Channel9.id, Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia akademik Indonesia di kancah nasional maupun internasional. Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam delegasi Novadüng berhasil menyisihkan 44 proposal dari 12 negara dan terpilih sebagai salah satu dari tiga global finalists dalam ajang Product Development and Management Association (PDMA) Global Student Innovation Challenge 2026.
Keberhasilan ini mengukuhkan Novadüng sebagai tim Indonesia pertama yang menembus babak final dalam sejarah kompetisi bergengsi tersebut.
Sebelum melangkah ke panggung dunia pada PDMA Ignite Innovation Summit di Atlanta, Amerika Serikat, tim multidisiplin ini juga telah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 2 Hult Prize Indonesia.
Solusi Berkelanjutan Berbasis Singkong dan Teknologi Bio-SAP
Novadüng lahir sebagai jawaban atas dua tantangan penting di Indonesia: melimpahnya komoditas singkong sebagai sumber daya pertanian lokal serta meningkatnya volume limbah popok sekali pakai. Melalui pengembangan bahan penyerap (Bio-SAP / Super Absorbent Polymer) berbasis singkong yang diaplikasikan pada produk popok bayi, Novadüng berupaya menghadirkan produk perawatan bayi yang ramah lingkungan, nyaman, terjangkau, dan berorientasi pada kebutuhan pasar.
Inovasi ini dinilai sejalan dengan standar internasional dalam hal manajemen produk, kelayakan pasar, serta keunggulan rekayasa (engineering excellence) yang diusung oleh PDMA. Selain itu, pemanfaatan bahan lokal ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memajukan produk berbasis sains dari Indonesia.
Tim Novadüng terdiri dari empat mahasiswa ITB angkatan 2022 dari berbagai disiplin ilmu. Diantaranya Nadya Saski Wardiman (Teknik Telekomunikasi), mahasiswa berprestasi STEI ITB 2025 dan peraih Ganesha Prize.
Selanjutnya, Naila Faridah Huda Wasilah (Oseanografi), memiliki keahlian di bidang strategi iklim dan pengalaman riset di Jepang. Kemudian, Muhammad Dika Hakim (Teknik Material), ia aktif dalam riset energi dan pengembangan material berkelanjutan. Lalu, anggota tim lainnya adalah Arvyno Pranata Limahardja (Sistem Informasi dan Teknologi), berpengalaman dalam analisis data serta inovasi bisnis digital.
Dalam pengembangannya, delegasi ini didampingi oleh Guru Besar Fisika Nuklir dan Biofisika ITB, Prof. Dr.Eng. Ir. Sidik Permana, S.Si., M.Eng., selaku penasihat akademik. Keikutsertaan tim ini juga terinspirasi oleh pemikiran Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengenai pentingnya penerapan ilmu pengetahuan dan rekayasa teknologi untuk menyelesaikan permasalahan nyata masyarakat.
Kehadiran tim Novadüng pada PDMA Ignite Innovation Summit di Atlanta (8–9 Oktober 2026) menjadi kesempatan berharga untuk mempresentasikan inovasi mereka di hadapan para eksekutif global, investor, dan pakar pengembangan produk dunia.
Dukungan dari mitra industri global diharapkan dapat mempercepat proses validasi, pengembangan, hingga komersialisasi produk Novadüng di pasar internasional.




