Connect with us

Lifestyle & Sport

Cara Atasi Biang Keringat yang Mudah Muncul Saat Cuaca Panas

Published

on

Cara Atasi Biang Keringat yang Mudah Muncul Saat Cuaca Panas

Channel9.id-Jakarta. Belakangan ini, cuaca terik dan panas lebih sering terasa. Di saat-saat ini biasanya produksi keringat jadi meningkat. Nah, ada satu masalah kulit yang kerap muncul yaitu biang keringat.

Biang keringat muncul karena kelenjar keringat tersumbat sehingga keringat tak bisa keluar. Hal ini memicu kemunculan iritasi berupa ruam merah di kulit. Masalah ini tergolong ringan dan bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Meski begitu, kondisi tersebut membikin kulit jadi gatal-gatal bahkan perih. Tentu hal ini mengganggu. Untungnya, ada sejumlah cara yang bisa Kamu lakukan untuk mengatasi gejala akibat biang keringat, Simak tips berikut ini.

1. Kompres dingin
Untuk meringankan sensasi gatal, Kamu bisa mengompres dingin pada area kulit yang bermasalah. Caranya, Kamu bisa merendam kain bersih dengan air dingin atau bungkus es batu dengan kain, kemudian kompres biang keringat selama 20 menit.

2. Oleskan gel lidah buaya
Lidah buaya mengandung antiseptik yang bisa mencegah infeksi kulit dan memberi sensasi sejuk. Nah, penggunaan lidah biaya bisa mengurangi sensasi gatal-gatal pada biang keringat. Untuk menggunakannya, Kamu cukup oleskan gel lidah buaya pada bagian kulit yang bermasalah.

3. Oleskan oatmeal
Oatmeal kerap kali menjadi bahan perawatan dan pengobatan penyakit kulit. Hal ini, salah satunya, karena koloid yang dikandung oatmeal bisa berperan sebagai antioksidan dan antiperadangan. Tak heran bila oatmeal bisa dimanfaatkan untuk mengatasi biang keringat.

Untuk menggunakannya, campurkan 1-2 cangkir oatmeal ke dalam air hangat. Lalu gunakan air rendaman tersebut untuk mandi.

4. Oleskan pasta kayu cendana
Selain itu, menurut penelitan, kayu cendana juga bisa mengurangi sensasi terbakar dan nyeri yang kerap Kamu rasakan saat mengalami biang keringat. Cara memanfaatkannya, campur bubuk cendana dengan air mawar sampai mengental. Kemudian oleskan pada area biang keringat.

5. Mengoleskan calamine
Kamu juga mengoleskan obat calamine, baik yang berbentuk losion maupun salep, pada biang keringat. Kemudian biarkan hingga mengering. Kandungan zinc oxide pada obat ini bisa meredakan gatal dan iritasi.

6. Mengoleskan obat steroid
Selain itu, Kamu bisa mengoleskan obat steroid ringan, seperti hidrokortison, untuk mengatasi biang keringat. Obat ini bersifat antiperadangan sehingga bisa membantu meringankan gatal dan kemerahan.

Kamu bisa menemukan hidrokortison berbentuk krim di apotek. Untuk menggunakannya, cukup oleskan tipis pada biang keringat 1 – 2 kali sehari.

7. Minum obat antihistamin
Bukan hanya meringankan reaksi alergi, antihistamin juga bisa meringankan biang keringat. Obat ini akan mengurangi rasa gatal di kulit.

Itu dia deretan tips untuk mengatasi biang keringat. Namun, sebagai catatan, sebelum mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penggunaan obat yang benar-benar aman untukmu.

Selain itu, perlu diingat bahwa tak semua orang cocok menggunakan bahan-bahan alami. Terlebih bagi orang-orang yang memiliki alergi. Oleh karenanya, pastikan terlebih dahulu bahwa Kamu tak punya alergi. Atau, Kamu bisa konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Tips Makan Tetap Sehat Setelah Lebaran

Published

on

By

Tips Makan Tetap Sehat Setelah Lebaran

Channel9.id-Jakarta. Idul Fitri atau Lebaran memang telah sehari terlewat. Kiranya belum seminggu berlalu, makanan seperti opor ayam, rendang, ketupat hingga kue kering, masih tersaji di meja makan.

Meski menggugah sleera dan sayang dibuang, sebetulnya makanan tadi tak baik jika dimakan terlalu banyak. Pasalnya, selain berkalori tinggi, makanan tersebut juga tinggi lemak jenuh. Tentunya, jika pola makan tak dikontrol, berbagai risiko penyakit akan mengintai, misalnya kolesterol yang bisa membuat kepala pusing.

Nah, untuk menghindari segala risikonya, Kamu disarankan untuk menjaga pola makan sehat setelah Lebaran. Berikut ini tipsnya.

