Connect with us

video

Berlibur di Green Forest, Sambil Menikmati Lezatnya Cemilan Lupba

Published

on

Berlibur di Green Forest, Sambil Menikmati Lezatnya Cemilan Lupba

Channel9.id-Bandung. Suasana asri dan sejuk langsung menghampiri begitu kita memasuki green forest resort, yang ada di kawasan pegunungan, Lembang, Bandung.

Resort yang memiliki 80 kamar, memiliki aneka fasilitas yang sangat memanjakan pengunjung. Ada children play ground, jembatan goyang, jogging track, kampung ale restoran, stone garden dan lainnya.

Hamparan rumput hijau nan lembut, dengan penataan lingkungan yang cantik, membuat pengunjung enggan untuk beranjak pergi. Banyak sekali spot – spot foto yang bisa diabadikan, untuk menambah koleksi foto Anda.

Salah satu fasilitas yang terbaru di Green Forest adalah Lupba Craft dan Oleh-Oleh. Ini adalah tempat dimana pengunjung bisa mendapatkan oleh-oleh berupa makanan dan minuman serta barang-barang kerajinan.

Lupba Craft dan Oleh-Oleh baru saja diresmikan oleh Dr. Ary Zulfikar SH, MH, Ketua Umum PBA (Perkumpulan Bumi Alumni). Gerai ini bekerjasama dengan Green Forest. Produk-produk yang dijual di Lupba berasal dari para UMKM-UMKM yang tergabung dalam PBA.

Aneka jenis makanan olahan, dari mulai kripik pisang, kopi, dan cemilan-cemilan lainnya siap untuk memanjakan lidah pengunjung Green Forest. Produk produk tersebut juga menjadi buah tangan bagi pengunjung untuk dibawa pulang ke rumah.

Menurut Dr Dewi Tenty Septi Artiany, SH, MKn Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga PBA, Lupba Craft dan Oleh-Oleh ini merupakan galeri ke 3, setelah di buka di Kantor Kadin, dan BTC Mall Bandung. Khusus di Green Forest didedikasikan buat para pengunjung yang sedang berlibur.
Sambil menikmati keindahan alam cihideung, Lembang rasanya semakin lengkap dengan cemilan lezat dari Lupba.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

video

(Video) Wisata Komunitas Gairahkan “The Sun Rise of Java”

Published

on

By

Wisata Komunitas Gairahkan "The Sun Rise of Java"

Channel9.id – Banyuwangi. Dalam masa pandemi, kreativitas pemerintah daerah diuji untuk tetap bisa menyedot wisatawan. Wisata berbasis komunitas salah satu alternatifnya.

Musik jaz tetap asyik dinikmati di tengah rimbunnya hutan karet. Inilah sajian istimewa di akhir pekan bagi penggemar olahraga sepeda di Banyuwangi.

Hutan karet Kali Bendo sekitar 30 menit di sebelah barat daya kota Banyuwangi, menjadi magnet tersendiri. Di perkebunan karet yang dibangun zaman penjajahan Belanda, berdentam alunan musik jazz.

“No Women No Cry”, lagu bergenre rege ciptaan Vincent Ford yang dipopulerkan Bob Marley menjadi penyemangat para pencinta olahraga sepeda dari berbagai kota di Jawa Timur. Berteduh di rimbunya pepohonan karet, Banyuwangi Jazz Rubber menawarkan sensasi liburan tersendiri, setelah lelah mengayuh sepeda dengan trek menanjak dan turunan downhill yang menantang.

Dengan alunan Jazz dari anak-anak SMA di Banyuwangi yang memikat, suasana santai mampu mengusir kepenatan para profesional muda yang jauh-jauh bersepeda ke Banyuwangi.

Tidak hanya komunitas pesepeda yang hadir di Banyuwangi Jazz Rubber, pencinta mobil caravan, dan campervan datang dari berbagai kota seperti Bali dan juga dari Kalimantan untuk menikmati panorama lereng Gunung Ijen, di Banyuwangi yang menawan.

Sekitar setengah jam setelah Kalibendo, dengan posisi menanjak melewati hutan hujan nan perawan, wisatawan dapat sampai di Kawah Ijen. Pesona wisata pegunungan nan elok, di kawasan beraroma belerang.

Di sini, dari basecamp, para pencinta pesona alam dapat berjalan kaki, melakukan trekking hingga 3 jam untuk sampai puncak kawah. Kelelahan itu akan terbayar lunas di puncak.

Jika malam hari, wisatawan bisa disungguhi panorama menakjubkan blue fire atau api biru di kawah Ijen yang menurut catatan National Geographic hanya ada satu-satunya fenomena vulkanik di dunia.

Continue Reading

video

(Video) Geliat Pariwisata Banyuwangi Dimasa Pandemi

Published

on

By

Channel9.id-Banyuwangi. Lanskap pantai yang membentang dan pegunungan menjulang menjadi pesona tersendiri dari Banyuwangi.

Atraksi memberi makan ikan di laut perairan Bangsring, Banyuwangi, menjadi magnet turis untuk hadir di negeri yang disebut The Sun Rise of Java.

Tak hanya itu, bentang terumbu karang dan dinding palung yang memanjang di Pulau Tumbuan menjadi daya tarik wisata maritim kabupaten paling timur pulau Jawa ini.

Wisata maritim memang tetap menjanjikan, salah satunya kepercayaan bahwa virus corona tak bisa hidup di air laut. Jadi, wisawatan tetap bisa bercengkerama dengan ikan-ikan hias di sini.

Menurut Dinas Pariwisata Banyuwangi, peminat wisata maritim masih tinggi, walaupun dengan prokol yang ketat. Pengunjung harus sudah bervaksin dan tetap menerapkan protokok kesehatan.

Pengelola Bangsring Under Water menyebut, pihaknya terpaksa membatasi pengunjung. Dari aplikasi wisata yang tersedia, kami hanya membatasi 250 pengunjung perhari, ujar Sukir, pengelola Bangsring Under Water yang mengelola wisata bawah laut dari snorkling maupun diving.

Selain bercanda dengan ikan-ikan di rumah Apung, para diver bisa bertemu dengan penyu di bawah laut,juga biota laut yang beragam.

Sayang nampak, bawah laut Pulau Tabuhan menyisakan bekas kerusakan, walaupun setelah 10 tahun di konservasi mulai nampak harapan tumbuhnya karang-karang yang kelak akan semakin mempesona.

Continue Reading

video

(Video) Dubes Heri Akhmadi Dorong Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Published

on

By

Channel9.id-Jepang. Sumitomo Forestry Jepang tertarik untuk memperluas usahanya di Indonesia, khususnya dengan memanfaatkan energi biomassa berbasis kayu. Sumitomo Forestry adalah perusahaan Jepang yang tercatat mengelola 145.000 hektar lahan hutan di Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi dalam kunjungan ke Sumitomo Forestry di Niihama City pada 6 – 7 Oktober 2021 mendorong peningkatan kerja sama dengan Sumitomo Forestry dalam pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia. Dubes Heri dalam kunjungan ini didampingi oleh Konsul Jenderal RI di Osaka Diana Sutikno.

“Saya terkesan dengan keseriusan Sumitomo Forestry dalam melakukan reforestasi pada area bekas lahan tambang tembaga di Niihama City. Saya berharap ini dapat juga diterapkan di Indonesia,” ujar Dubes Heri.

Sementara itu, Chairman of the Board Sumitomo Forestry Akira Ichikawa menyampaikan tertarik untuk memperluas usahanya di Indonesia dan memastikan bahwa Sumitomo Forestry sangat kuat dalam penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan pada pengelolaan hutan di Jepang dan Indonesia.

Melalui kerja sama ini, diharapkan pemanfaatan kekayaan biomassa Indonesia dapat mempercepat pencapaian target pengurangan emisi global, sebagaimana didukung Undang-Undang Cipta Kerja yang memperkuat kebijakan pengelolaan hutan di Indonesia yang lebih berkelanjutan dan terintegrasi.

*Kerja Sama Sister City Niihama – Kabupaten Kubu Raya Kalbar*

Dalam pertemuan terpisah dengan Walikota Niihama City Katsuyuki Ishikawa, Dubes Heri Akhmadi membahas potensi kerja sama sister city antara Niihama City dengan Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat dimana terdapat anak perusahaan Sumitomo Forestry, yakni PT. Wana Subur Lestari yang merupakan pemegang konsesi hutan tanaman industri seluas 40.000 hektar di Kabupaten Kubu Raya.

Walikota Niihama City, Katsuyuki Ishikawa menyambut baik usulan tersebut dan akan menindaklanjuti melalui koordinasi erat dengan KBRI Tokyo dan Sumitomo Forestry.

“Saya harapkan dengan usulan kerja sama sister city akan lebih banyak tenaga kerja dari Indonesia yang datang ke Niihama City. Pemerintah Kota Niihama akan menyiapkan sekolah bahasa bagi para pekerja asing di kota ini,” ujar Walikota Ishikawa.

Niihama City adalah kota terbesar ketiga di Prefektur Ehime, Jepang setelah kota Matsuyama dan Imabari dengan populasi 116.965 penduduk. Ekonomi Niihama City banyak ditopang oleh industri besar dan aktivitas pelabuhan. Berdasarkan data KJRI Osaka, saat ini terdapat 61 WNI yang tinggal dan bekerja di Niihama City.

Continue Reading

HOT TOPIC