Channel9.id – Jakarta. Korban kebakaran yang melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar, di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00-07.00 WIB, terus bertambah. Hingga Minggu (2/8/2026) pukul 21.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 236 orang.
Berdasarkan data Polresta Sumenep dan Kantor SAR Surabaya itu, sebanyak 231 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.
“Update Evakuasi pukul 21.00 WIB, selamat 231 orang, meninggal dunia 5 orang, total 236 orang,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit dalam keterangan tertulisnya, Minggu malam.
Sebelumnya, Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026).
Berdasarkan dokumen manifes resmi, kapal dengan rute Surabaya–Makassar tersebut secara keseluruhan mengangkut sebanyak 271 orang. Rinciannya, sebanyak 232 orang penumpang, anak buah kapal (ABK) 26 orang, dan ABK tambahan 13 orang.
Insiden terbakarnya kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) ini diperkirakan berawal saat armada berada di perairan utara Madura sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Informasi awal kebakaran kapal diterima petugas siaga Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB.
Pada pukul 08.30 WIB, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal. Koordinasi berlanjut pada pukul 09.00 WIB antara Pos SAR Sumenep dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget.
Hasil komunikasi SROP dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.
“Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit dalam keterangannya.
Mengingat adanya selisih antara total manifes (271 orang) dan jumlah korban yang baru berhasil dievakuasi, tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud, serta TNI AL terus memperluas radius penyisiran di perairan utara Pulau Sapudi dan sekitarnya.
“Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran, pendataan, dan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan. Data ini masih bersifat dinamis dan terus kami perbarui sesuai perkembangan operasi SAR di lapangan,” tegas Ipda Ardan, Minggu (2/8/2026).
HT