1. Menjaga kebutuhan cairan
Hal penting yang tak boleh Kamu lupakan adalah menjaga asupan cairan tubuh. Kamu sangata disarankan untuk minum air putih minimal 2 liter atau 8 gelas dalam satu hari. Dengan mencukupi kebutuhan cairan, tubuhmu menjadi segar dan terhidrasi sepanjang hari

1. Jaga asupan
Makanan yang melimpah dan banyak pilihan memang menggugah selera. Hasrat untuk memakannya pun semakin besar, karena Kamu lapar mata. Pola makanmu cenderung tak terkontrol.

Sebaiknya Kamu lebih perhitungan terhadap asupan makan dan lebih selektif memilih makan. Untuk menyiasatinya, lakukanlah kegiatan lain untuk mengalihkan lapar matamu. Misalnya membaca hingga mengobrol.

2. Batasi makanan berminyak dan tinggi lemak
Selama Lebaran, kebanyakan makanan berminyak dan tinggi lemak jenuh. Makanan seperti ini bisa memicu kenaikan berat badan, lo. Ditambah lagi dengan naiknya risiko terkena berbagai penyakit.

Makanan yang dimaksud misalnya rendang dan opor ayam. Meski begitu, bukan berarti Kamu dilarang memakannya. Kamu hanya cukup membatasi asupannya. Kamu disarankan untuk memakannya dalam porsi kecil.

3. Imbangi makan dengan sayur dan buah
Kamu boleh makan opor ayam dan rendang, namun perbanyaklah konsumsi sayur dan buah. Kedua jenis makanan ini membantu mencegah Kamu makan berlebihan. Pun bisa mengimbangi makanan berlemak saat Idulfitri.

4. Batasi makanan manis
Makanan yang manis seperti kue kering dan minuman dengan tambahan gula cepat meningkatkan kadar gula darah, lo. Nah, hati-hati berat badanmu bisa cepat naik, terlebih jika Kamu yang punya riwayat diabetes. Batasilah asupannya!

5. Makan perlahan
Otak membutuhkan waktu untuk mendapat sinyal bahwa Kamu sudah kenyang. Maka dari itu, makanlah perlahan. Hal ini membantumu untuk membatasi asupan makan agar tak berlebihan dan kekenyangan.

Jangan sampai Kamu terlalu kenyang karena berat badanmu bisa bertambah.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Hati-Hati Kalap, Perhatikan Pola Makan Ini Saat Lebaran

Published

on

By

Hati-Hati Kalap, Perhatikan Pola Makan Ini Saat Lebaran

Channel9.id-Jakarta. Setelah berpuasa sebulan penuh saat Ramadan, akhirnya Idul Fitri tiba pada Kamis (13/5) ini. Layaknya menyambut lembaran hidup baru, di momen yang paling di nanti ini, banyak orang saling bermaafan dan bersilaturahmi, atau berkumpul dengan keluarga.

Momen itu pun identik dengan makan-makan bersama. Sejumlah makanan seperti opor ayam, rendang, dan ketupat, umum disajikan di meja makan. Selain itu, ada pula kue-kue kering yang siap disantap kapan pun. Misalnya nastar, kue salju, lidah kucing, dan lain sebagainya.

Nyaris pasti Kamu jadi tergugah untuk melahap makanan apa pun yang Kamu lihat. Duh, Kamu bisa-bisa kalap dan kekenyangan karenanya.

Belum lagi jika makanan yang disajikan cenderung berminyak dan berlemak, serta tinggi gula dan kalori. Dampaknya, berat badanmu pun bisa naik dalam waktu singkat. Tentu jadi menyebalkan kalau Kamu sebelumnya menjalani diet. Bahkan, jika Kamu punya riwayat penyakit seperti kolesterol tinggi, Kamu bisa merasakan kambuhnya penyakit tersebut.

Maka dari itu, Kamu harus ingat dan tetap perhatikan pola makan sehat saat Idul Fitri. Bagaimana cara menjalaninya? Berikut ini tipsnya.

Sadar bila “lapar mata”
Kemungkinan besar makanan akan berlimpah di momen Idul Fitri. Camilan hingga makanan berat tersaji di depan mata. Kamu mungkin jadi lapar mata alias tergoda untuk makan karena melihat makanan tersebut. Padahal belum tentu Kamu lapar.

Jika sudah begitu, ingatlah bahwa Kamu harus jaga pola makan. Untuk mengantisipasinya, pilihlah hanya makanan favoritmu. Atur pula makan dengan porsi yang lebih kecil.

Batasi menu tertentu
Makanan saat Idul Fitri banyak yang bersantan dan manis. Makan bersantan mengandung lemak jenuh atau lemak tinggi yang bisa membuat kamu berisiko mengidap kolesterol. Sementara kelebihan makanan berisiko memunculkan penyakit diabetes, berat badan berlebih, dan kerusakan gigi.

