Nasional

Mahfud Minta Prabowo Buka-bukaan soal Pihak yang Bayar Demo

Channel9.id – Yogyakarta. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membeberkan identitas pihak-pihak yang disebutnya mendanai aksi demonstrasi.

Menurutnya, jika memang pemerintah mengetahui informasi tersebut, maka sebaiknya Prabowo menyampaikan secara terang-terangan kepada publik.

“Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar,” kata Mahfud di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DIY, Kamis (25/6/2026).

“Harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini, BEM ini dibayar ini, ini yang bayar kan gitu,” imbuhnya.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 itu mengatakan Prabowo seharusnya dapat menyampaikan bukti dan pihak yang dimaksud secara terbuka apabila ada tudingan demonstrasi digerakkan oleh pihak tertentu dengan imbalan uang. Menurutnya, keterbukaan diperlukan agar publik memahami persoalan yang sebenarnya.

“Kayak mahasiswa kan jelas, ini salahnya di sini lho pemerintah disebut, pemerintahnya disebut, kebijakannya. Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar, terus siapa yang mau diperbaiki di tengah kita? Kalau mahasiswa jelas kan kalau kritik pemerintah nyebut kasusnya, MBG, korupsinya sekian, ini sekian, ini ini, kan disebut, ini pelakunya, kan gitu, ini institusinya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud menyayangkan kasus mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang mengaku menerima uang Rp20 juta terkait aksi beberapa waktu lalu.

Ia menilai praktik semacam itu memang bukan hal baru dalam dinamika gerakan mahasiswa. Namun, ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam aksi yang didorong oleh imbalan tertentu tetap menjadi sesuatu yang patut disesalkan.

“Ya sangat menyedihkan ya kalau sampai mahasiswa mau dibayar untuk itu. Meskipun di setiap waktu itu selalu ada kelompok-kelompok kecil mahasiswa yang keluar dari arus utama perjuangan tuh sejak dulu ada,” katanya.

Ia mencontohkan pada masa lalu terdapat individu yang berperan ganda sebagai aktivis sekaligus informan yang memperoleh bayaran.

“Dulu banyak intel-intel tuh mahasiswa, merangkap intel, merangkap jadi aktivis. Dan baru cair lagi hubungan kami sesudah Orde Baru runtuh, lalu kita, oh kamu dulu intel, iya dulu saya intel dibayar dan sebagainya. Sekarang orang yang dibayar tuh ada buzzer kan? Kemudian ada aktivis mahasiswa seperti yang terjadi di Jakarta di UBK itu. Tapi itu arus kecil, arus kecil dan mudah ketahuan juga kan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku tahu pihak-pihak yang mendanai aksi demonstrasi di berbagai wilayah di Indonesia. Ia pun memberikan peringatan kepada para penyandang dana tersebut.

“Hati-hati loh, saya kasih peringatkan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo. Gue tahu itu,” ujar Prabowo dalam pidato acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Prabowo tak membeberkan identitas pihak-pihak yang dimaksud itu. Namun, ia menyebut orang-orang yang dibayar Rp200.000 untuk melakukan aksi demonstrasi sebenarnya tidak mengetahui tujuan dan maksud demo tersebut.

“Ditanya anak-anak demo, (mereka yang berdemo tapi dibayar) enggak ngerti. ‘Mau demo apa ya? ‘Em… em… Kami dibayar Rp200.000.’ Gitu ya,” kata Prabowo, menirukan pengakuan demonstran bayaran yang dia maksud.

Ia pun meminta masyarakat untuk mendukung pemerintah layaknya suporter tim sepak bola yang mendukung kesebelasannya. Sebab, kata dia, Indonesia saat ini tengah bersaing dengan negara-negara lain.

“Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara, harusnya bangsa ini kompak, kalau ada yang kurang temannya, kurang, tim kita lagi kurang bagus ya tetap di-support. Nanti begitu selesai pertandingan baru dikoreksi,” ucapnya.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2  +  2  =