Politik

Survei CELIOS: 55 Persen Pemilih Prabowo Enggan Memilihnya Kembali

Channel9.id – Jakarta. Lembaga penelitian Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan memaparkan hasil evaluasi dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, sebanyak 55 persen responden memilih Prabowo pada pemilihan sebelumnya menyatakan tidak akan memilih Prabowo kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Adapun pengumpulan data survei berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.122 responden. Penelitian melibatkan kelompok ahli dan masyarakat umum, dengan metode pengambilan sampel yang berbeda.

“Jadi jika ada pilpres mendatang, 55 persen itu bilang bahwa tidak akan memilih kembali Prabowo, dan 27 persen yang menjawab akan memilih kembali. Sisanya 19 persen tidak tahu,” kata Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira dalam peluncuran Rapor Dua Tahun Prabowo-Gibran secara virtual, Minggu (11/10/2026).

Bhima memaparkan, melemahnya dukungan tersebut sejalan dengan rendahnya skor evaluasi kinerja pemerintah. Berdasarkan expert judgement dari para ahli, kinerja Prabowo hanya mendapatkan skor 2,8 dari skala 10, sementara dari masyarakat umum berada di angka 4,6.

Kemudian, dari 129 ahli yang memberikan penilaian terhadap kapasitas kepemimpinan serta komunikasi publik presiden, sebanyak 71 persen menilai kapasitas kepemimpinan Prabowo tidak memadai.

Selain itu, CELIOS juga mencatat sebanyak 75 persen responden mengaku stres dengan kebijakan pemerintah selama dua tahun kepemimpinan Prabowo. Sebanyak 67 persen responden juga menyatakan stres dengan perilaku Ketua Umum Gerindra itu.

“Kami coba menanyakan terkait dengan perasaan stres terhadap kebijakan pemerintah. Dari 1.122 responden, jawabannya, 75 persen itu merasa stres dengan kebijakan pemerintah dan spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto,” ujar Bhima.

Bhima menjelaskan, tiga persoalan yang paling banyak memicu stres masyarakat berkaitan dengan kenaikan harga bahan pokok, sulitnya memperoleh pekerjaan, dan penegakan hukum.

Penilaian terhadap gaya kepemimpinan dan komunikasi publik Presiden juga menunjukkan tingkat kekhawatiran yang tinggi di kalangan ahli. Sebanyak 83 persen menyatakan sangat khawatir dan 10 persen lainnya mengaku khawatir, sehingga total 93 persen ahli menyampaikan kekhawatiran terhadap kedua aspek tersebut.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  88  =  93