Channel9.id, Jakarta. Program Keluarga Harapan (PKH) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dirasakan manfaatnya langsung oleh Susana, warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, bersama keluarganya. PKH membantu memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya, sementara MBG memberi Susana kesempatan bekerja dan menambah penghasilan keluarga.
Hal itu disampaikan Susana usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Susana menjadi salah satu penerima manfaat yang diundang dalam agenda tersebut untuk menyampaikan pengalaman terkait program perlindungan sosial pemerintah.
Susana mengatakan, bantuan PKH sangat membantu memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya, mulai dari membeli seragam hingga sepatu. “Alhamdulillah, sangat terbantu banget. Anak-anak jadi bikin semangat buat sekolahnya, bikin semangat belajarnya. Karena uangnya saya gunakan buat beli seragam, buat beli sepatu. Jadi nggak pusing lagi kalau anak-anak bajunya kusam, bukunya habis,” ujar Susana.
Menurut Susana, PKH merupakan bantuan pemerintah yang salah satunya digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah. Selain itu, terdapat bantuan untuk memenuhi kebutuhan dapur, seperti beras, minyak goreng, dan telur.
Ia menyebut bantuan untuk kebutuhan tersebut diterima setiap tiga bulan sekali sebesar Rp600 ribu. Sementara besaran PKH bergantung pada kondisi anak dan jenjang pendidikannya. Saat ini, anak Susana yang duduk di bangku SMA telah lulus. Ia masih memiliki anak yang duduk di bangku SMP dan SD.
Di samping menerima bantuan pemerintah, Susana juga tetap bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Pada pagi hari, ia menjahit kain perca milik orang lain dengan upah Rp700 per kilogram. Siang harinya, ia bekerja di dapur MBG.
“Kalau suami saya buruh bangunan. Kalau saya paginya ngejahit punya orang. Saya cuma upah ngejahit kain perca, yang per kilo Rp700. Cuma siangnya saya kerja di MBG,” kata Susana.
Menurut Susana, penghasilan dari pekerjaannya di MBG tidak selalu sama setiap bulan. Ia mengaku sempat mengalami kondisi ketika kegiatan MBG terhenti sementara karena sekolah libur dan dana belum turun. “Per bulan nggak tentu ya. Kemarin juga anak sekolah tiga minggu libur. Baru juga masuk, dananya belum turun dari pemerintah. Akhirnya libur lagi,” ujarnya.
Meski demikian, Susana menilai program MBG tetap memberikan manfaat karena membuka kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. “Sangat membantu program MBG juga buat saya,” katanya.
Bagi Susana, manfaat kedua program tersebut dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. PKH membantu meringankan kebutuhan pendidikan anak-anaknya, sementara pekerjaan di dapur MBG memberinya kesempatan untuk turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Susana kemudian menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program-program pemerintah yang menurutnya telah membantu keluarganya. “Buat Pak Presiden, alhamdulillah saya ucapin terima kasih banyak atas program-program Bapak selama ini. Seperti PKH, MBG, itu sangat membantu buat keluarga saya,” ujar Susana.
Susana berharap program-program tersebut dapat terus berjalan, semakin maju, dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. “Terima kasih ya, Pak. Semoga makin maju ke depannya acara ini. Tepat sasaran juga buat orang-orang yang nggak mampu seperti saya,” katanya.
Tak lupa, Susana turut menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo yang sudah menjadi pemimpin terbaik untuk negara Indonesia. “Saya ucapin lagi terima kasih. Semoga Pak Presiden makin maju, is the best buat Bapak!” tutup Susana.




