Connect with us

Techno

Ada Penggelapan Uang di Grabtoko, Grab Indonesia Buka Suara

Published

on

grabtoko dari grab online

Channel9.id-Jakarta. Baru-baru ini jagat maya dihebohkan oleh kasus penipuan yang dilakukan oleh investor Grabtoko. Kabarnya, investor di platform belanja online tersebut telah menggelapkan uang konsumen.

Diketahui, Grabtoko sempat menggelar promo dan diskon hingga 90%. iPhone 12 seri terbaru pun dijual seharga Rp 12 jutaan dan iPhone 11 hanya 7,5 juta.

Tak heran bila konsumen tergiur. Sayangnya, setelah membeli barang dan menyelesaikan transaksi pembayaran, barang justru tak dikirim. Hal ini pun dialami oleh sejumlah pengguna Grabtoki. Misalnya, seorang pengguna Twitter @destynrc.

Baca juga : Peringatan! Serangan Siber Pada 2021 Akan Semakin Meningkat

Ia menceritakan melalui utasnya bahwa ia telah mentransfer uang sebesar Rp 23 juta untuk membeli 2 unit iPhone di Grabtoko. Namun, barang yang ia beli tak kunjung ia terima setelah ia selesaikan pembayaran pada 28 Desember 2020.

Merespons kasus tersebut, Managing Director Grabtoko Yudha Manggala Putra mengakui telah terjadi penggelapan oleh investor mereka. Sehingga, barang yang dibeli konsumen tak kunjung datang.

“Mohon maaf atas keterlambatan respon dari pihak grabtoko, saat ini kita sedang melaporkan investor grabtoko atas penggelapan uang konsumen ke Mabes Polri di Trunojoyo Jakarta Selatan (nomer laporan menyusul setelah penyidikan). Kami juga sudah berusaha menyita aset investor yang ada dan membekukan semua rekening aset kami, agar terhindar kerugian lebih besar lagi,” kata Managing Director PT Grab Toko Indonesia, Yudha Manggala Putra, Rabu (6/1).

Grabtoko berjanji akan mengembalikan uang konsumen secepatnya setelah melalui proses penyidikan oleh kepolisian.

Hubungan Grab Indonesia dan Grab Toko
Banyak yang mengasosiasikan Grab Toko dan Grab Indonesia lantaran namanya yang mirip. Meski demikian, keduanya sama sekali tak berhubungan.

“Grab Indonesia tidak mengetahui dan tidak memiliki hubungan dengan situs web perdagangan dan akun media sosial yang menggunakan nama Grab Toko,” kata Manajer Public Relation Grab Indonesia Dewi Nuraini, Rabu (6/1/2021).

Bahkan, setelah kasus Grab Toko menguat, Grab Indonesia berencana mengambil langkah hukum guna melindungi mereknya.

“Kami akan melakukan langkah hukum yang diperlukan untuk melindungi reputasi merek kami,” ujar Manajer Public Relation Grab Indonesia Dewi Nuraini, Rabu (6/1).

Tak lama berselang, Grab Toko merespons sikap Grab Indonesia melalui unggahan di akun Instagram @grabtokoid dengan mengatakan, “Kami tidak ada hubungan apapun dengan @grabid.”

Pihak Grab Toko menjelaskan bahwa sebelum membuat PT, tim pengacara mereka sudah mengecek di Administrasi Hukum Umum (AHU) dan nama Grab Toko bisa digunakan. Selain itu, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) mereka jauh berbeda dengan Grab Indonesia.

“Hal ini selalu ditekankan oleh kami apabila ada orang yang bertanya keterkaitannya,” pungkas dia.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Berpotensi Disusupi, Google Setop Layanan Google Message di Ponsel Tak Bersertifikat

Published

on

By

Google Setop Layanan Google Message di Ponsel Tak Bersertifikat

Channel9.id-Jakarta. Nampaknya Google semakin membatasi Android tak bersertifikat. Adapun perangkat tak bersertifikat yang dimaksud ialah ponsel yang tak melalui proses sertifikasi Google sebelum dirilis, dilansir dari 9to5google, Jumat (21/1).

