Channel9.id-Jakarta. Grup musik Batavia Collective (BTVC) resmi memperkenalkan proyek audiovisual terbaru bertajuk Spiritual Jazz, Sinful Bass. Karya ini menandai evolusi musikal trio tersebut dengan karakter suara yang lebih berat dan berorientasi pada budaya musik klub.
Proyek ini menghadirkan empat penampilan utama, yakni Rush, Ring The Bells yang berkolaborasi dengan Kamga, Coded, serta satu lagu bonus yang belum pernah dirilis sebelumnya.
Dalam karya terbarunya, BTVC memadukan elemen broken beat, house, drum & bass, dengan fondasi improvisasi jazz. Perpaduan tersebut mencerminkan upaya mereka mengembalikan jazz ke habitat asalnya, yakni lantai dansa.
Digawangi Elfa Zulham (drum), Doni Joesran (kibor), dan Kenny Gabriel (synth bass), BTVC terinspirasi dari musisi seperti The Comet Is Coming, Kaidi Tatham, Seiji, hingga Goldie.
Salah satu keunikan proyek ini adalah seluruh penampilan dilakukan secara langsung tanpa backing track maupun sekuens yang telah diprogram sebelumnya. Seluruh groove dibangun secara spontan, menghadirkan pengalaman layaknya set DJ dengan energi permainan live band.
Judul Spiritual Jazz, Sinful Bass merepresentasikan dua karakter musikal yang saling melengkapi. Unsur spiritual menggambarkan kebebasan improvisasi, sementara sinful bass merefleksikan kekuatan dentuman bass yang menghadirkan energi fisik di lantai dansa.
Proyek ini juga melibatkan kolaborasi lintas disiplin bersama Baraka, MVDMONO (Mas Bruh & Azeten), Digital Nativ, dan ABOVE SPACE. Kolaborasi tersebut menggabungkan musik, seni visual, teknologi kreatif, dan desain gerak menjadi pengalaman audiovisual.
Pemutaran perdana Spiritual Jazz, Sinful Bass berlangsung di Zodiac, Jakarta. Acara ini menjadi kesempatan eksklusif bagi penonton untuk menikmati perpaduan eksplorasi musik dan visual BTVC sebelum proyek tersebut dirilis melalui platform daring.
Melalui karya ini, Batavia Collective menegaskan eksplorasi musikal mereka dengan menghadirkan perpaduan improvisasi jazz dan energi musik underground clubbing dalam format pertunjukan yang sepenuhnya live.
Kontributor: Akhmad Sekhu




