Nasional

Survei Puspoll: Publik Masih Puas pada Prabowo, Namun Kian Pesimistis

Channel9.id, Jakarta. Mayoritas masyarakat masih puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Namun, tekanan ekonomi yang dirasakan rumah tangga mulai menggerus optimisme publik terhadap masa depan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Temuan tersebut terungkap dalam Survei Nasional Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia) yang berlangsung pada 18–26 Mei 2026. Survei mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 64,8 persen. Meski masih berada di level mayoritas, angka tersebut turun dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 67,7 persen.

Penurunan yang lebih signifikan justru terjadi pada tingkat keyakinan masyarakat terhadap arah pemerintahan. Jika pada Agustus 2025 sebanyak 80,4 persen responden yakin pemerintahan Prabowo–Gibran akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, kini angkanya merosot menjadi 53,2 persen.

Sebaliknya, jumlah masyarakat yang pesimistis meningkat hampir tiga kali lipat. Sebanyak 43,1 persen responden kini menyatakan tidak yakin terhadap masa depan pemerintahan, naik dari 15,8 persen pada survei sebelumnya.

Survei juga menunjukkan hanya 51,7 persen masyarakat yang menilai Indonesia saat ini berjalan ke arah yang benar, sementara 34 persen berpendapat sebaliknya.

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Chamad Hojin menilai perbedaan antara tingkat kepuasan terhadap Presiden dan turunnya optimisme publik menjadi temuan paling penting dalam survei kali ini.

“Pemerintah belum berada dalam krisis legitimasi karena kepuasan terhadap Presiden masih berada pada tingkat mayoritas. Namun, masyarakat mulai kehilangan keyakinan bahwa keadaan akan segera membaik. Ini merupakan tekanan terhadap legitimasi berbasis kinerja yang perlu dijawab dengan hasil kebijakan yang nyata, bukan sekadar penguatan narasi komunikasi,” kata Chamad di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu memandang hasil survei tersebut sebagai peringatan dini sekaligus momentum untuk melakukan koreksi kebijakan sebelum tekanan ekonomi berkembang menjadi ketidakpuasan politik yang lebih luas.

Tekanan Ekonomi Jadi Faktor Utama

Survei Puspoll menunjukkan kondisi ekonomi rumah tangga menjadi faktor dominan yang memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah.

Sebanyak 41,9 persen responden menyebut mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai persoalan utama yang mereka hadapi saat ini. Sementara itu, 74,1 persen responden mengaku mencari pekerjaan kini sulit atau bahkan sangat sulit.

Tekanan ekonomi juga tercermin dari meningkatnya persepsi masyarakat terhadap daya beli. Sebanyak 42,1 persen responden menilai harga kebutuhan pokok semakin tidak terjangkau dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini melonjak dari 28,7 persen pada Agustus 2025 atau naik 13,4 poin dalam sembilan bulan terakhir.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa meski tingkat kepuasan terhadap Presiden masih relatif tinggi, memburuknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi mulai memengaruhi keyakinan mereka terhadap arah pemerintahan ke depan.

Bagi Puspoll Indonesia, kondisi ini menjadi sinyal bahwa keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan harga kebutuhan pokok, dan memperluas lapangan kerja akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan publik menjelang dinamika politik menuju 2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  38  =  42