Channel9.id – Jakarta. Perajin tempe di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami peningkatan produksi setelah terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya Sholikin, warga Desa Semen, yang mencatat lonjakan produksi hingga dua kali lipat sejak menerima pesanan dari dapur MBG.
Sholikin telah enam tahun menjalankan usaha tempe yang dirintis dari nol dengan memasarkan produk ke warung, toko sayur, hingga pasar tradisional. Dalam kondisi normal, produksinya meningkat bertahap dari 15–20 kilogram menjadi sekitar 40–45 kilogram per hari seiring bertambahnya pelanggan.
Program MBG disebut menjadi faktor pendorong tambahan bagi peningkatan produksi tersebut meski baru melayani satu dapur. Permintaan yang meningkat juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar untuk terlibat dalam proses produksi.
“Alhamdulillah dampaknya positif. Kalau ada pemesanan itu ya (kenaikannya) ada 100 persen,” ujar Sholikin, sebagaimana disiarkan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, dikutip Selasa (21/4/2026).
Ia menilai program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu, ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dengan dukungan solusi keberlanjutan bagi para pekerja.
“Kalau bisa diadakan terus program MBG. Kalau nantinya tidak ada, ya bagaimana solusinya pemerintah mencarikan mata pencaharian lain bagi mereka yang bekerja di SPPG atau dibukakan lapangan pekerjaan lain,” jelas dia.
Sholikin juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan program tersebut. Ia berharap program MBG berjalan lancar dan semakin luas memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pak Prabowo, terima kasih atas programnya. Semoga ke depan semakin lancar dan enggak ada masalah-masalah apa pun,” pungkasnya.
HT





