Connect with us

Ekbis

Asyik, Harga Emas Antam Naik Rp5.000

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik. Logam mulia Antam diperdagangkan Rp957.000 per gram atau naik Rp5.000 pada perdagangan hari ini, Kamis (03/12).

Sebelumnya, emas Antam berada di level Rp952.000 per gram. Sementara itu, harga buy back atau beli kembali pun ikut naik Rp7.000 ke posisi Rp832.000 per gram.

Baca juga: Ambrol, Emas Antam Dibanderol Rp938.000 per Gram 

Berikut daftar harga emas Antam pada Kamis, 3 Desember 2020:
1 gram Rp 957.000
2 gram Rp 1.854.000
3 gram Rp 2.756.000
5 gram Rp 4.560.000
10 gram Rp 9.065.000
25 gram Rp 22.537.000
50 gram Rp 44.995.000
100 gram Rp 89.912.000

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Ma’ruf Amin Ajak Ulama, Ustad, Mubaligh, dan Kyai Sosialisasikan Wakaf Uang

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan, potensi Wakaf Uang di Indonesia mencapai Rp180 Triliun. Potensi besar tersebut karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi.

Untuk memaksimalkan potensi itu, dia pun mengajak ulama, ustad, mubaligh dan para kyai untuk ikut mensosialisasikan praktek wakaf uang.

“Baik dalam tabligh akbar, majelis taklim, khutbah Jumat atau berbagai sarana dakwah dan berbagai media komunikasi lainnya agar informasi dan pesan tentang wakaf uang sampai kepada umat,” kata Ma’ruf dalam peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan peresmian Brand Ekonomi Syariah di Istana Negara, Senin 25 Januari 2021.

Ma’ruf menjelaskan, wakaf adalah salah satu ajaran Islam yang memuat pesan kepedulian, berbagi, dan upaya melakukan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Wakaf juga memiliki dimensi ekonomi, dan dapat dijadikan instrumen dalam mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” kata Ma’ruf.

“Wakaf disebut juga sebagai sedekah jariyah. Maksudnya amal sedekah yang pahalanya akan terus mengalir kepada pelakunya (wakif), selama pokok harta benda yang disedekahkan itu masih ada dan hasilnya dimanfaatkan untuk perbuatan kebajikan,” lanjut Maruf.

Terkait pengelolaan wakaf uang, Ma’ruf menyampaikan, memerlukan dukungan kerjasama dengan para manajer investasi yang mampu menginvestasikan wakaf uang dalam portofolio investasi yang aman. Pun mendatangkan keuntungan atau imbal hasil yang optimal.

“Serta memberikan dampak peningkatan pada pembangunan ekonomi secara nyata bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ma’ruf, pengelolaan wakaf uang yang optimal dapat mendorong pencapaian Indonesia sebagai negara dengan keunggulan (flagship) dalam pengelolaan Keuangan Sosial Islam, yang akhirnya akan menjadi bagian dari pencapaian Indonesia pada tahun 2024 sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia.

“Sudah saatnya sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dan dikenal sebagai negara dengan penduduk yang paling dermawan, Indonesia dapat memberikan contoh praktik pengelolaan wakaf yang bersifat produktif, yang dapat memberikan nilai manfaat lebih banyak, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

HY

Continue Reading

Ekbis

Jokowi Luncurkan GNWU dan Brand Ekonomi Syariah

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pemerintah akan terus mencari jalan dan menemukan terobosan untuk mengurangi ketimpangan sosial untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan wakaf.

Hal itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah, di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/01).

“Saya telah berkali-kali menyampaikan, menekankan pentingnya redistribusi aset, kemudian juga yang berkaitan dengan perluasan akses permodalan, kemudian juga penguatan keterampilan dan perubahan budaya dalam mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Salah satu langkah terobosan yang perlu kita pikirkan adalah pengembangan lembaga keuangan syariah yang dikelola berdasarkan sistem wakaf,” ujarnya.

Baca juga: Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Mencapai Rp188 Triliun 

Jokowi menyebut, potensi wakaf bergerak dan tidak bergerak di Indonesia sangat besar. Potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp2.000 triliun dan potensi wakaf uang dapat menembus angka Rp188 triliun.

“Oleh karena itu, kita perlu perluas lagi cakupan pemanfaatan wakaf, tidak lagi terbatas untuk tujuan ibadah tetapi dikembangkan untuk tujuan sosial-ekonomi yang memberikan dampak signifikan bagi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial dalam masyarakat,” ujarnya.

Menurut Jokowi, peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia.

“Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Nasional Uang hari ini menjadi bagian penting bukan hanya meningkatkan awareness/kepedulian, literasi, dan edukasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah tetapi sebagai upaya memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di negara kita,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung soal brand ekonomi syariah yang dinilainya penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

“Ini sangat penting untuk meningkatkan awareness masyarakat, sebagai dukungan atas seluruh kegiatan ekonomi syariah Indonesia dan menyatukan gerakan meningkatkan nilai tambah ekonomi syariah di negara kita Indonesia,” pungkasnya.

Continue Reading

Ekbis

Investor Milenial Tumbuh, Pemerintah Berharap Bisa Kurangi Utang Luar Negeri  

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Partisipasi investor milenial atau generasi muda yang berinvestasi di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel diharapkan menjadi modal bagi pemerintah untuk mengurangi pembiayaan yang bersumber dari luar negeri. “Ini menjadi modal bagi negara agar lebih mandiri dari sisi pembiayaan pembangunan,” kata Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Deni Ridwan, Senin, 25 Januari 2021.

Menurut Deni manfaat dari investasi dalam SBN ritel itu juga diterima oleh investor dalam negeri. Dia mencatat pada penerbitan ORI seri 017 menarik 42 ribu orang investor dan ORI seri 018 menarik 26 ribu investor karena pada saat itu mendekati akhir tahun sehingga jumlahnya berkurang.

Dari dua penerbitan SBN ritel itu, kata dia, sebanyak 45 hingga 46 persen merupakan investor baru. Sedangkan jika dicermati dari sisi usia, kisaran 30-40 persen merupakan investor generasi milenial.

Meski jumlah investor milenial terbilang banyak, namun Deni mengakui dari segi nilai masih lebih kecil dibandingkan investor senior yang menanamkan dananya dalam jumlah lebih besar. “Ini sesuatu yang positif karena harapannya generasi milenial punya budaya dan kesadaran mengenai manfaat investasi. Ke depan ketika dewasa, penghasilan meningkat, dia akan meningkatkan porsi investasinya,” kata dia.

Tahun ini pemerintah berencana menawarkan enam seri SBN ritel yang dijual daring dengan penerbitan pedana ORI seri 019 ini. Sebelumnya, pemerintah menerbitkan tujuh SBN ritel pada 2020 yaitu SBR009, SR012, ORI017, SR013, ORI018, ST007 dan Cash Waqf SWR001, dengan total perolehan dana mencapai Rp 76,93 triliun.

Selain sebagai instrumen investasi yang aman dan menguntungkan, pembelian SBN itu juga digunakan untuk membiayai APBN 2021, termasuk pembiyaan vaksinasi.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, posisi utang per akhir Desember 2020 mencapai Rp 6.074,56 triliun atau 38,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Persentase itu masih di bawah batas maksimal sesuai Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 yang mengatur batasan maksimal rasio utang pemerintah adalah 60 persen.

Dari jumlah utang itu, sebesar Rp5.221,65 triliun bersumber dari penerbitan surat berharga negara (SBN) atau mencapai 85,96 persen. Utang itu terdiri dari domestik atau rupiah sebesar Rp4.025,62 triliun dan valuta asing Rp1.196,03 triliun. Sedangkan sisanya berasal dari pinjaman sebesar Rp852,91 triliun atau 14,04 persen, terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp11,97 triliun dan pinjaman luar negeri Rp840,94 triliun.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC