Nasional

Prabowo Ungkap Pesan Ben Mboi dan Cak Noer soal Kepemimpinan

Channel9.id – Jakarta. Presiden Prabowo Subianto mengungkap dua prinsip yang menjadi pegangannya dalam memahami kepemimpinan, yakni mencintai rakyat dan bekerja agar masyarakat kecil memiliki harapan. Prinsip tersebut, menurut Prabowo, ia pelajari dari dua tokoh yang pernah dikenalnya, yakni mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur Ben Mboi dan mantan Gubernur Jawa Timur Raden Panji Mohammad Noer atau Cak Noer.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran buku Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri sekaligus perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (7/8/2026). Ia menyebut Ben Mboi sebagai salah satu tokoh yang memberikan pelajaran penting mengenai arti kepemimpinan.

“Menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit. Ingat dua hal beliau sampaikan ke saya. Love your people, cintai rakyatmu. Gunakan akal sehat,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kecintaan kepada rakyat dan akal sehat perlu menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pemerintah. Ia menilai sejumlah kebijakan yang diarahkan untuk kepentingan masyarakat merupakan bentuk penerapan prinsip tersebut.

“Jadi kebijakan itu akal sehat. Kebijakan hilirisasi, kebijakan swasembada pangan, semua itu akal sehat,” katanya.

Selain Ben Mboi, Prabowo menyebut Cak Noer sebagai tokoh yang turut memengaruhi pandangannya mengenai tugas seorang pemimpin. Prabowo mengatakan pesan yang disampaikan Cak Noer beberapa bulan sebelum meninggal dunia menekankan pentingnya bekerja untuk meningkatkan kehidupan masyarakat kecil.

“Cak Noer, berapa bulan sebelum meninggal, beliau cerita sama saya. ‘Prabowo, tugas pemimpin itu sebetulnya sederhana.’ Bekerja,” tutur Prabowo.

Prabowo kemudian mengutip ungkapan Jawa yang menurutnya menggambarkan tujuan seorang pemimpin, yakni yen wong cilik iso gemuyu atau jika rakyat kecil bisa tersenyum. Ia mengaitkan ungkapan tersebut dengan upaya pemerintah memberikan kehidupan yang lebih baik kepada kelompok masyarakat yang paling lemah.

“Pemimpin bekerja agar orang yang paling lemah, orang yang kecil, orang yang paling miskin bisa senyum, bisa ketawa,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kemampuan masyarakat yang berada dalam kondisi sulit untuk tersenyum menunjukkan mulai tumbuhnya harapan. Karena itu, ia menilai kerja kepemimpinan harus diarahkan untuk memberikan harapan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

“Artinya, kalau orang yang sangat lemah, sangat tidak berdaya, bisa senyum dan ketawa, dia mulai punya harapan. Kita bekerja memberi harapan kepada rakyat kita yang paling tidak berdaya,” ucapnya.

Prabowo mengatakan prinsip mencintai rakyat dan menggunakan akal sehat menjadi pegangan dalam menjalankan pemerintahan. Ia meyakini keputusan yang didasarkan pada kedua prinsip tersebut dapat menjaga pemerintah tetap berada pada jalur yang benar.

“Manakala keputusan yang kita ambil adalah didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset. Hasilnya akan cepat kelihatan,” ujar Prabowo.

Ia juga menilai kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan keberanian dan kecerdasan. Menurut Prabowo, kedua hal tersebut perlu disertai nilai kebajikan dan empati agar keberanian dalam mengambil keputusan tetap berpihak kepada masyarakat.

“Keberanian harus juga ditopang oleh nilai kebaikan, nilai kebajikan, nilai-nilai empati,” katanya.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  69  =  70