Channel9.id – Jakarta. Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Filipina berdampak di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, sebanyak 45 rumah warga mengalami rusak ringan dengan rincian 11 rumah di Kabupaten Kepulauan Talaud dan 34 rumah di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Selain 34 rumah, di Kabupaten Kepulauan Sangihe juga terdapat 2 gereja, 1 masjid, 1 sekolah, dan 1 rumah dinas yang juga mengalami kerusakan. Wilayah yang terdampak yaitu Kampung Kawio, Matutuang, Marore, Bira, Batu Wingkung, Tambung, Santiago, Kolongan Beha, hingga Kecamatan Kendahe.
“Selain itu satu unit rumah sakit di Desa Mala, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud dan satu gudang Pelabuhan Perintis di Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud juga mengalami kerusakan,” kata Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, Senin (8/6/2026).
Akibat bencana tersebut, tercatat sebanyak 1.160 jiwa terpaksa mengungsi dengan rincian 480 jiwa dari Kampung Kawio dan 680 jiwa dari Kampung Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Adolf mengatakan bahwa rata-rata pengungsi mengungsi ke rumah saudara. Namun, ada juga yang ke kantor pemerintahan, seperti Kantor Bupati Sangihe.
Hingga saat ini masih belum ada laporan korban jiwa.
“Namun kami masih terus mendata dan akan memperbaharui data tersebut dengan berkoordinasi dengan BPBD kabupate/kota terdampak,” ucapnya.
Diketahui, gempa dangkal berkekuatan magnitudo 7,7 di Filipina yang terjadi pada pukul 06.37 WIB tersebut sempat memicu kekhawatiran warga. Gempa ini bahkan sempat memicu peringatan dini tsunami di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara.
Berdasarkan data pemutakhiran sensor alat pengukur pasang surut (tide gauge), tsunami kecil sempat terdeteksi mendarat di beberapa titik, dengan ketinggian gelombang tertinggi mencapai 0,75 meter di Talengan, Kepulauan Sangihe.
BMKG kemudian mencatat ada 20 gempa susulan atau after shurt dengan magnitudo 3,9 sampai 6,7 dan gempa yang dirasakan.
HT





