Channel9.id – Jakarta. Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengkritik mentalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menurutnya belum ada perubahan signifikan.
“Mentalitas sumber daya manusianya nggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi,” kata Rifqi dalam rapat kerja bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Politikus Partai Nasdem itu juga menyorot ASN yang kerap dipandang sebagai profesi yang berada dalam zona nyamannya. Menurutnya, kinerja ASN di Indonesia tidak kompetitif ketimbang pegawai swasta.
“Coba kita pikirin deh di swasta orang bisa kompetitif kok pegawai Negeri ASN enggak bisa kompetitif,” ucapnya.
Karenanya, ia menyatakan Komisi II akan merevisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Salah satu yang akan diatur adalah sistem kepegawaian yang akan menambah mekanisme target kinerja.
“Kita ke depan mungkin perlu meningkatkan sedikit key performa indicator (KPI) kepada seluruh birokrasi kita, ASN kita, apakah itu pegawai negeri sipil, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian khusus,” kata Rifqi.
Nantinya, RUU ASN akan mengatur indikator untuk memberhentikan ASN yang tidak memenuhi target kinerjanya.
“Jadi orang bekerja itu memang pakai KPI, bagus kita pertahankan, nggak bagus ya out. Nah, ini yang sekarang jadi beban kita di daerah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rifqi juga menyinggung besarnya beban anggaran daerah untuk gaji pegawai. kondisi itu, menurut dia, berpotensi mengurangi anggaran untuk pelayanan kebutuhan masyarakat lainnya.
“Kalau kita pertahankan terus, kita memanusiakan para ASN, termasuk PPPK di dalamnya, tapi pada sisi yang lain kita sedang zalim dengan rakyat yang lebih membutuhkan. Sekolah nggak bisa diperbaiki, kesehatan nggak bisa diurus, jalan rusak nggak bisa kita apa-apain,” tuturnya.
HT





