Channel9.id, Jakarta. Pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) menjadi langkah lanjutan dalam penguatan ekosistem bullion nasional setelah layanan Bullion Bank beroperasi selama satu tahun. Kehadiran asosiasi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola industri, mendorong standardisasi, serta meningkatkan daya saing pasar emas Indonesia di tingkat global.
Inisiatif pembentukan IBMA muncul di tengah pertumbuhan industri bullion nasional sejak Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan Bullion Bank pada 2025. Dalam kurun waktu setahun, pengelolaan emas melalui lembaga bullion menunjukkan peningkatan.
Pegadaian saat ini mengelola sekitar 153 ton emas, sedangkan Bank Syariah Indonesia (BSI) mengelola sekitar 24 ton emas. Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan bertambahnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion sekaligus memperlihatkan potensi emas sebagai instrumen investasi dan penggerak ekonomi.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, penguatan tata kelola industri dinilai menjadi kebutuhan untuk menciptakan ekosistem bullion yang lebih terintegrasi, transparan, dan efisien. Melalui IBMA, para pelaku industri diharapkan memiliki wadah kolaborasi dalam penyusunan standar industri, pengembangan pasar, hingga penguatan sinergi antarpemangku kepentingan.
Pembentukan asosiasi tersebut turut menjadi pembahasan dalam pertemuan yang digelar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria bersama jajaran Pegadaian dan BSI pada Kamis (16/7). Pertemuan tersebut membahas perkembangan pembentukan IBMA beserta langkah strategis untuk memperkuat tata kelola dan standardisasi industri emas nasional.
“Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar. Ini bukan cuma soal perdagangan emas, tapi juga bagaimana emas bisa jadi penggerak ekonomi nasional,” ujar Dony seperti dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Jumat (17/7/2026).
Ke depan, sinergi antara BP BUMN, Danantara, Pegadaian, dan BSI melalui pembentukan IBMA diharapkan dapat mempercepat hilirisasi emas, memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas, meningkatkan produktivitas aset emas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar bullion di kawasan Asia Tenggara.
Pembentukan IBMA juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri emas yang lebih modern dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.





