Hukum

Pengurus Karang Taruna Desa Tamelang Ngaku Diculik usai Suarakan Aspirasi Peluang Kerja

Channel9.id – Jakarta. Karang Taruna Kabupaten Karawang melaporkan dugaan penculikan, penyekapan, penganiayaan, dan pengeroyokan yang dialami pengurus Karang Taruna Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, Hendro alias Kodok, ke Polres Karawang pada Kamis (25/6/2026). Laporan tersebut diajukan setelah korban mengaku mengalami serangkaian tindak kekerasan usai aktif menyuarakan aspirasi masyarakat terkait peluang kerja di lingkungan perusahaan.

“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penculikan, penyekapan, dan penganiayaan yang dialami pengurus Karang Taruna Desa Tamelang. Kasus ini harus dibuka seterang-terangnya kepada publik,” ujar Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dhani Sudirman.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula ketika sejumlah orang yang tidak dikenalnya mendatangi dan memaksanya masuk ke dalam sebuah mobil. Selama perjalanan, korban mengaku mengalami intimidasi dengan wajah ditutup menggunakan baju dan matanya dilakban sehingga tidak dapat melihat lokasi tujuan.

“Korban menyampaikan bahwa dirinya mengalami kekerasan fisik dan intimidasi selama berada di lokasi tersebut,” ungkap Dhani.

Korban mengaku setibanya di lokasi yang tidak dikenalnya, dirinya mengalami pemukulan, tendangan, dan cambukan menggunakan selang serta mendapat tekanan dan ancaman. Ia juga menyatakan sempat mendengar suara letusan yang diduga berasal dari senjata api sebelum akhirnya ditinggalkan di bawah jembatan dengan tangan masih terborgol dan mata tertutup.

Karang Taruna Kabupaten Karawang menyatakan aktivitas yang dilakukan korban sebelumnya berkaitan dengan upaya membuka ruang dialog antara masyarakat dan pihak perusahaan mengenai peluang kerja bagi warga sekitar. Menurut Dhani, langkah tersebut merupakan bagian dari fungsi sosial organisasi kepemudaan yang sah dan dilindungi hukum.

“Teman-teman Karang Taruna hanya mengajak berdialog dan bermusyawarah soal peluang kerja. Tidak ada yang salah dengan itu. Justru sangat disayangkan apabila ada pihak yang merespons dengan cara-cara kekerasan,” katanya.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6  +  3  =