Connect with us

Hot Topic

Buntut Acara Rizieq Shihab, Mahfud MD: Pemerintah Akan Tindak Tegas Tiap Kerumunan Massa

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan, pemerintah akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran peraturan protokol kesehatan Covid-19. Sikap tegas tersebut diambil mengingat terjadi kerumunan massa dalam jumlah besar selama sepekan terakhir.

Kerumunan tersebut dipicu karena kahadiran Pemimpin FPI Rizieq Shihab. Mahfud menyatakan, berbagai pihak mengeluhkan dan mengecam serangkaian acara yang dibuat Rizieq Shihab tersebut.

“Pemerintah dengar banyak keluhan dan masukan dari berbagai kalangan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, purnawirawan TNI dan Polri, dokter relawan, serta keluarga masyarakat sipil yang bergelut dengan perjuangan kemanusiaan dalam perjuangan melawan Covid-19,” kata Mahfud MD dalam konferensi pers, Senin (16/11).

“Bahkan mereka katakan negara enggak boleh kalah oleh pembiaran terhadap aksi pelanggaran premanisme pembangkangan dan tindakan lain yang dapat mengoyak kesatuan bangsa,” lanjutnya.

Mahfud menyatakan, jika kerumunan terus terjadi, maka usaha pemerintah selama delapan bulan berjuang melawan Covid-19 menjadi sia-sia.

“Data di seluruh dunia Indonesia termasuk yang baik angka kesembuhan dan jumlah penduduk yang terinfeksi jauh di bawah rata-rata dunia. Namun pelanggaran nyata dengan kumpul ribuan orang dalam sepekan bisa buyarkan segala upaya dalam 8 bulan terakhir. Orang sengaja membuat kerumunan massa tanpa protokol kesehatan bisa menjadi pembunuh potensial pada kelompok rentan,” ujar Mahfud.

Mahfud sadar di negara demokrasi, tiap orang memang dijamin kebebasan untuk berekspresi. Namun, tidak berarti harus melanggar hak orang lain.

“Ada hukum yang mengatur dan menjamin kebebasan orang lain tidak menganggu hak orang lain,” katanya.

Karena itu, Mahfud menegaskan, pemerintah akan bersikap tegas dalam penegakan aturan, termasuk ketentuan protokol kesehatan pencegahan wabah Covid-19.

“Kami juga menginstruksikan seluruh pimpinan di daerah untuk berani bersikap tegas dalam penegakan hukum ketentuan protokol kesehatan,” kata Mahfud.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Ratusan Orang Geruduk Rumah Mahfud MD di Pamekasan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Ratusan orang mendatangi rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Pamekasan, Selasa (01/12) siang. Massa tersebut berteriak-teriak di depan rumah yang kini ditempati ibunda Mahfud MD. Mereka meminta penghuni rumah keluar menemui massa.

Bahkan, sebagian massa ada yang mendorong pagar rumah. “Kalau sama-sama orang Madura, Mahfud tolong keluar. Jangan ngumpet dan temui kami,” teriak salah satu peserta aksi di depan rumah.

Salah satu peserta aksi juga berteriak agar massa tak membuat keributan. “Tolong jangan membuat kerusakan,” kata peserta aksi lainnya.

Baca juga: Buntut Acara Rizieq Shihab, Mahfud MD: Pemerintah Akan Tindak Tegas Tiap Kerumunan Massa 

Meski aksi itu tak berlangsung lama, namun kejadian tersebut cukup membuat warga sekitar rumah Mahfud MD ketakutan. Mereka tak berani keluar rumah.

Beruntung, saat itu rumah Mahfud MD yang biasanya ditempati oleh ibunda dan perawatnya itu sedang kosong.

Tidak jelas tuntutan massa yang tidak diketahui asalnya itu. Namun, diduga terkait pemanggilan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab oleh polisi.

 

Continue Reading

Hot Topic

Polri: Ada 4.250 Tindak Pidana Siber Sepanjang Januari-November 2020

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Himawan Bayu Aji menyampaikan, tren kejahatan siber mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19.

Ada 4.250 jumlah tindak pidana siber yang ditangani Bareskrim sepanjang Januari hingga November 2020.

“Jumlah ini akan terus meningkat sampai akhir tahun, diperkirakan seperti itu,” katanya dalam Webinar ‘Membedah Tindak Pidana Siber Sebagai Tindak Pidana Asal TPPU’, Selasa (1/12).

Dia menyampaikan, meningkatnya angka kejahatan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menggunakan teknologi informasi selama pandemi.

“Selama pandemi kita melihat masyarakat banyak menggunakan teknologi informasi untuk kegiatan-kegiatan sosial maupun masyarakat yang lain sehingga cukup meningkat, ketika transaksi face to face menurun,” katanya.

Bayu merinci, kasus-kasus tersebut terdiri dari pencemaran nama baik mendominasi dengan 1.581 kasus; penipuan 1.158 kasus; dan akses ilegal 267 kasus.

“Tiga kategori yang meningkat adalah pencemaran nama baik, penipuan, dan akses ilegal. Dua terakhir ini, penipuan dan akses ilegal sangat erat hubungannya dengan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang),” kata Bayu.

Jika dilihat secara tahunan, tren kasus tindak pidana siber juga terus meningkat yakni dari 2.609 kasus (2015), 3.110 kasus (2016), 3.109 kasus (2017), 4.360 kasus (2018) dan 4.585 kasus (2019).

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Anies dan Riza Positif Corona, Kemendagri Tidak Akan Tunjuk Plt

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan tidak akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur untuk wilayah DKI Jakarta. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik.

Akmal menyebut, meskipun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpapar Covid-19, ia masih dapat bertugas secara efektif.

Ia pun mengutip pernyataan Anies, yang menyatakan akan tetap bekerja dari rumah seara virtual. Bahkan, Anies memastikan, hal itu tidak akan mengganggu proses pengambilan keputusan dan pemerintah di DKI Jakarta.

“Statemen Pak Anies jelas ya, semoga beliau lekas sembuh,” kata Akmal melalui keterangan tertulis pada Selasa (01/12).

Lebih lanjut Akmal menerangkan, kebijakan untuk menunjuk Plt Gubernur diambil hanya ketika Kepala Daerah (KDH) yang bersangkutan berhalangan. “Apakah Pak Gubernur DKI berhalangan?” ucapnya.

Baca juga: Gubernur Anies Baswedan Positif Covid-19 

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan jika dirinya terinfeksi corona. Anise diketahui positif terpapar virus corona berdasarkan hasil tes usap PCR yang keluar pada Selasa (01/12) dini hari.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19. Melalui keterangan tertulis, ia menyatakan tetap dalam kondisi baik. Sesuai arahan dokter, saat ini Ariza menjalani isolasi mandiri.

“Alhamdulillah, meskipun hasil testing pada Jumat (27/11) kemarin menunjukkan positif Covid-19, namun kondisi saya tetap dalam keadaan baik dan terkendali,” kata pria yang akrab disapa Ariza, Minggu (29/11).

 

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC