Connect with us

Techno

Cara Root HP Android Dengan Mudah, Bisa Langsung di Ponsel dan PC

Published

on

1. Dengan KingRoot

KingRoot dinilai sebagai aplikasi root Android terbaik saat ini. Hal ini karena KingRoot telah mendukung proses root lebih dari 100.000 tipe smartphone berbasis Android.

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mendownload terlebih dahulu aplikasi KingRoot di HP. Kamu dapat mendownload aplikasinya di web resmi KingRoot.

Setelah download aplikasinya, kamu dapat langsung menginstall aplikasi tersebut. Cara menginstallnya seperti menginstall aplikasi pada umumnya di Android.

Setelah itu buka aplikasi yang telah terinstall maka model perangkatmu akan otomatis terpindai. Jika perangkatmu terdukung, maka kamu akan langsung dapat me-root perangkat Androidmu.

2. Dengan FramaRoot

Aplikasi ini tak jauh beda dari KingRoot. Jika kamu gagal me-root perangkatmu dengan KingRoot, mungkin FramaRoot dapat menjadi pilihanmu. FramaRoot sudah sering digunakan oleh para pengguna Android yang ingin mer-root perangkatnya.

Untuk penggunaannya sama seperti aplikasi rooting lainnya. Kamu harus mendownloadnya terlebih dahulu lalu menginstallnya. Setelah terinstall kamu dapat langsung membuka aplikasi teresebut. Berikut Cara Root HP Android Tanpa PC dengan FramaRoot :

• Setelah membuka aplikasi, kamu akan menemukan pilihan Select an action to execute after root dengan dua pilihan yang ada, yaitu Superuser dan SuperSU. Keduanya sama saja. Kamu dapat memilih salah satu di antaranya.

• Lalu pilih opsi Gandalf atau Aragorn fungsinya pun sama saja.

• Setelah itu secara otomatis perangkat akan melakukan rooting. Tunggu beberapa saat. Untuk tiap tipe Android berbeda-beda waktu rootingnya.

• Perangkatmu telah selesai ter-root.

3. Dengan KingoRoot

Proses root dengan aplikasi ini juga terbilang mudah dan gampang. Kamu cukup download dan install aplikasinya di perangkatmu. Lalu tinggal klik pilihan One Click Root maka perangkatmu akan otomatis melakukan rooting. Tunggu beberapa saat dan perangkatmu telah berhasil ter-root.

Demikian cara root HP Android tanpa PC dengan beberapa aplikasi. Meskipun mudah kamu tetap harus siap menerima segala kemungkinan yang akan terjadi pada Androidmu bisa berhasil, bisa juga gagal dan membuat HP-mu tak dapat dioperasikan lagi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Dalam 2 Tahun Siaran TV Digital Harus Mengudara, KPI Usulkan Pembentukan Tim Digital Nasional

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merinci bahwa migrasi TV analog ke digital (Analog Switch Off/ASO) paling lambat selesai pada 2 November 2022. Rencana ini pun dibarengi dengan penghentian siaran TV analog secara total oleh pemerintah.

Guna mewujudkan rencana tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengusulkan pembentukan Tim Digital Nasional.

“KPI mendukung terjadinya Analog Switch Off yaitu beralihnya siaran analog kepada siaran digital sepenuhnya pada 2 November 2022. Waktu itu merupakan konsekuensi dari pemberlakuan Undang-undang nomor 11 tahun 2022 tentang Cipta Kerja, yang memberi batas waktu selama dua tahun untuk siaran analog,” tutur Ketua KPI Agung Suprio, Jumat (4/12).

Baca juga : Banyak Data Tercecer, BigBox Telkom Bantu Wujudkan Satu Data Indonesia

Agung mengatakan bahwa masyarakat harus memiliki perangkat dekoder atau televisi yang sudah didukung teknologi digital supaya bisa mendapat siaran digital. Ia melanjutkan, dengan siaran digital, masyarakat bisa menonton siaran televisi dengan jernih dan bersih tanpa harus berlangganan atau berbayar.

Ia pun menyebut siaran TV digital bisa menunjang pemerataan informasi ke seluruh wilayah Indonesia. Sebab saat ini siaran TV analog masih terdapat daerah yang tak menerima siaran sama sekali, bahkan di daerah perbatasan malah mendapat siaran dari negara tetangga. “Dengan demikian, migrasi dari siaran analog ke digital ini sangat erat kaitannya dengan pertahanan Nasional,” imbuh dia.

Lantas KPI memandang migrasi siaran analog ke digital ini secara strategis. Bukan hanya soal pemerataan informasi, melainkan juga bisa menciptakan diversifikasi konten penyiaran agar pilihan tontonan masyarakat lebih banyak.

“Oleh karena itu, KPI mengusulkan dibentuknya Tim Digital Nasional agar proses migrasi ini dapat sukses paripurna,” tandas Agung

(LH)

Continue Reading

Techno

Banyak Data Tercecer, BigBox Telkom Bantu Wujudkan Satu Data Indonesia

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi disusul oleh meningkatnya penetrasi digital di kalangan masyarakat Indonesia. Sayangnya, kondisi ini tidak dibarengi dengan ajegnya pengelolaan data. Sehingga hal ini membuat data yang tersebar tak terintegrasi, tak ada standardisasi dan kesulitan interoperabilitas data. Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi industri terkait.

Perusahaan telekomunikasi Telkom berupaya menjawab tantangan tersebut dengan memperkenalkan layanan BigBox. BigBox sendiri ialah layanan end-to-end big data yang diproduksi Amoeba, sebagai inkubasi model startup internal perusahaan.

