Channel9.id – Jakarta. Pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Pembangunan huntara dilakukan setelah proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak selesai.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan kondisi kerusakan rumah sesuai dengan keadaan di lapangan.
Sebagai persiapan pembangunan, BNPB telah membuat contoh huntara di Kabupaten Sikka. Model tersebut diharapkan dapat segera diterapkan di wilayah lain yang terdampak gempa.
“Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,” jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan data sementara BNPB per 1 September 2026, sebanyak 97.215 rumah tercatat mengalami kerusakan akibat gempa. Rinciannya terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.
Untuk mempercepat proses pendataan, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai atau assessor serta enumerator. Tim tersebut akan mendata warga terdampak secara lebih rinci dengan skema by name by address.
Data hasil pendataan kemudian akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak. Data tersebut juga akan dicocokkan dengan dokumentasi foto yang dikumpulkan oleh Dinas Perumahan.
Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat akan melakukan pemeriksaan silang terhadap data rumah yang mengalami kerusakan susulan dan belum melalui proses verifikasi.
Berton mengatakan rangkaian verifikasi tersebut membutuhkan waktu karena pemerintah perlu memastikan ketepatan data sebelum pembangunan huntara dilakukan. Menurut dia, keterlibatan masyarakat dan seluruh pihak dalam proses pendataan dapat membantu mempercepat tahapan tersebut.
“Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,” kata Berton.
HT




