melalui forum tersebut, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang konsisten mendorong dialog antaragama, perdamaian dunia, serta perjuangan bagi kemerdekaan Palestina.





