Bikin Kaget Siklon Herman Menerjang Selat Sunda, Ini Penjelasan Pushidrosa
Nasional

Bikin Kaget Siklon Herman Menerjang Selat Sunda, Ini Penjelasan Pushidrosal

Channel9.id – Jakarta. Badai Siklon Herman yang mendekati Selat Sunda di selatan Banten membuat cuaca ekstrem di Jakarta, sebagian Jawa dan Sumatera.

Hujan lebat berdurasi lama disertai angin kencang dan sambaran petir yang melanda Jakarta Kamis (30/3/2022) kemarin ternyata sampak Siklon Tropis Herman yang berada di selatan Provinsi Banten.

“Wilayah Indonesia yang berada di Katulistiwa jarang sekali terlewati siklon tropis. Karena itu Siklon Herman yang sampai ke darat di Jawa cukup mengagetkan,” ujar Laksamana Madya Nurhidayat Komandan Pusat Hidro dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Kepada Channel9.id yang menemui perwira tinggi bintang tiga asal Tegal di kantornya di kawasan Ancol Jakarta, Jumat (31/3/2023), Nurhidayat menyebut bahwa pihaknya bekerjasama dengan BMKG, BRIN, serta otoritas pelabuhan sudah menyampaikan semacam Notam (Notice to Airmen) lewat radio kepada kapal-kapal yang akan melintasi Selat Sunda untuk mewaspadai adanya Siklon Herman yang menyebabkan angin kencang dan ombak tinggi.

Dengan adanya Notam maka para pelaut yang sedang melintas di perairan Selat Sunda yang terdampak agar lebih waspada. “Selat Sunda itu jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) Satu. Saat ada badai awak kapal terutama yang standby dianjungan harus waspada dan mengutamakan pengamatan visual dan peralatan pendukung seperti radar, jadi jangan sampai tidak ada awak di anjungan karena ini situasi bahaya,” kata mantan komandan kapal perang KRI Slamet Riyadi ini.

Apalagi di Selat Sunda selain ada penyeberangan Merak Bekauheuni yang memotong jalur ALKI dari kapal internasional dari Selat Malaka ke Samudera Hindia maupun kapal dari Pasifik ke Samudra Hindia.

Baca juga: Siklon Herman Bergerak Jauhi Indonesia, Berikut Daftar Daerah Terdampak

Beruntung Siklon Herman ini tidak berdampak besar atau menyebabkan bencana yang menimbulkan korban. Walaupun potensi membuat banjir, kerusakan bangunan semi permanen, atau kecelakaan yang diakibatkan pohon tumbang karena angin kencang berpotensi terjadi wilayah Jawa dan Sumatera. Karenanya selalu tetap waspada dalam cuaca ekstrem pada masa pancaroba ini jelas Komandan Pushidrosal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9  +  1  =