Uncategorized

Tinjau Banjir Bandang Solok, Wamendagri Bima Arya Pastikan Bantuan Alat Berat dan Personel

channel9.id – Solok. Wamendagri Bima Arya Sugiarto turun langsung meninjau Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi Banjir Bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (1/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Bima memastikan kebutuhan penanganan tanggap darurat—terutama kebutuhan pengerjaan fisik, alat berat, hingga personel tambahan—akan difasilitasi melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait seperti BNPB.

“Kesiapsiagaan Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan jajaran ini sungguh luar biasa. Kami melihat langkah-langkah taktis di lapangan sudah dilakukan,” puji Bima usai melihat kondisi lapangan.

Bima mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Solok telah memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat selama tujuh hari ke depan. Hal ini dinilai tepat mengingat pemulihan pascabencana membutuhkan pengerjaan fisik dan normalisasi sungai yang ekstra.

“Sekilas kami lihat di lapangan memang masih memerlukan banyak sekali kerja-kerja fisik untuk normalisasi. Kami pastikan apakah alat berat dan personel cukup, serta sejauh mana BNPB mengalokasikan sumber dayanya,” ujar mantan Wali Kota Bogor tersebut.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Bima meminta Pemkab Solok mulai memetakan langkah mitigasi jangka panjang. Ia mendorong dikajinya masukan para pakar, termasuk opsi relokasi atau penataan ulang sejumlah fasilitas kantor pemerintahan yang ikut diterjang banjir.

Ia menekankan agar pelayanan publik dan pengamanan dokumen penting warga tidak boleh lumpuh akibat musibah ini.

Di sisi lain, Bima juga menyoroti pentingnya pengoptimalan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) agar anggaran pusat benar-benar langsung berdampak pada pemulihan ekonomi masyarakat Solok yang terdampak bencana.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Solok yang dipaparkan Bupati Solok Jon Firman Pandu, banjir bandang sempat menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, dan berdampak pada 570 jiwa.

Saat ini, mayoritas pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, masih ada empat kepala keluarga (KK) yang terpaksa bertahan di pengungsian akibat rumah mereka rusak berat.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6  +  4  =