Nasional

Kemendagri Gandeng Pandawara Group Kampanyekan Gerakan Indonesia ASRI

channel9id – jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggandeng Pandawara Group untuk mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI).

Pandawara Group dikenal sebagai kelompok pemuda asal Bandung, Jawa Barat, yang aktif membersihkan sampah di sungai, selokan, hingga pantai sekaligus mengedukasi masyarakat melalui media sosial.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Adwil) Kemendagri Safrizal ZA mengatakan Gerakan Indonesia ASRI merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi kebersihan lingkungan di sejumlah daerah.

Menurutnya, persoalan kebersihan masih terlihat dari sampah yang berserakan hingga pemasangan spanduk yang tidak tertata, terutama di kawasan wisata.

Atas kondisi tersebut, Presiden menginstruksikan para menteri terkait, termasuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri), untuk menggerakkan Gerakan Indonesia ASRI dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Jadi, gerakan ini yang kemudian kita gunakan untuk membersihkan lingkungan. Bukan saja jangan buang sampah sembarangan, tetapi yang daerah-daerah yang kotor, kita bikin gerakan massal dengan semua masyarakat, dengan agen-agen lingkungan, dengan LSM-LSM. Ayo kita bersihkan,” kata Safrizal saat menjadi narasumber Talkshow Gerakan Indonesia ASRI di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Kemendagri Soroti 3 Persoalan Sampah

Safrizal menyebut ada tiga aspek yang perlu menjadi perhatian dalam menangani persoalan sampah. Ketiganya yakni jumlah sampah, manajemen pengelolaan sampah, dan budaya masyarakat dalam membuang sampah.

Dia menyebut Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah sampah per tahun terbanyak kelima di dunia.

Dalam konteks tersebut, Safrizal mengapresiasi aksi Pandawara Group yang aktif mengedukasi masyarakat agar lebih bijak mengelola sampah. Salah satunya dengan mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, laut, maupun saluran air.

“Jangan buang sampah ke sungai, jangan buang sampah ke laut, jangan buang sampah ke got, jangan buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Menurut Safrizal, penanganan sampah juga harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Untuk daerah yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar, seperti DKI Jakarta dan Bekasi, pemerintah menginisiasi program waste-to-energy untuk mengolah sampah menjadi energi.

Selain itu, pengurangan timbulan sampah dapat dilakukan melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Masyarakat didorong mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah menjadi produk baru.

“Jadi, sudah ada programnya, sudah banyak anak-anak muda yang inovator-inovator, yang bergerak di bidang ini, yang penting getok tularkan ke semua tempat, supaya sampah berkurang,” ujarnya.

Pandawara Ingin Punya Fasilitas Pengolahan Sampah

Pendiri Pandawara Group Muchamad Ikhsan Destian menceritakan kelompoknya didirikan oleh lima pemuda yang tergerak setelah melihat banjir di Bandung Selatan.

Banjir tersebut tidak hanya membawa air, tetapi juga sampah akibat masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke sungai.

Kondisi itu mendorong mereka melakukan kerja bakti membersihkan sungai sekaligus membuat konten untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita misalkan melihat secara fungsi [sungai] itu sangat-sangat membantu kita sebagai manusia. Dan di momen itu kita memutuskan untuk membuat fungsi, kita melakukan kerja bakti. Cuma saat itu kita memutuskan untuk mencoba apa ya, membuat konten sekalian dari kegiatan kerja bakti ini,” tutur Ikhsan.

Sementara itu, co-founder Pandawara Group Muhammad Rifqi Sadulloh mengungkapkan pihaknya memiliki cita-cita membangun fasilitas pengolahan sampah sendiri.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat sampah yang dikumpulkan dari sungai dan lokasi lainnya tidak sekadar dibersihkan, tetapi juga diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

“Kita itu ingin, gimana caranya, si sampah-sampah yang ada di sungai itu kita daur ulang menjadi value baru,” tandasnya.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

59  +    =  65