Connect with us

Techno

Bos Honor Pede Honor 8X Lebih Baik dari Redmi Note 6 Pro

Published

on

Keunggulan kedua, kata James, ada di segi chipset. “GPU dan chipset Honor 8X dengan bekerja lebih baik dengan software kami (ketimbang chipset yang dipakai Xiaomi),” katanya.

Tidak hanya itu, keunggulan Honor 8X juga ada di opsi memori internal 128GB. Ya, memori internal milik Xiaomi Redmi Note 6 Pro ataupun Mi 8 Lite maksimal adalah 64GB.

“Dengan layar lebih besar, memori penyimpanan lebih besar, dan GPU yang membuat baterai lebih long lasting, kami percaya X (Honor 8X) is better than Pro (Redmi Note 6 Pro),” katanya.

Terlebih, bos Honor Indonesia ini menyebut, dari segi harga, Honor 8X yang dibanderol Rp 3,699 jutaan bisa memberikan benefit yang lebih pada konsumen ketimbang Redmi Note 6 Pro yang dijual paling tinggi Rp 3,299 jutaan.

Pasalnya, dalam paket penjualannya, Honor memberikan gift alias bonus kepada pembeli yang nilainya mencapai Rp 700 ribuan dengan produk seperti earphone, powerbank, dan Honor Band.

“Kalaupun Xiaomi meluncurkan Mi 8 Lite dan Redmi Note 6 Pro, kami masih lebih baik dengan Honor 8X. Produk kami hadir dengan chip on film yang membuat layar lebih bezeless,” katanya.

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

[vidio:](https://www.vidio.com/watch/1389941-unboxing-honor-10)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Indonesia Membutuhkan Jutaan Talenta Digital

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Syarat penting untuk mencapai target ini ialah memenuhi kebutuhan SDM yang menguasai teknologi dan informasi.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa dalam menciptakan ekosistem digital ini dibutuhkan kerja sama dengan beragam pihak, termasuk industri. Harapannya agar talenta bisa berkembang.

Terlebih lagi, pada 2030 mendatang Indonesia membutuhkan 9 juta talenta yang mumpuni di bidang TIK, yang bisa teknologi digital seperti Cloud, Kecerdasan Artifisial (AI), Analitik Big Data, 5G hingga IoT.

“Ini kebutuhan yang butuh sinergi sejumlah pihak. Pemerintah tidak bisa sendiri, demikian pula swasta,” demikian ungkap Moeldoko melalui keterangan tertulis, Kamis (29/10). Pernyataan ini ia tuturkan dalam menanggapi kerja sama dengan Huawei Indonesia di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2020.

Baca juga : Data Center Kian Dibutuhkan Saat Pandemi

Maka dari itu, Moeldoko mengapresiasi Huawei Indonesia yang mendukung pengembangan talenta digital di Indonesia. Hal ini sejalan dengan penilaiannya bahwa bidang ini merupakan pondasi penting bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia pada 2045.

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia, mengatakan pihaknya mendukung komitmen Pemerintah Indonesia ini. Ia menuturkan bahwa dukungan ini sejalan dengan komitmen panjang Huawei sejak hadir di Indonesia 20 tahun lalu.

“Melalui Huawei ASEAN Academy Indonesia, kami menggelar berbagai pelatihan, seminar, studi banding, sertifikasi, hingga kompetisi yang dirancang memperkaya wawasan, memperdalam pemahaman, serta meningkatkan penguasaan terhadap teknologi-teknologi terdepan,” ujarnya.

Untuk diketahui, penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Huawei Indonesia dan KSP ini bertepatan dengan digelarnya Hari Sumpah Pemuda ke-92, yang bertema Bersatu dan Bangkit.

Adapun MoU tersebut ditujukan untuk mengembangkan 100 ribu SDM di Indonesia melalui pendidikan vokasi. Harapannya, langkah ini bisa memberi peluang bagi talenta di Indonesia dan membawanya melejit ke taraf internasional.

(LH)

Continue Reading

Techno

Data Center Kian Dibutuhkan Saat Pandemi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mayoritas pakar di Indonesia, Malaysia, dan Singapura–yakni 96%–mengakui bahwa data center semakin dibutuhkan di masa pandemi Covid-19.

Hal itu sebagaimana laporan bertajuk ‘The Future of Data Centers in the Face of Climate Change’ yang dirilis Digital Realty. Riset dilakukan dengan menyurvei 200 pakar di tiga negara itu pada periode Mei-Juli 2020.

Temuan tersebut sejalan dengan Data Gravity Index™. Ledakan data di perusahaan-perusahaan akan meningkat lebih dari dua kali lipat setiap tahun dari 2020-2024. Kemudian Asia Pasifik diprediksi akan mengalami pertumbuhan tercepat dan Singapura menjadi pasar yang pertumbuhannya paling pesat–dari 21 kota yang dianalisa.

“Asia Tenggara telah muncul sebagai kawasan yang paling banyak diburu, dengan Singapura menguasai sekitar 60% dari total pasokan data center di kawasan tersebut,” ungkap Managing Director Asia Pacific Digital Realty, Mark Smith, Selasa (27/10).

Sementara Indonesia, lanjut dia, memiliki daya tarik sebagai destinasi investasi data center.

Baca juga : LAPAN Berburu Alien dan Tempat Layak Huni Selain Bumi di 2021

Menurut penelitian Digital Realty dan Eco-Business, responden menyoroti kurangnya kesadaran menjaga lingkungan (71%), kurangnya investasi (65%) dan kurangnya kerjasama dari pemangku kepentingan (61%) sebagai tantangan utama data center berkelanjutan.

Laporan ini menyoroti iklim tropis Asia Tenggara sebagai tantangan pasar data center.

Singapura memiliki hambatan yakni terbatasnya luas areal. Padahal kebutuhan proses pendinginan merupakan 35%-40% total kebutuhan energi data center. Teknologi dan proses pendinginan yang hemat energi ialah peluang besar bagi operator data center untuk mengurangi energi dan biaya.

Di lain sisi, Indonesia dan Malaysia dianggap sebagai rising star dalam meningkatkan pangsa pasar data center. Indonesia punya cadangan energi berkelanjutan dari geothermal, tenaga angin, generator arus pasang surut dalam skala besar.

“Kami percaya teknologi pendinginan akan menjadi game changer bagi data center, terutama di iklim tropis Asia Tenggara,” ujar Digital Realty Senior Director of Sustainability Aaron Binkley.

(LH)

Continue Reading

Techno

LAPAN Berburu Alien dan Tempat Layak Huni Selain Bumi di 2021

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) berencana meneliti planet di luar tata surya atau exoplanet pada 2021. Hal ini sebagaimana keterangan dari Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikno.

Menurut Rhorom, hal tersebut termasuk dalam rencana strategis penelitian LAPAN. Tujuannya untuk mencari kehidupan lain atau alien dan tempat layak huni selain Bumi.

“Langkah awal dalam pencarian kehidupan lain di luar Bumi adalah mencari planet dengan kondisi yang dinilai layak huni,” ungkapnya, Selasa (26/10).

LAPAN, lanjut Rhorom, akan memulai studi fenomena transien,m, yang mana exoplanet salah satu bentuknya.

“Dalam rencana strategis penelitian kami, tahun depan LAPAN akan memulai studi fenomena transien, yakni fenomena yang terjadi secara insidental. Salah satu tujuannya adalah deteksi dan karakterisasi exoplanet,” jelas dia.

Baca juga : Upaya Google Untuk Mendidik Pemilih Menjelang Pilkada

Sebagai informasi, benda langit transien tak memiliki cahaya tetap–seperti nova, supernova, semburan sinar gamma dan suar dari inti galaksi. Demikian pula dengan exoplanet, karena ia bisa dideteksi ketika melewati bintang induknya

“Saat ini LAPAN belum ada program penelitian exoplanet. Namun, dengan beroperasinya Observatorium Nasional Timau di NTT, kami berharap untuk dapat melakukan deteksi dan karakterisasi exoplanet,” ujar Rhorom.

Untuk diketahui, riset exoplanet sudah banyak dilakukan di negara-negara lain. Namun, Indonesia belum memulainya kendati telah memiliki lembaga antariksa LAPAN.

rencana LAPAN untuk meneliti exoplanet betul dilakukan, maka mereka menyejajarkan diri dengan lembaga penelitian antariksa lainnya.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC