Connect with us

Nasional

Masker Scuba Dilarang, Gugus COVID-19 Jatim Sarankan Uji Laboratorium

Published

on

Channel9.id-Surabaya. Melonjaknya kasus Covid-19 beberapa minggu terakhir ini membuat suasana kembali gawat. Terlebih setelah PSBB jilid dua diterapkan di Jakarta. Konon, penggunaan masker yang kurang memenuhi standar menjadi pemicu penyebaran virus.

Kemenkes RI melarang pemakaian masker berbahan tipis seperti scuba dan buff. Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, masker scuba perlu uji di laboratorium soal efektivitas.

“Saya tahu dari media (soal masker scuba dilarang) lalu belajar di literatur-literatur. Usul saya dilakukan testing saja di laboratorium,” kata Joni di Surabaya, Rabu (23/9/2020).

Joni menjelaskan, dari literatur yang dirinya baca, bahan dari masker scuba dinilai terlalu tipis. Dampaknya, masker itu tidak efektif dalam memfilter udara.

“Dikatakan di sana di literatur, masker (scuba) itu ketipisan. Ketebalannya masih tidak memenuhi syarat. Udara masih bisa keluar dari mulut kita, berarti udara keluar juga bisa masuk. Memang kualitas-kualitasnya beda, jadi usul saja agar dites,” jelasnya.

Baca juga : Apa Kata ‘Anker’ Soal Larangan Masker Scuba dan Buff?

Joni menceritakan, di Soetomo beberapa kali pihaknya melakukan tes efektivitas masker. “Tes di laboratorium, agar masyarakat bisa punya pegangan. Bisa kok (dites), masker yang ada di Soetomo, kita tes di kawan kita di ITS, bagaimana efektivitasnya,” imbuhnya.

Dirut RSU dr Soetomo ini menjelaskan, bila di rumah sakit ada standar khusus pemakaian masker. Di UGD, masker berjenis N95 wajib digunakan. Di luar itu, minimal menggunakan masker medis. Ia juga tidak menyarankan memberi lapisan tissue pada masker.

“Pernah coba kan pakai masker dengan tissue. Pasti sesak rasanya. Jadi kalau scuba lebih baik di uji di laboratorium dulu. Mana yang boleh mana yang tidak, karena bahannya beda-beda,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Seorang Perempuan Dibakar Dalam Mobil, Korban Masih Kerabat Presiden Jokowi

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Seorang perempuan bernama Yulia (42) ditemukan dibakar di dalam mobil miliknya. Kejadian itu terjadi di Cendana Baru, Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo pada Selasa 20 Oktober 2020 malam.

Korban ditemukan terbakar dalam Mobil Xenia tahun 2010 miliknya dengan kondisi tangan terikat plester dan luka di dahi. Yulia terbakar dalam kondisi duduk di jok belakang.

Yulia adalah seorang pengusaha yang juga kerabat Presiden Jokowi. Dia telah dimakamkan setelah disemayamkan di rumah duka kawasan Gambuhan RT 4/RW 2 Baluwarti, Pasar Kliwon, Kota Solo, Rabu (21/10).

Kasat Reskrim AKP Muhammad Alfan mejelaskan kronologi penemuan jenazah Yulia yang terbakar di dalam mobil miliknya.

Penemuan jenazah Yulia berawal dari laporan seorang warga yang melihat asap tebal dari sebuah halaman pada Selasa 20 Oktober 2020 pukul 22.00 WIB.

“Ketika dicek ternyata mobil terbakar bukan milik pemilik halaman. Bahkan petugas PMK yang datang setelah adanya kebakaran melakukan pemadam, namun di dalamnya ditemukan sosok wanita,” kata Alfan dilansir radarsukabumi.com, Rabu (21/10).

Setelah mendapat laporan, petugas langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Korban dibawa ke RSUD Moewardi Solo untuk diotopsi.

Selain itu, polisi juga melakukan olah TKP. Hasilnya diketahui korban memiliki dua alamat, yakni tinggal di Pasar Kliwon, Kota Solo dan Selo Wonogiri.

“Kita masih lakukan penyelidikan penyebab kematian korban yang kondisi di dalam mobil,” ucapnya.

Sepupu Presiden Jokowi, Andi Wibowo membenarkan korban Yulia masih keluarganya. Yulia merupakan kerabat Jokowi.

Andi Wibowo adalah anak dari Miyono. Sedangkan Miyono merupakan paman Presiden Joko Widodo.

“Bu Yulia kakak ipar saya. Bu Yulia ini punya suami. Nah, suaminya adalah kakak dari istri saya. Saya dapat kabar pagi katanya meninggal dunia karena kecelakaan,” ucap Andi.

Dia menyebut Yulia adalah istri dr. Achmad Yani. Adik dr. Achmad Yani menikah dengan Andi Wibowo, anak dari paman Jokowi.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Antisipasi Demo, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja masih berlanjut. Massa buruh dan mahasiswa akan kembali berdemo di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis (22/10).

Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait adanya massa aksi yang akan demo di sekitaran Istana Negara, Jakarta Pusat. Hal ini, agar masyarakat lain yang hendak melakukan aktivitasnya tidak terganggu.

Baca juga:Buruh Kembali Demo Hari Ini, Polda Akan Rekayasa Lalin

Berikut rekayasa lalu lintasnya:

  1. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan menuju Jalan Veteran III diluruskan ke traffic light Harmoni
  2. Arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur yang akan menuju Jalan Medan Merdeka Utara dibelokkan ke kanan ke Jalan Perwira.
  3. Arus lalu lintas dari Jalan Ridwan Rais yang akan menuju ke Jalan Medan Merdeka Selatan diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur.
  4. Arus lalu lintas dari Jalan MH Thamrin yang akan menuju ke Bundaran Patung Kuda dibelokkan ke kiri atau ke kanan ke Jalan Kebon Sirih.
  5. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kiri ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Fachrudin dan arus lalin dari Jalan Fachrudin yang akan belok kanan ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Abdul Muis.
  6. Arus lalu lintas dari Jalan Tanah Abang II yang akan lurus ke Jalan Museum dibelokkan ke kiri maupun ke kanan. Arus lalu lintas dari Jalan Majapahit yang akan belok ke kiri ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Abdul Muis dan arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kanan ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Majapahit.
  7. Arus lalu lintas dari l Hayam Wuruk yang akan lurus ke Jalan Majapahit dibelokkan ke kiri ke Jalan Juanda dan arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan belok ke kiri ke Jalan Majapahit diluruskan ke Jalan Suryo Pranoto maupun dibelokkan ke kanan Jalan Gajah Mada

 

 

Continue Reading

Hot Topic

8.000 Personel TNI-Polri Amankan Demo Hari Ini

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sebanyak 8.000 personel gabungan TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disiagakan untuk mengawal jalannya aksi massa yang akan kembali turun ke jalan untuk demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Rencananya, demo akan berlangsung  di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat pada Kamis (22/10).

“8.000 personel gabungan yang kita siapkan di Patung Kuda ya. Di titik-titik kedatangan massa ya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (22/10).

Baca juga: KPAI: Sebanyak 171 Anak Diamankan Polda Metro Jaya Terkait Demo UU Ciptaker

Selain itu, lanjut Yusri, terdapat 7.000 personel gabungan cadangan yang juga disiagakan jika memang diperlukan ketika terjadi kerusuhan dalam demo tersebut.

“Ada 7.000 personel standby di DPR dan Monas, artinya kalau nanti diperlukan adanya kekuatan tambahan itu yang kita turunkan,” ucapnya.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC