Ekbis

624 Penerbangan Tertunda, Soekarno-Hatta Siapkan Bus Gratis untuk Penumpang

Channel9.id, Jakarta – Penumpang yang terdampak gangguan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, mendapat sejumlah opsi perjalanan alternatif setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional penerbangan.

Pengelola bandara menyediakan bus gratis menuju sejumlah kota di Pulau Jawa, membagikan makanan dan minuman, serta menyiapkan tempat istirahat sementara bagi penumpang yang terdampak.

Langkah tersebut dilakukan setelah 624 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami penundaan akibat sebaran abu vulkanik. Gangguan itu berdampak pada sekitar 75.236 penumpang, baik untuk penerbangan domestik, internasional, maupun layanan kargo.

Asisten Deputi Komunikasi dan Hukum Bandara, Yudistiawan, mengatakan dari total penerbangan yang tertunda, 461 merupakan penerbangan domestik, 156 penerbangan internasional, dan tujuh layanan kargo.

“Keputusan ini diambil dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujar Yudistiawan.

Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di Terminal 1, 2, dan 3, pengelola bandara menyediakan armada bus tanpa biaya bagi penumpang yang memilih melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.

Bus tersebut melayani sejumlah kota besar di Pulau Jawa, yakni Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.

Keberangkatan bus dijadwalkan pada pukul 14.00 dan 18.00 WIB dari titik penjemputan yang telah ditentukan di masing-masing terminal.

Fasilitas ini menjadi salah satu langkah antisipasi agar penumpang yang memiliki kebutuhan perjalanan mendesak tetap memiliki alternatif setelah penerbangan mereka terganggu.

Pengelola bandara juga menyiapkan dukungan bagi penumpang yang harus menunggu kepastian penerbangan.

Makanan dan minuman gratis dibagikan kepada penumpang terdampak. Selain itu, ruang istirahat karyawan di Terminal 3 dialihfungsikan sementara menjadi area istirahat penumpang.

Area tersebut dilengkapi 60 tempat tidur untuk membantu penumpang yang harus bermalam atau menunggu dalam waktu yang belum dapat dipastikan.

Gangguan penerbangan terjadi setelah AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Air Missions (NOTAM) terkait perpanjangan penutupan sementara wilayah udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penutupan tersebut berlaku hingga pukul 23.59 WIB pada Senin (7/9).

Dengan kondisi tersebut, jadwal penerbangan belum dapat dipastikan sampai situasi dinyatakan aman.

Yudistiawan mengatakan maskapai telah menyampaikan informasi kepada calon penumpang masing-masing. Garuda Indonesia, misalnya, telah mengumumkan penghentian operasi pada hari tersebut.

Ia mengimbau penumpang tidak hanya mengandalkan informasi dari bandara, tetapi terus memantau pemberitahuan langsung dari maskapai.

Penumpang Diminta Jangan Datang ke Bandara

Di tengah ketidakpastian jadwal penerbangan, pihak Bandara Soekarno-Hatta meminta calon penumpang tidak datang ke bandara terlebih dahulu sampai ada pengumuman resmi bahwa operasional kembali normal.

“Kami sangat mengimbau seluruh calon penumpang untuk memantau informasi resmi melalui maskapai masing-masing dan saluran komunikasi bandara,” kata Yudistiawan.

Penumpang juga disarankan tetap berada di rumah hingga kondisi penerbangan dinyatakan aman dan operasional bandara kembali normal.

Gangguan ini menunjukkan bahwa dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di sekitar kawasan gunung api, tetapi juga merembet ke salah satu simpul transportasi udara terpenting di kawasan Jakarta Raya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4  +  6  =