Channel9.id-Jakarta. Kabar gembira bagi para penggemar Marapthon, live streaming non stop yang disiarkan di channel Youtube Reza Arap, kini diangkat ke film layar lebar dengan judul ‘Harusnya Horror’. Adapun, youtuber, musisi, sekaligus selebgram kondang Reza Oktovian atau yang dikenal sebagai Reza Arap kini punya titel baru, yakni sebagai seorang sutradara film layar lebar Indonesia berjudul ‘Harusnya Horror’.
Film ini diperankan oleh Reza Arap sendiri bersama mendiang Lula Lahfah, dan AAAClan yang berisi Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Arianto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe).
Setelah live streaming non stop nya (Marapthon) ramai dibicarakan oleh banyak orang karena keseruannya, Reza Arap melebarkan sayapnya ke dunia sinema. ‘Harusnya Horror’ menandai debutnya sebagai seorang sutradara. Ia pun menjelaskan perasaannya saat pertama kali dipercaya sebagai sutradara oleh sebuah rumah produksi.
“Gini, just blatantly honest. Aku enggak punya basic, enggak punya ilmu sebagai sutradara,” tuturnya dalam konferensi pers yang dihelat di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Karenanya, ia tak menyangka mendapat kepercayaan dari EssJay Pictures untuk duduk di kursi sutradara. “Ya awal kaget, awal kaget. Tapi saya diberikan kebebasan yang sebebas-bebasnya untuk men-direct dan juga untuk treatment dari filmnya. Even itu dari shot, dari cerita, dari cara nge-direct-nya juga. It’s an honor for me. Hopefully ini bisa jadi ngasih warna baru sih,” ucapnya.
Tak hanya menceritakan perasaannya, ia pun juga mengapresiasi temannya, Tepe. Namun uniknya apresiasi ini bukan sekedar apresiasi bisanya, melainkan apresiasi khas pertemanan mereka.
Pada saat ditanya mengenai cerita apa yang mau disampaikan lewat debut penyutradaraan, Reza Arap tidak langsung menjawab tentang dirinya, melainkan ia memberi jawaban out of topic dengan sengaja.
“Kalau kalau cerita itu, Tepe itu, scene-nya itu, shot-shot-nya, ceritanya itu, Tepe itu bener-bener berat banget. Aktingnya sangat-sangat bagus banget. Dia bener-bener all out untuk di Harusnya Horror. Dan sisanya tentang persahabatan yang pasti. Dan kalau dijelasin itu akan spoiler,” kata Reza Arap.
Lebih lanjut, Reza Arap menerangkan tentang film tersebut. ” Tapi kalau kalian udah nonton, itu akan relate dari segi script, dari segi dialog, dari semuanya. Semuanya jadi, it’s just crazy. jadi ditonton aja sih nanti,” terangnya.
Reza Arap mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan film tersebut. Salah satu yang disebut secara khusus, adalah graphic designer.
“Gue mau ngucapin terima kasih banyak buat semua teman-teman, kreator-kreator, atau graphic designer yang udah.. Waktu itu kan gue bilang ‘Ayo masukin Tepe ke poster’ kita bikin challenge masukin Tepe ke poster, mereka antusiasnya sangat-sangat tinggi,” bebernya.
Reza Arap juga mengakui bahwa dampak para desainer grafis ini sangatlah besar dan kreatif.
“Mereka bikin poster yang di mana isinya ada Tepe sendiri, ada Tepe gantung di kepala saya, ada yang saya dicukur. Iya, itu namanya sebuah kreativitas yang kurang ajar, tapi kita sangat-sangat apresiasi itu. Dan impact-nya sangat-sangat besar juga. Terima kasih banyak juga buat semua yang udah ikutan untuk masuk ke poster challenge,” paparnya antusias.
Harapan Reza Arap, Tempat Spesial untuk Mendiang Lula Lahfah
Beberapa waktu lalu kabar sedih tentang kepergian kekasih Reza Arap, Lula Lahfah, juga mengguncang Indonesia. Mendiang juga bermain peran juga dalam film ini, dan sang sutradara menyampaikan perasaan dan harapannya.
“Oh ya, menurutku sejatinya ada. Ada spot sendiri di mana dia tuh selalu ada di sini, dan gue percaya gitu. Gue pengen ngasih spot sendiri di mana ini karya beliau juga. Dan gue berharap nanti di setiap bioskop juga ada spot tersendiri juga untuk almarhumah gitu sih,” ujarnya.
Film ‘Harusnya Horror’ mengisahkan tentang mati penasaran gara-gara tak sempat nonton ending anime favorit adalah nasib buruk seorang setan wibu penakut yang tidak menyeramkan bagi manusia. Agar diizinkan menonton episode terakhir itu, ia diberi tugas mustahil oleh akhirat yaitu mengganggu 100 ribu manusia agar takut padanya.
Di sisi lain, ada grup content creator yang sedang kesulitan bertemu dengan sang setan wibu. Benar saja, mereka tidak takut pada sang setan dan malah menjadikannya talent untuk konten mereka.
Setelah grup content creator dan setan wibu itu meraih popularitas, setan wibu terbelenggu antara menonton ending anime atau menyelamatkan teman-teman content creator yang sudah menjadi tempat nyaman untuknya.
Film ‘Harusnya Horror’ siap tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 20 Agustus 2026 mendatang.
Kontrobutor: Akhmad Sekhu





