Channel9.id – Tangerang. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan Indonesia Timur memiliki peran penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, potensi sumber daya alam dan masyarakat di kawasan tersebut perlu dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan.
Hal itu disampaikan Ribka saat memberikan keynote speech pada National Building Conference 2026 di Gedung Dome Harvest, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Ribka mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk mencapai Indonesia Emas 2045, salah satunya bonus demografi dengan jumlah penduduk sekitar 286 juta jiwa. Namun, besarnya jumlah penduduk usia produktif harus dikelola agar menjadi kekuatan pembangunan.
“Kita sedang ada dalam bonus demografi. Artinya usia produktif jumlah persentasenya cukup tinggi dibanding dengan umur di bawah 15 tahun dan di atas 60 tahun. Kita sedang Indonesia sudah memiliki bonus demografi. Ini betul-betul harus kita pastikan diri menjadi produktif,” ujar Ribka.
Menurutnya, pengelolaan bonus demografi membutuhkan peran pemerintah dan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program prioritas nasional dalam Asta Cita juga perlu didukung agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan melalui pemanfaatan lahan pertanian dan lumbung pangan, pembangunan infrastruktur, pembangunan sekolah terintegrasi, hingga upaya menurunkan angka kemiskinan.
“Justru kita harus berterima kasih pada Pak Presiden yang ingin memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat. Malah pemerintah daerah harus lebih giat supaya program ini sampai berjalan tadi. Ini sebenarnya program yang sangat baik,” jelasnya.
Dalam pembangunan Indonesia Timur, Ribka turut menyoroti pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan sehingga membutuhkan dukungan masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak.
Ribka juga menekankan pentingnya meningkatkan daya saing masyarakat, khususnya di Indonesia Timur. Peningkatan kualitas masyarakat dinilai penting untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan menekan kemiskinan.
“Karena kantong-kantong kemiskinan di Indonesia cukup banyak ya, kita mengharapkan kesejahteraan,” katanya.
Ribka menegaskan pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut perlu didukung penerapan prinsip good governance, mulai dari partisipasi, transparansi, responsivitas, supremasi hukum, akuntabilitas, hingga profesionalisme dan integritas.
Baca juga: Wamendagri: Karakter dan Kompetensi Jadi Kunci Lahirkan Pemimpin Indonesia Emas 2045