Diketahui, aplikasi Google kerap dipasang secara manual pada perangkat Android yang tak bersertifikat. Namun, sejak dua tahun lalu, Google berupaya mencegah perangkat yang tak bersertifikat untuk masuk ke akun Google.

Baca juga : Layanan Streaming Lionsgate Play Akan Hadir di Indonesia

Baru-baru ini, Google memutuskan akan menghentikan penggunaan Google Messenger atau aplikasi perpesanan pada ponsel Android yang tak bersertifikat per 31 Maret 2021. Adapun alasan Google mengambil langkah seperti ini ialah adanya penambahan enkripsi end-to-end di Google Massage baru-baru.

Google Message sejatinya tak relevan dengan perangkat yang tak bersertifikat. Pasalnya aplikasi itu tak diinstal sebelumnya pada sebagian besar perangkat dan harus diinstal melalui Google Play Store. Namun, yang jelas, perangkat Android tak bersertifikat akan kehilangan akses Google Message.

Sebetulnya, Android tak bersertifikat jarang ditemukan, namun ada contohnya, seperti perangkat baru Huawei.

Selain itu, menurut laporan Androidpolice, penutupan akses itu juga berlaku pada ponsel yang tak bekerja sama dengan Google, yaitu perangkat Huawei dan beberapa perangkat asal Cina lainnya.

Sebelumnya, Google menegaskan bahwa pemilik perangkat Huawei tak boleh melakukan sideload layanan Google Play ke ponsel mereka. Alasannya, keamanannya belum diverifikasi. Oleh karena itu, pesan terenkripsi pada perangkat tersebut berpotensi disusupi.

Dengan pembatasan Google itu, pengguna ponsel tak bersertifikat harus segera mencari solusi lain untuk berkomunikasi. Misalnya, menggunakan Signal untuk mendukung pengiriman dan penerimaan pesan singkat, serta fitur pendukung lainnya.

(LH)

Continue Reading

Techno

Layanan Streaming Lionsgate Play Akan Hadir di Indonesia

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indonesia lagi-lagi disorot oleh perusahaan layanan over the top (OTT) lantaran dinilai sebagai pasar yang menjanjikan.

Channel9.id-Jakarta. Indonesia lagi-lagi disorot oleh perusahaan layanan over the top (OTT) lantaran dinilai sebagai pasar yang menjanjikan.

Baru-baru ini, layanan streaming video Lionsgate Play dikabarkan akan segera hadir di Indonesia. Kehadirannya tentu akan menyaingi layanan serupa, seperti Netflix dan Disney+ Hotstar, yang sudah ada lebih dulu.

The Hollywood Reporter pada Kamis (21/1) melaporkan bahwa Starz akan memperluas jangkauannya ke pasar Indonesia, dengan merilis layanan streaming premium Lionsgate Play. Adapun Starz sendiri ialah jaringan televisi kabel dan satelit premium Amerika Serikat yang dimiliki oleh Lions Gate Entertainment.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat dengan populasi yang sangat muda dan terhubung secara global, dan telah mengalami pertumbuhan ekonomi digital yang sangat besar berkat lonjakan internet berkecepatan tinggi,” kata Rohit Jain, MD of emerging markets and South Asia Lionsgate.

“Dengan latar belakang ini, kami melihat peluang besar bagi Starz untuk meluncurkan konten global premium bagi pemirsa Indonesia, terutama mengingat langkanya platform OTT premium di pasar.”

Baca juga : Kembangkan AI, Facebook Makin Ramah untuk Tunanetra

Guna kelancaran memperluas layanan di Indonesia, Starz merekrut dua orang eksekutif yang pernah menggawangi Hooq sebelum akhirnya tutup tahun lalu. Ada Guntur Siboro yang diangkat sebagai General Manager dan Gene Tamesis sebagai VP of Business Development and Partnerships. Keduanya bakal melapor ke Rohit Jain.

Sama halnya Netflix dan Disney+, Lionsgate Play menawarkan koleksi konten Hollywood yang mencakup film blockbuster dan serial populer. Layanan ini pu mengembangkan dan menghasilkan konten original. Di Indonesia, semua konten akan tersedia dengan subtitle Bahasa Indonesia.

“Pasar Indonesia telah muncul sebagai pasar utama untuk semua studio global dan raksasa streaming. Ini berkat populasinya, globalisasi yang berkembang, industri media yang berkembang pesat, dan pertumbuhan yang luar biasa dalam industri film lokalnya. Kami berharap dapat memperluas jejak Lionsgate di Asia Tenggara dan kami yakin bahwa konten kami yang unik dan eksklusif akan menghasilkan respons yang luar biasa dari penonton Indonesia,” kata Guntur Siboro, GM Lionsgate Play Indonesia.

Sementara itu, Lionsgate Play sendiri belum pasti kapan tersedia di Indonesia. Namun, dengan mengakses Lionsgateplay.com, calon pengguna di Indonesia bisa melakukan registrasi. Sayangnya, belum bisa berlangganan dan mencoba free trial 14 hari yang ditawarkan situs tersebut.

Sekadar informasi, Lionsgate Play merupakan hasil kolaborasi Lionsgate India dan Starz. Saat ini layanan tersebut baru tersedia di India.

(LH)

Continue Reading

Techno

Kembangkan AI, Facebook Makin Ramah untuk Tunanetra

Published

on

By

Kembangkan AI, Facebook Makin Ramah untuk Tunanetra

Channel9.id-Jakarta. Facebook meningkatkan kemampuan kecerdasan buatannya (artificial intelligence/AI). Pembaruan AI ini memungkinkan pengguna tunanetra bisa mengetahui deskripsi foto yang diunggah di media sosial.

Teknologi itu pertama kali diperkenalkan Facebook dengan nama Automatic Alternative Text (AAT) pada 2016. Teknologi ini dirancang untuk memperluas pengalaman pengguna tunanetra.

Pada awal, teknologi ATT membantu pengguna tunanetra saat menelusuri unggahan foto di beranda. Pengguna kata ‘foto’ dan nama orang yang membagikannya. Kini dengan meningkatkan kemampuan AAT, pengguna bisa mendengar deskripsi foto lebih rinci. Misalnya ‘foto berisi tiga orang, tersenyum, di dalam ruangan’.

Baca juga : Telegram Digugat Agar Dihapus dari App Store dan Play Store

Facebook mengatakan bahwa perluasan literasi terbaru AAT memperkaya jumlah konsep dan memberi deskripsi foto yang lebih rinci, seperti aktivitas, landmark, jenis makanan, dan jenis hewan. Diketahui, jumlah konsep meningkat dari 100 menjadi 1.200 sampel.

Selain itu, Facebook mengatakan, untuk memberi lebih banyak informasi tentang posisi dan hitungan, perusahaan melatih detektor objek dua tahap menggunakan platform sumber terbuka yang dikembangkan oleh Facebook AI Research.

“Kami melatih model untuk memprediksi lokasi dan label semantik objek dalam sebuah gambar. Teknik pelatihan multilabel/multidata membantu membuat model kami lebih andal dengan ruang label yang lebih besar,” ujar Facebook, Kamis (21/1).

Peningkatan kemampuan AI semacam itu sejatinya tak hanya dilakukan Facebook. Amazon dan Google pun melakukan hal serupa.

Pada tahun lalu, Google merilis s keyboard br aille TalkBack untuk membantu pengguna tunanetra mengetik di perangkat Android secara langsung.

Sebelum Google, Amazon memperkenalkan fitur Show and Tell ke Echo Show untuk mempermudah pengguna mengenali item dapur rumah tangga.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC