Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Mendagri Imbau Pemda Terdampak Tingkatkan Kewaspadaan
Nasional

Mendagri Minta Pemda Siaga Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau

Channel9.id-Jakarta. Mendagri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkatkan kewaspadaan. Pemda diminta memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan layanan publik dengan kondisi daerah masing-masing.

Hal itu disampaikan Tito dalam konferensi pers terkait keberlangsungan layanan pemerintah dan pendidikan di wilayah terdampak pascaerupsi Gunung Anak Krakatau secara daring dari Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Tito menyebut sebaran abu vulkanik berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan. Ia meminta Pemda menyiapkan respons jika dampak erupsi meningkat.

“Beberapa daerah memang sudah menyampaikan mengenai (kondisi) tingkat provinsi kepada kabupaten/kota masing-masing untuk meningkatkan kewaspadaan. Meskipun tentu kita hindari kepanikan masyarakat,” kata Tito.

Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau menjaga kesehatan, khususnya sistem pernapasan dan mata, dengan menggunakan masker serta pelindung mata bila diperlukan. Pemda diminta membantu membagikan masker kepada masyarakat.

Untuk transportasi lokal, Tito meminta penanganannya disesuaikan dengan kondisi lapangan. Hal serupa berlaku untuk kegiatan belajar mengajar. Jika situasi memungkinkan, pembelajaran dapat tetap berlangsung di dalam kelas, sementara kegiatan di luar ruangan disesuaikan dengan perkembangan kondisi.

“Kita berharap tidak terjadi eskalasi, artinya situasi memburuk,” ujarnya.

Tito juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan otoritas terkait serta tidak mudah terpengaruh informasi dari sumber yang tidak jelas.

Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pandeglang Berlakukan PJJ untuk PAUD hingga SMP

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  4  =  11