Channel9.id – Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadikan pendataan dan keterlibatan alumni sebagai salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan posisi universitas dalam pemeringkatan perguruan tinggi nasional maupun internasional. Data alumni dinilai berkaitan dengan kebutuhan pemeringkatan dan akreditasi perguruan tinggi.
Hal itu disampaikan Direktur Inovasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ Murti Kusuma Wirasti dalam acara Employer Meeting UNJ dan Ikatan Alumni (IKA) UNJ di Novotel Pulo Mas, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026).
Murti mengatakan keterlibatan alumni diperlukan karena sejumlah pemeringkatan dan kebutuhan akreditasi perguruan tinggi menggunakan data serta masukan dari alumni. Karena itu, UNJ perlu memastikan data alumni dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
“Apa yang ingin dicapai oleh UNJ di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya adalah bagaimana UNJ bisa terperingkat, baik nasional maupun internasional. Tapi kenapa sih harus melibatkan alumni? Jadi, kampus-kampus yang lain sudah melakukan. Jadi ini kaitannya dengan bagaimana pemeringkatan dan juga untuk kebutuhan akreditasi,” kata Murti.
Menurut Murti, saat awal menjabat pada akhir 2024, UNJ pernah berada pada posisi yang dinilainya masih rendah dalam pemeringkatan perguruan tinggi. Salah satu persoalan yang ditemukan saat itu berkaitan dengan belum tersedianya data alumni UNJ di WikiData.
“Jadi peringkat (UNJ) kalau di perguruan tinggi di Jakarta saja itu nomor 13. Nah salah satu yang menjadi poin pentingnya, yang menjadi analisis, itu adalah belum adanya alumni ada di wiki data,” tuturnya.
Murti menjelaskan, pendataan alumni tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan internal universitas. Data tersebut juga menjadi bagian dari upaya UNJ meningkatkan keterhubungan dengan sistem pemeringkatan perguruan tinggi yang dilakukan lembaga internasional.
Ia mengatakan salah satu lembaga pemeringkatan yang melakukan survei kepada berbagai pihak, termasuk alumni, adalah Quacquarelli Symonds (QS). Dalam konteks tersebut, UNJ akan mengirimkan data yang diperlukan kepada lembaga pemeringkatan untuk mendukung proses survei.
“Nah, pemeringkatan itu selalu melakukan survei, baik secara langsung mengirimkan survei ke Bapak Ibu yang nanti akan kami kirimkan datanya ke pemeringkatan-pemeringkatan internasional, yaitu QS. Jadi bukan kami yang melakukan survei, tapi mereka yang melakukan survei,” jelas Murti.
Menurutnya, keterlibatan alumni dalam survei tersebut dapat membantu meningkatkan visibilitas UNJ. Alumni juga dinilai memiliki peran dalam memperkenalkan institusi melalui partisipasi mereka dalam proses pemeringkatan.
“Tapi kami beranggapan bahwa ketika survei itu diberikan kepada alumni, paling tidak nama UNJ akan dipilih,” jelas Murti.
Upaya memperkuat keterlibatan alumni tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Employer Meeting yang mempertemukan pimpinan UNJ dengan alumni pemberi kerja dari berbagai sektor. Selain berkaitan dengan pemeringkatan, pertemuan itu juga membahas penyelarasan kurikulum, evaluasi kompetensi alumni, serta pengembangan kerja sama magang dan penyerapan lulusan.
Program tersebut merupakan bagian dari Program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University), yang menjadi salah satu upaya UNJ untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong pengakuan di tingkat global.
Baca juga: IKA UNJ Dorong Pendataan Alumni Pemberi Kerja untuk Buka Peluang Kerja Lulusan
HT