Maka dari itu, batasilah asupan keduanya agar Kamu terbebas dari risikonya.

Perbanyak sayuran
Kamu disarankan untuk memperbanyak makanan berbahan sayur. Serat yang dikandung makanan ini membantumu merasa kenyang lebih lama sekaligus mencukupi kebutuhan gizimu.

Jika menu sayur mengandung kuah santan, kamu bisa mengurangi kuah santannya dan perbanyak porsi sayurannya. Cara ini membantumu untuk terbebas dari penyakit kolesterol.

Berhenti makan setelah kenyang
Mengabaikan rasa kenyang menjadi salah satu alasan mengapa berat badanmu naik setelah Idul Fitri. Kamu biasanya baru berhenti makan bila sudah terlalu kenyang.

Nah, Kamu bisa terus-terusan makan jika Kamu tak sadar kalau sedang dalam fase lapar palsu atau lapar mata. Maka dari itu, sekiranya Kamu sudah cukup makan, cobalah untuk mengalihkan perhatian dengan ngobrol atau minum air.

Perlu Kamu ketahui, otak membutuhkan waktu untuk mendapat sinyal bahwa perutmu sudah kenyang. Maka dari itu, perhatikan pola makanmu.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Pola Makan yang Bisa Ganggu Kualitas Tidur

Published

on

By

Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga

Channel9.id-Jakarta. Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga berat badan. Bahkan membantu proses penurunan berat badan bagi yang sedang menjalani diet.

Meski begitu, hubungan antara pola makan dan tidur yang penting itu kerap diabaikan. Padahal dengan memahaminya, Kamu berpeluang untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan optimal. Maka dari itu, ketahuilah bagaimana dan pola makan saja yang bisa memengaruhi kualitas tidur. Nah, simak penjelasan berikut ini.

1. Ngemil sebelum tidur
Journal of Clinical Sleep Medicane menunjukkan makan rendah serat dan lemak jenuh tinggi dikaitkan dengan tidur yang lebih ringan dan tak nyaman. Maka dari itu, ngemil junk food seperti donat, keripik, dan pizza akan merusak tidur nyenyakmu.

Jika memang ingin ngemil, sebaiknya pilihlah buah-buahan seperti kiwi—yang kaya antioksidan tinggi—yang mampu meningkatkan kualitas tidur dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

2. Sering mengonsumsi minuman olahan
Sama halnya dengan mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak jenuh, mengonsumsi minuman olahan tinggi gula juga punya dampak yang sama. Selain itu, varian minuman yang berkafein tinggi juga akan mengganggu siklus tidur, Kamu jadi sulit jatuh tidur.

Maka dari itu, Kamu lebih baik memilih minuman yang lebih sehat seperti secangkir susu hangat sebelum tidur. Minum susu bisa menenangkan dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Sering mengonsumsi karbohidrat olahan
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan seperti pasta, kerupuk, dan roti juga buruk bagi kualitas tidur. Makanan ini akan mengganggu tahap “tidur nyenyak” lantaran lonjakan gula darah, namun energi cepat menurun sehingga mengganggu ritme sirkadian.

Maka dari itu, Kamu disarankan untuk membatasi makanan jenis ini. Sebagai gantinya, pilihlah makanan berkarbohidrat namun tinggi serat seperti nasi merah dan biji-bijian agar gula darah tetap stabil
4. Makan makanan berminyak
Makanan yang digoreng dan berminyak lebih sulit dicerna. Sebab lemak yang dikandungnya memperlambat proses pengosongan lambung, sehngga jadi makanan bertahan lebih lama di perut. Nah, kondisi ini bisa mengganggu ritme sirkadian yang menyebabkan kantuk di siang hari dan kelaparan larut malam.

5. Mengonsumsi makanan pedas
Mengonsumsi makanan pedas akan memperburuk kualitas tidur. Terlebih lagi jika Kamu punya gangguan lambung seperti maag atau refluks lambung. Maka dari itu, sebaiknya hindari makanan jenis ini, terutama bila dikonsumsi menjelang tidur.

Pasalnya, capsaicin pada cabai atau paprika akan meningkatkan suhu internal tubuh. Padahal, untuk tidur nyenyak, tubuh harus dalam keadaan suhu normal. Selain itu, makan pedas menjelang tidur berisiko membuat asam lambung menjalar dari perut ke tenggorkan—yang kemudian memicu maag atau refluks lambung.

6. Minum alkohol
Kebiasaan minum alkohol meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kehangatan tubuh. Meski demikian, kemungkinan besar Kamu jadi sering terbangun beberapa jam kemudian setelah terlelap.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC