Connect with us

Nasional

Bahrul Wijaksana: Organisasi Masyarakat Berperan Penting Tingkatkan Kapasitas Pemerintah Desa

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Praktisi komunikasi M Bahrul Wijaksana menyampaikan, keterlibatan organisasi masyarakat sipil (OMS) sangat penting untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintah desa, terutama menyukseskan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD).

Menurut Bahrul, banyak tugas-tugas pemerintah desa yang bisa dibantu dengan kemampuan OMS dalam menciptakan good governance.

“Mereka mengisi kekosongan yang negara belum mampu mengerjakan, dan Civil Society Organization (CSO) menyediakan itu dalam konteks pembangunan desa,” kata Bahrul dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Sosialisasi dan Strategi Komunikasi P3PD di Ibis Jakarta Tamarin Hotel, Jakarta Pusat, 24 -26 November 2021.

Baca juga: Strategi Komunikasi yang Cocok Perkuat Pengelolaan Kapasitas Pemerintahan Desa

“Pemerintah kita sangat besar, tapi tidak semua tugas pembangunan itu hanya bisa dipenuhi karena ada anggaran negara. Ada juga kahlian yang tidak dimiliki negara dan hal itu bisa diserahkan kepada masyarakat, karena memilki kemampaun khusus,” lanjutnya.

Bahrul menyampaikan, salah satu tugas pemerintah yang bisa bekerja sama dengan OMS yakni dalam membangun pemerintah yang transparan. OMS bisa membantu dalam mengelola keuangan desa, seperti melakukan digitaliasi laporan keuangan.

“Banyak aparat desa yang mungkin agak kesulitan untuk melaporkan laporan keuangan ke pemerintah pusat secara digital. Nah di sini peran LSM untuk membantu,” kata Bahrul.

Bagi Bahrul, di era desentralisasi ini, pemerintah desa bersama dengan organisasi masyarakat harus saling bahu membahu untuk membentuk pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan demokratis.

“Oleh karena itu, melibatkan organisasi masyarakat sangat penting untuk menguatkan kapasitas pembangunan desa sekaligus berkontribusi dalam perubahan sosial,” ujar Bahrul.

Bahrul menyatakan, dalam pelaksanaan kerja sama antara keduanya, pasti muncul banyak kritik. Namun, kritik itu sangat diperlukan supaya tata kelola desa lebih baik lagi. Jadi, aparat desa tidak perlu anti kritik.

Terkait banyaknya LSM yang justru memeras aparat desa, Bahrul menilai, di era demokrasi ini, LSM sejatinya saling berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk mencitpakan program-program yang berpihak kepada masyarakat tertindas.

“Dulu perspektifnya memang LSM itu selalu ingin konfrontasi dengan pemerinah, pokoknya kebijakan-kebijakan pemerintah ditentang. Tapi itu kan di era Orba yang otoriter,” ujar Bahrul.

“Saat ini negara sudah demokratis dan memberikan akses keterbukaan publik. Terus apa yang harus ditentang?,” ujarnya.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Antisipasi Reuni 212, Kawasan Patung Kuda hingga Monas Jadi Restricted Area Pukul 24.00 Nanti Malam

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyatakan pihaknya, akan menutup jalan menuju kawasan Bundaran Patung Kuda dan Monas mulai Rabu malam pukul 24.00 WIB.

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi kerumunan massa aksi reuni 212 pada Kamis 2 Desember 2021 besok.

“Area yang akan ditutup adalah area di seputar Patung Kuda dan Kawasan Monas. Jadi semua area tersebut dinyatakan sebagai kawasan terbatas atau ‘restricted area’,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Tidak Izinkan Reuni 212

Sambodo menambahkan penutupan jalur protokol juga dilakukan untuk Jalan Merdeka Selatan, Jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Barat, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Veteran, dan Jalan Museum.

Ruas jalan tersebut, kata Sambodo, akan menjadi area steril atau kendaraan tidak boleh melintas.

Sambodo menambahkan, area yang dapat melintas hanyalah kendaraan dinas yang berkantor di area steril.

“Kendaraan nanti kita lihat dulu, kalau tujuannya ke kantor, kita perbolehkan. Hanya yang memang berkantor di jalan itu,” ujarnya.

Dengan adanya penutupan jalan tersebut, Sambodo pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari area sekitar Bundaran Patung Kuda dan Monas sepanjang esok hari.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar besok sepanjang tanggal 2 Desember, dari pagi sampai malam, menghindari kawasan tersebut,” kata Sambodo.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Polisi Tidak Izinkan Reuni 212

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polda Metro Jaya menegaskan tidak memberikan izin pelaksanaan Reuni 212 pada Kamis 2 Desember 2021.

“Polda Metro Jaya sebagai penanggung jawab tidak mengeluarkan izin untuk kegiatan Reuni 212 apabila dilakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Jadi Polda Metro Jaya tidak memberikan izin,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan, Rabu 1 Desember 2021.

Zulpan menyampaikan, kegiatan dilarang karena berpotensi menciptakan kerumunan mengingat Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.

Baca juga: Polri Antisipasi Aksi Reuni 212 Pekan Depan

“Polda Metro Jaya bertugas menjaga ketertiban, utamanya untuk ketertiban masyarakat, ini dilakukan dalam prinsip kepolisan. Ini dilakukan dengan langkah-langkah pencegahan keselamatan rakyat sebagai yang utama. Kita juga mencegah kerumunan yang bisa berakibat kurang baik khususnya Covid-19,” ucapnya.

Bagi masyarakat yang tetap melakukan aksi akan dikenakan tindak pidana.

“Mereka yang memaksa akan mendapat sanksi hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku dapat dipidana,” ucapnya.

Adapun hukuman yang akan diterapkan bagi mereka yang memaksa melakukan Reuni 212 yaitu berdasarkan Pasal 212 KUHP, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP. Selain tiga Pasal KUHP di atas, Zulpan menjelaskan pelanggar akan dikenakan saksi UU Karantina Kesehatan.

“Bagi yang memaksa yaitu kita persangkaan dengan tidak pidana yang ada ditindak pidana khusunya Pasal 212 sampai 218 KUHP,” katanya.

Seperti diketahui ada dua lokasi yang menjadi kandidat kuat pelaksanaan Reuni 212. Yaitu di Patung Kuda, Jakarta Pusat dan Masjid Az Zikra di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

HY

Continue Reading

Nasional

Dirjen Bimas Islam: DPR AS Kagumi Keragaman di Indonesia

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menyatakan, pengelolaan keragaman di Indonesia telah banyak mendapatkan pengakuan global. Bahkan, Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) menyampaikan kekagumannya atas keragaman di Indonesia yang telah berhasil dikelola dengan baik.

“Kemarin kami menerima ketua DPR-nya Amerika. Kami dampingi. Di antara yang mereka sampaikan adalah kekagumannya atas Indonesia yang telah mengelola keragaman ini,” ujar Kamaruddin saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Penceramah Agama Islam Angkatan III di Bogor, Selasa 30 November 2021.

Kamaruddin menjelaskan, Indonesia berhasil mengelola keragamannya karena Indonesia memiliki ormas-ormas Islam yang 99 persen moderat. Menurut dia, selama ini ormas Islam turut menjadi pondasi fundamental untuk merawat keragaman ini.

“Ini salah satu sebab utama mengapa Indonesia mampu mengelola keragamaan yang luar biasa, karena Indonesia memiliki sosial infrastruktur yang kuat,” ucapnya.

Selain itu, menurut dia, Indonesia juga memiliki ideologi Pancasila. Karena itu, Indonesia akhirnya menjadi sebuah negara relijius, bukan negara sekuler, bukan pula negara agama.

“Indonesia bukan negara teokrasi atau negara agama tapi negara bangsa yang sangat relijius,” katanya.

Kamaruddin mengatakan, hampir semua urusan tentang Islam diatur dalam konstitusi, misalnya tentang perkawinan, zakat, wakaf, dan lain-lain.

“Seluruh ajaran Islam sesungguhnya sudah ada undang-undangnya. Jadi sudah syariat sekali sebenarnya Indonesia ini,” ujarnya.

Karena AS kagum dengan keragaman di Indonesia, Kamaruddin berencana untuk melakukan kerjasama dalam berbagai hal.

“Ke depan kita sedang mengikhtiarkan untuk melakukan kerjasama di berbagai hal, termasuk kami berencana untuk membawa teman-teman dari ormas-ormas untuk berkunjung ke AS,” ujarnya.

Selain untuk melihat kehidupan keragaman di AS, ormas tersebut nantinya juga diharapkan semakin mempromosikan tentang keragaman Indonesia yang sangat luar biasa.

“Jadi sekarang ini kita sudah tidak lagi hanya mau belajar ke luar tapi juga sudah ingin mempromosikan artikulasi Islam Indonesia. Bahkan, kita rencana akan ada konferensi Asia Afrika yang akan mengundang seluruh negara-negara Muslim dan bahkan non-Muslim. Di situ kita ingin mempromosikan Islam Indonesia,” jelas Kamaruddin.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC