Channel9.id-Jakarta. Novel romansa The Ribs: Mengejar Waktu Bersamamu karya penulis berdarah Timor Leste, Eufrasia Vieira, bersiap diadaptasi menjadi film layar lebar. Kisah cinta Jonathan dan Maura yang dikembangkan selama 11 tahun itu kini memasuki tahap pra-produksi dengan Pulau Bali direncanakan menjadi lokasi utama pengambilan gambar.
Eufrasia, yang akrab disapa Asia, mengatakan proses penulisan novel tersebut dimulai pada 2015. Setelah melalui perjalanan panjang, The Ribs akhirnya hadir dalam bahasa Indonesia, baik dalam format cetak maupun digital.
“Ya, aku menulis mulai dari 2015, 11 tahun. Nah, saya percaya kalau waktunya Tuhan enggak pernah terlambat, enggak pernah awal, always come at the right time. Selalu hadir di momen yang tepat,” ujar Eufrasia saat ditemui di Prosochi Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).
Sebelum versi bahasa Indonesia diluncurkan, novel ini lebih dahulu terbit dalam bahasa Inggris dengan judul The Ribs: Chasing Time with You melalui platform Amazon pada 23 September 2026.
Novel tersebut terdiri dari 39 bab yang mengisahkan perjalanan hubungan Jonathan dan Maura. Tak sekadar menyajikan kisah romantis, Eufrasia juga mengeksplorasi kerentanan, luka batin, kesetiaan, serta pentingnya saling memahami dalam sebuah hubungan.
Menurut Eufrasia, The Ribs menawarkan perspektif tentang cinta klasik yang tetap relevan dengan kehidupan masa kini. Ia ingin mengingatkan pembaca bahwa hubungan yang kuat tidak hanya dibangun melalui kata-kata romantis, tetapi juga melalui tindakan nyata dan sikap saling menghargai.
“This is sangat orisinal. Kita menceritakan classic love story yang sebenarnya sudah terjadi di masa lalu. Namun, manusia generasi sekarang terkadang lupa untuk mempraktikkannya di zaman sekarang,” tuturnya.
Salah satu gagasan yang diangkat dalam novel ini adalah pemaknaan tulang rusuk sebagai simbol pasangan hidup. Eufrasia menghadirkan sudut pandang yang lebih setara, yakni perempuan dan laki-laki sama-sama dapat menjadi sosok yang melindungi, menguatkan, serta mendukung satu sama lain.
Baginya, rasa hormat merupakan fondasi penting dalam membangun kesetiaan. Hal tersebut diwujudkan melalui komunikasi terbuka, perhatian sederhana, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
Pengalaman personal serta percakapan dengan orang-orang terdekat turut menjadi inspirasi dalam proses kreatifnya. Sang suami juga memiliki peran istimewa dalam perjalanan lahirnya novel tersebut.
“Iya. Jadi buku ini bukan aku mendedikasikan buat suami saya, tapi ini adalah dia. So, it’s yours now. Jadi sekarang semua sudah ada di buku ini,” ungkapnya.
Sebelum menulis The Ribs, Eufrasia pernah menerbitkan novel Vittoria: Helena’s Brown Box pada 2015. Melalui karya terbarunya, ia berharap pembaca dapat memaknai cinta bukan semata-mata sebagai kebahagiaan, melainkan juga proses memahami, menerima, dan menghargai pasangan.
Kini, kisah Jonathan dan Maura bersiap memasuki babak baru melalui adaptasi film layar lebar. Berdasarkan rencana produksi, sekitar 90 persen lokasi pengambilan gambar akan berada di Bali, sementara sejumlah adegan lainnya direncanakan berlangsung di luar negeri.
Proses syuting dijadwalkan mulai berjalan pada awal 2027. Dengan latar utama Pulau Bali, adaptasi ini diharapkan dapat menghadirkan kisah romansa The Ribs dalam pengalaman visual yang berbeda.
Perjalanan The Ribs menjadi bukti bagaimana sebuah karya dapat berkembang melalui proses panjang sebelum menjangkau audiens yang lebih luas. Setelah melalui 11 tahun perjalanan kreatif dan hadir dalam dua bahasa, novel Eufrasia Vieira kini bersiap membawa kisah cinta, kesetiaan, komunikasi, dan saling menghargai ke layar lebar.
Kontributor: Akhmad Sekhu




