Channel9.id – Jakarta. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI membantah tudingan bahwa pemerintah mengondisikan massa untuk melakukan aksi demonstrasi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Terkait dengan dugaan ada pengondisian dari pemerintah terhadap demo yang mendukung MBG, saya rasa itu tidak benar,” kata Plt Deputi III Bakom RI Kurnia Ramadhana di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Kurnia menegaskan, pemerintah menghargai setiap pendapat, baik yang mendukung maupun menolak kebijakan pemerintah, sebagaimana tertuang dalam peraturan perundang-undangan.
“Di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia siapa pun boleh menyatakan pendapat, baik pendapat yang sepakat dengan kebijakan pemerintah maupun yang mengkritik kebijakan pemerintah,” kata dia.
Lebih lanjut, ia menyatakan pemerintah saat ini tengah berupaya untuk melakukan pembenahan dalam pelaksanaan program MBG.
“Pada intinya yang saat ini sedang pemerintah lakukan adalah berusaha berbenah diri dalam hal program makan bergizi gratis sembari itu juga perbaikan-perbaikan sembari dilakukan oleh pimpinan BGN yang baru,” ucapnya.
Sementara itu, ia enggan berkomentar mengenai mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima uang Rp20 juta usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Aku jawab soal demo MBG ya. Yang dugaannya katanya disetir pemerintah dan lain-lain. Aku jawab itu saja,” ujar Kurnia.
Sebelumnya, sejumlah massa yang menggelar aksi di Patung Kuda, Jakarta Pusat Jumat (19/6/2026) mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tetap dijalankan.
Sorotan terhadap aksi-aksi dukungan terhadap MBG tersebut kemudian memunculkan perdebatan mengenai dugaan mobilisasi massa dan standar kebebasan berekspresi dalam ruang publik.
HT





