Aset Daily Apple Dibekukan, Perusahaan Terancam Bangkrut
Internasional

Aset Daily Apple Dibekukan, Perusahaan Terancam Bangkrut

Channel9.id-Amerika. Koran pro-demokrasi Hong Kong, Apple Daily, terpaksa akan tutup dalam beberapa hari kedepan karena pihak otoritas membekukan aset perusahaan setelah menangkap pimpinan redaksi dan empat direkturnya, ujar penasihat pengusaha besar, Jimmy Lai kepada Reuters pada hari Senin (21/6/2021).

Mark Simon, yang menelpon dari Amerika Serikat mengatakan kalau Daily Apple tak dapat lagi mengakses dananya dan akan melakukan pertemuan dewan pada hari Senin untuk mendiskusikan masa depan perusahaannya.

“Kami kira kami dapat bertahan sampai akhir bulan,” ujar Simon kepada Reuters. “Tapi ini menjadi kian sulit. Bisa dibilang umur perusahaan kami hanya tinggal beberapa hari saja,” pungkasnya.

Komentar tersebut menandakan kalau bangkrutnya perusahaan tersebut sudah dekat, bahkan Apple Daily pada hari Minggu mengatakan kalau pembekuan asetnya telah membuat koran tersebut dapat bertahan untuk beberapa minggu dengan operasi normal.

Kejadian ini bisa terjadi setelah pimpinan redaksi dan CEO, Ryan Law dan Cheung Kim-hung, didakwa atas tuduhan berkolusi dengan negara asing dalam kaitannya di beberapa artikel mereka. Kejadian ini merupakan pertama kalinya pihak otoritas menggunakan hukum keamanan terhadap konten yang di publish oleh media Hong Kong.

Tiga senior eksekutif yang juga ditahan oleh pihak otoritas Hong Kong dibebaskan karena jaminan.

Simon, yang juga merupakan buronan di bawah hukum keamanan dan pergi dari Hong Kong pada tahun lalu, mengatakan kalau sudah tidak mungkin lagi untuk melakukan operasi perbankan.

“Para vendor sudah mencoba untuk menaruh uang ke akun kami tapi tak bisa. Kami tak bisa melakukan operasi perbankan lagi. Beberapa vendor melakukannya atas dasar membantu.  Kami hanya ingin tahu dan ternyata memang tidak bisa,” ujarnya.

Dalam interview dengan CNN di AS, Simon mengatakan kalau Daily Apple mempunyai aset sebesar 50 juta dolar, namun mereka tak dapat mengaksesnya.

“Masalah kita itu Sekretaris Keamanan dan polisi tidak membiarkan kami menggaji wartawan kami, staff kami, dan vendor kami. Mereka sudah mengunci akun kami,” ucapnya di CNN.

Selama beberapa minggu ini, Apple Daily melaporkan kalau mereka berencana untuk meminta menteri keamanan untuk melonggarkan pembekuan agar mereka bisa menggaji 700 karyawan. Jika tak berhasil, mereka akan membawa permasalahan tersebut ke meja hijau.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  54  =  62