Channel9.id – Jakarta. Pemerintah Malaysia masih menunggu konfirmasi dari Indonesia terkait penggunaan aset Malaysia untuk membantu menangani kebakaran hutan yang memicu kabut asap lintas batas.
Dikutip dari Free Malaysia Today, Jumat (11/9/2026), Menteri Komunikasi Malaysia yang juga juru bicara pemerintah, Fahmi Fadzil, mengatakan daftar aset yang dapat dikerahkan untuk membantu Indonesia telah disampaikan melalui Badan Pengelola Bencana Negara (Nadma) dan Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra).
Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai bentuk kerja sama yang akan dilakukan, termasuk penggunaan aset Malaysia untuk membantu pemadaman kebakaran.
“Badan Nasional Pengelolaan Bencana (Nadma) dan Kementerian Luar Negeri (Wisma Putra) telah menyampaikan kepada Kabinet bahwa daftar aset yang mampu kita sediakan untuk membantu negara tetangga telah disampaikan,” kata Fahmi dalam konferensi pers usa rapat Kabinet, Kamis (10/9/2026).
“Tetapi hingga sekarang, belum ada konfirmasi mengenai bentuk kerja sama apa pun untuk menggunakan aset dari Malaysia guna membantu memadamkan kebakaran dan sebagainya,” imbuhnya.
Menurut Fahmi, informasi mengenai daftar aset tersebut telah disampaikan kepada pemerintah Indonesia. Malaysia kini menunggu tanggapan lebih lanjut mengenai kebutuhan dan mekanisme pengerahan bantuan.
Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan mekanisme ASEAN yang selama ini digunakan untuk menangani masalah kabut asap lintas batas perlu diperbaiki.
Anwar menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari para menteri terkait di tingkat ASEAN karena kabut asap dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat, terutama anak-anak dan bayi.
HT




