Channel9.id-Jakarta. Membintangi sebuah film atau serial tentu butuh profesionalisme. Demikian dengan aktor Maxime Bouttier yang kembali membitangi sebuah serial Tanah Air. Dalam WeTV original web series berjudul ‘Tante Sonya’, itu dirinya berlakon sebagai Ben, seorang lelaki yang dikisahkan menyukai perempuan dengan umur lebih tua.
Maxime membagikan pandangannya terkait beberapa hal tentang serial dan karakter yang ia mainkan.
“Jadi Tante Sonya ini simpel banget. Sebenarnya ini adalah romansa kantor yang ada perbedaan usia antara Sonya dan Ben,” ucap Maxime dalam acara seru-seruan berjudul “An After Office Date with Maxime Bouttier”, Kamis (24/9/2026).
Lebih lanjut, Maxime juga mengapresiasi cerita dari serial tersebut dan menjelaskan alasannya.
“Opening dari Tante Sonya ini memang lumayan menarik. Soalnya Ben lagi dikondisi yang sangat terpuruk dan dibantu oleh Sonya,” terangnya.
Maxime menceritakan tentang bagaimana Sonya membuat Ben jatuh cinta.
“Dia membantu Ben untuk berubah pikiran di saat-saat terakhir. Sebenarnya dia ada momen yang kayak benar-benar ‘Aku muak banget sama hidup ini’. Sonya tiba-tiba datang dan bilang ‘Kamu enggak perlu melakukan hal itu’. Dari situ Ben langsung jatuh cinta sama Sonya,” kata Ben.
Namun setelah menaruh hati pada wanita yang lebih tua darinya, Ben tidak melihat Sonya dalam waktu yang lama. Ketika dirinya bertemu kembali dengan si ‘Tante’, ia merasa ada perbedaan drastis yang membuatnya penasaran.
“Tapi setelah itu gak pernah ketemu lagi selama 8 tahun. Pas ketemu Tante Sonya, kayak ‘Kok dia berubah banget, kayaknya beda, kayaknya ada sesuatu deh’. Jadi dia berusaha untuk masuk ke kantornya Sonya, melihat apa sih yang terjadi. Dia menginfiltrasi kehidupan kerjanya Sonya, dari situ percikan cinta mulai muncul,” tutur Maxime.
Selain menceritakan tentang karakter Ben, Maxime juga miliki penilaian tentang hal menarik lainnya dari serial WeTV itu. Salah satu yang ia sebutkan adalah hubungan dengan perbedaan umur di tahun 2025 dan 2026.
“Mungkin ini relate banget buat banyak orang sekarang. Age gap itu sekarang kayaknya udah gak ada artinya,” tutur Maxime.
Maxime juga menambahkan terkait hubungan dengan perbedaan usia yang bisa menjadi alasan sebuah perasaan insecure.
“Insecurity itu ada di laki-laki atau di perempuan, kayak merasa age gap itu insecurity kayak ‘Apa aku baik buat seorang yang lebih muda daripada aku’ atau misalnya yang lebih muda ke tua juga,” ucap Maxime.
Adapun, Executive Producer and Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, menyebut Catatan Harian Tante Sonya adalah intelectual property dari dekade 1990-an yang ikonis. Kali pertama ditawari pihak Rapi Films, ia langsung tertarik.
“Kami langsung tertarik karena ceritanya unik, tentang perempuan. Majority of audience kami perempuan, tapi ini perempuannya perempuan paruh baya, sudah berusia. Kami juga melihat perempuan yang sudah berusia biasanya insecure,” tegas Febriamy Hutapea.
Insecure yang dimaksud misalnya, merasa tidak layak lagi untuk dicintai, ragu karena usia yang meninggi, dan faktor trauma masa lalu.
Serial Tante Sonya menyuarakan bahwa perempuan, berapa pun usianya berhak mendapat kesempatan dan cinta.
“Di serial ini nanti penonton bisa melihat bahwa perempuan boleh dicintai lagi. Perempuan paruh baya, perempuan yang sudah dianggap lewat waktunya, layak dicintai untuk merasa bahagia lagi dan diperjuangkan pria yang lebih muda,” pungkasnya.
Kontributor: Akhmad Sekhu