Baca juga : Migrasi Siaran TV Analog ke Digital wajib Selesai pada November 2022

Layanan tersebut disebut bisa menjadi solusi big data analytics, khususnya untuk program Satu Data Indonesia yang dicetuskan pemerintah. Layanan ini menargetkan instansi hingga korporasi di Indonesia.

“Melalui BigBox kami juga mendorong digital talent di Telkom dan BUMN untuk bisa bersama menggali potensi big data ini dan mampu menghadirkan layanan terbaik untuk semua,” ujar Direktur Utama Ririek Adriansyah saat diskusi daring, Rabu (2/12).

Adapun data yang didapat berdasarkan data dari International Data Center (IDC) Benchmark Analysis Report November 2020—yang memiliki produk kunci seperti data integration, data lake, workflow management, search engine, data exploration & insight, real time dashboard, API factory, dan crawling engine.

Laporan IDC itu didasarkan produk horizontal platform BigBox yang terdiri dari 8 modul (BigLake, BigSpider, BigAction, BigSearch, BigQuery, BigBuilder, BigFlow, dan BigEnvelope).

Tak hanya itu, BigBox pun punya vertical platform, yaitu social media analytic platform (BigSocial), e- commerce analytic platform (BigCommerce) dan one data management platform (BigOne).

Sementara itu, Telkom akan mengusung BigOne agar menjadi platform berskala nasional, Satu Data Indonesia.

BigBox dipercaya bisa memenuhi semua kebutuhan dalam mewujudkan rencana pemerintah itu. Mulai dari lingkungan data yang terintegrasi dan mudah diakses, pengolahan data, analitik yang akurat dan dipertanggungjawabkan, hingga menghasilkan insight untuk pengambilan keputusan serta API (Application Programming Interface) marketplace yang memudahkan data dibagi.

Sejatinya, inisiatif untuk menghadirkan BigBox juga dicetuskan Presiden Joko Widodo pada 12 Juni 2019 lalu, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Di sini tertulis soal kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang terintegrasi, akurat, mutakhir, terpadu, dan bisa dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagi-pakaikan.

Inisiatif tersebut ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintahan. Tak hanya sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, namun juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap data publik.

Continue Reading

Techno

Migrasi Siaran TV Analog ke Digital wajib Selesai pada November 2022

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Beberapa waktu lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyampaikan bahwa TV analog akan dimatikan total secara bertahap dan akan rampung pada 2022.

Teranyar, Menteri Kemkominfo Johnny G. Plate merinci bahwa televisi analog wajib dihentikan paling lambat pada 2 November 2022 pukul 24.00 WIB dan dialihkan menjadi televisi digital. “Sesuai dengan rancangan aturan teknis, Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), dan Lembaga Penyiaran Komunitas jasa penyiaran televisi,” sambungnya saat siaran pers , Rabu (2/12).

Rancangan tersebut merupakan bagian dari dua peraturan pemerintah (PP) yang sedang dibahas Kemkominfo. Adapun dua PP ini merupakan turunan UU Omnibuslaw Ciptaker, yang mengamanatkan migrasi televisi analog ke digital.

Baca juga: Meski Migrasi ke TV Digital, Siaran TV Kabel Tetap Bisa Akses 

Adapun dua aturan itu terdiri dari peraturan norma standar izin usaha (Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Norma Standar Prosedur Kriteria Perizinan Berusaha/ RPP NSPK) dan aturan pelaksanaannya (Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Sektor Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran/ RPP Teknis).

Migrasi siaran analog ke digital ini berlaku untuk penyelenggara siaran milik pemerintah (LPP TVRI) dan swasta (LPS). Nantinya pelaksanaan digitalisasi siaran TVRI akan dilakukan oleh Menteri tanpa evaluasi dan seleksi. Sementara, penetapan Penyelenggara Multipleksing (MUX) untuk LPS harus diseleksi dan dievaluasi oleh Menteri lebih dahulu.

Johnny menjelaskan bahwa seleksi dilakukan pada wilayah layanan siaran yang belum ditetapkan Penyelenggara MUX, selain LPP TVRI. Sedangkan evaluasi berlaku untuk LPS yang telah melakukan investasi dan telah menyelenggarakan MUX sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, Kemkominfo pun berkomitmen akan memberi bantuan alat bantu penerimaan siaran digital (set-top-box) kepada rumah tangga miskin. Biaya untuk bantuan penyediaan STB ini akan diambil dari komitmen Penyelenggara MUX. Namun, jika dana tak cukup, maka pemerintah akan menggunakan APBN dan/atau sumber lainnya yang sah.

“Prioritasnya tetap berasal dari Komitmen para Penyelenggara MUX, sedangkan APBN hanya sebagai jalan terakhir jika penyediaan set-top-box dari komitmen Penyelenggara MUX tidak mencukupi,” terang Johnny.

Penyediaan tersebut, menurut Johnny, sesuai amanat UU Cipta Kerja. Ia pun berharap penyusunan kedua rancangan PP tersebut segera rampung paling lambat tiga bulan sejak UU Cipta Kerja berlaku pada 1 Februari 2021.

UU Cipta Kerja yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu mewajibkan televisi analog beralih ke televisi digital. Ini tertuang di ayat 2 pasal 60A yang menyebutkan bahwa migrasi penyiaran televisi terestial dari teknologi analog ke teknologi digital sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan penghentian siaran analog (analog switch off) diselesaikan palong lambat 2 (dua) tahun sejak mulai diberlakukan UU Ciptaker.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC