Bawan/bps
Ekbis

BPS: Pelemahan Rupiah Bikin Harga Bawang Putih Impor Naik

Channel9.id, Jakarta. Ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor membuat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) langsung berdampak pada harga komoditas tersebut di dalam negeri. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendorong inflasi pada Juni 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, mengatakan kenaikan harga bawang putih dipicu oleh meningkatnya biaya logistik internasional yang diperparah dengan menguatnya dolar AS terhadap rupiah. Akibatnya, biaya impor bawang putih menjadi lebih mahal dan diteruskan ke tingkat konsumen.

“Inflasi bawang putih dipengaruhi kenaikan biaya angkutan barang secara global serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).

BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,20 persen pada Juni 2026 dengan andil 0,06 persen terhadap inflasi nasional. Bawang putih menjadi salah satu komoditas utama penyumbang kenaikan harga bersama bawang merah dan beras.

Selain bawang putih, harga bawang merah juga mengalami kenaikan karena pasokan nasional masih terbatas. Meski produksi mulai meningkat di beberapa sentra seperti Brebes, Solok, Bima, dan Sumbawa, penurunan produksi di daerah lain, antara lain Demak, Enrekang, dan Sampang, membuat pasokan belum sepenuhnya pulih.

Secara keseluruhan, BPS mencatat inflasi Juni 2026 sebesar 0,44 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei yang mencapai 0,28 persen. Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi berada di level 3,34 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat 1,79 persen.

Ateng menjelaskan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 111,40 pada Mei menjadi 111,89 pada Juni 2026.

Di luar kelompok pangan, sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan tingkat inflasi 2,29 persen dan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional. Kenaikan harga bensin memberikan andil terbesar, disusul tarif angkutan udara dan pelumas.

Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi juga turut memengaruhi laju inflasi. Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Turbo memberikan tekanan terhadap inflasi, meskipun sebagian tertahan oleh penurunan harga Dexlite dan Pertamina Dex.

Menurut BPS, kombinasi kenaikan harga energi, mahalnya biaya logistik global, serta pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor utama yang mendorong inflasi selama Juni 2026, terutama pada komoditas pangan impor seperti bawang putih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  41  =  44