Connect with us

Hot Topic

Densus 88 Polri Diturunkan Selidiki Insiden Penusukan Syekh Ali Jaber

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Densus 88 antiteror Polri diturunkan untuk menyelidiki insiden penusukan Syekh Ali Jaber. Tak hanya Densus 88, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, penyidik dari Polri juga diturunkan untuk mengetahui apakah tersangka bergerak sendiri atau ada perintah.

“Penyidik dari Mabes Polri dan Densus juga turun ke sana (Lampung). Ingin melihat apakah tersangka ini melakukannya sendirian atau ada yang menyuruh atau ada orang lain,” kata Argo dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu (16/9).

Sampai saat ini, penyidik dari Polda Lampung sudah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi. Saksi-saksi ini terdiri dari keluarga, saksi di tempat kejadian perkara, kemudian saksi dari panitia.

Mereka sudah mendapatkan hasil dari pemeriksaan baik saksi dan tersangka. Penyidik Polda Lampung lalu menaikkan ke tingkat penyidikan serta telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

“Penyidik Polda Lampung sudah melakukan gelar perkara dan sudah menaikkan ke penyidikan dan sudah mengirimkan SPDP ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Balas Iwan Pranoto, Jimmy Paat: Semua Pelajaran Wajib Dipelajari dan Anak Berhak Mendapatkannya

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Pengamat Pendidikan Jimmy Paat menanggapi pernyataan guru besar Matematika ITB, Iwan Pranoto. Bagi Jimmy, semua pelajaran yang diberikan di sekolah wajib (hukumnya) dipelajari dan anak berhak mendapatkan yang wajib itu.

“Ambil contoh, mata pelajaran musik itu wajib dan anak berhak memperoleh pelajaran itu,” kata Jimmy, Sabtu (19/9).

Iwan sebelumnya menyampaikan, keinginan anak untuk belajar dari mata pelajaran apapun seharusnya tidak diwajibkan, termasuk mata pelajaran sejarah. Menurut Iwan, anak berhak memilih pelajaran yang diambil.

Hal itu diungkapkan usai Kemendikbud berencana menyederhanakan kurikulum nasional. Salah satu imbasnya, mata pelajaran sejarah menjadi mata pelajaran pilihan di kelas XI dan XII.

Jimmy menilai, hal itu menunjukan cara pemerintah yang melawankan konsep wajib dengan pilihan. Hal itu mempengaruhi pandangan anak-anak.

“Hanya karena ada pandangan, konsep wajib dilawankan dengan pilihan maka begini jadinya: anak-anak terbawa ke pandangan itu, pandangan yang diresmikan oleh pembuat keputusan pendidikan,” ujarnya.

Padahal, menurut Jimmy, masalah sebenarnya terletak pada pertanyaan yang selama ini dipertanyakan ahli-ahli sosiologi pendidikan di Indonesia, yakni atas dasar apa mengisi konten dalam pelajaran yang dipilih.

“Di Indonesia juga begitu kan? Hanya memang yang dipertanyakan orang-orang sosiologi pendidikan: ” atas dasar apa isi “itu” dalam pelajaran “X” yang dipilih bukan isi “ini” dalam pelajaran “X”. Jadi dari sudut sosiologi pendidikan persoalannya ada pada pengetahuan resmi di kurikulum,” ujarnnya.

“Dengan begitu kita sebagai guru patut melontarkan pertanyaan yang diformulasi Michael Apple dengan indah yaitu pengetahuan siapa yang kita ajarkan kepada anak,” kata Jimmy.

Menurut Jimmy, pertanyaan seperti itu bermakna bagi seorang guru di tengah kemajuan informasi.

“Dan pengetahuan yang datang tanpa henti menerjang kita sebagai guru dan murid. Tentu yang saya kemukakan ini untuk mendukung apa yang sedang dikemukakan para guru sejarah, asosiasi guru sejarah Indonesia (Menolak rencana kemendikbud menghapuskan mapel sejarah),” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Kasus Baru Covid-19 Bertambah 4.168

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan pada hari ini, Sabtu (19/09) terjadi penambahan pasien Covid-19 dalam jumlah cukup tinggi. Berdasarkan data hingga Sabtu, 19 September 2020 pukul 12.00 WIB, terdapat 4.168 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 240.687 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Selama sepekan terakhir, tambahan kasus positif Covid-19 secara harian terus berada di angka 3.000 kasus per hari. Rekor harian sebelumnya pada 16 September sebanyak 3.963 kasus, memecahkan rekor sebelumnya pada 10 September dengan jumlah 3.861 kasus.

Baca juga: Rektor IPB Arif Satria Positif Covid-19

Sementara itu, pasien sembuh Covid-19 bertambah sebanyak 3.576 orang. Dengan demikian, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 174.350 orang.

Namun, penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia juga bertambah. Pada periode 18 – 19 September 2020, ada 112 pasien Covid-19 yang tutup usia. Dengan demikian, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 9.448 orang.

DKI Jakarta masih berada di posisi teratas dengan 59.840 kasus Covid-19. Selanjutnya Jawa Timur dengan 390.993 kasus, Jawa Tengah sebanyak 18.942 , dan Sulawesi Selatan dengan 14.026 kasus.

Namun DKI Jakarta juga mencatat pasien Covid-19 tertinggi yakni 46.151 orang. Kemudian Jawa Timur dengan 32.393 pasien sembuh, Jawa Tengah 12.282 pasien sembuh, Sulawesi Selatan sebanyak 10.421 dan Jawa Barat sebanyak 8.938 pasien sembuh.

Sementara itu, pasien meninggal akibat Covid terbanyak di Jawa Timur sebanyak 2.922 orang. Disusul DKI Jakarta sebanyak 1.517 pasien meninggal, Jawa Tengah 1.203 orang, Sulawesi Selatan 387 orang, dan Jawa Barat 311 pasien Covid-19 meninggal dunia.

Continue Reading

Hot Topic

Rektor IPB Arif Satria Positif Covid-19

Published

on

By

Rektor IPB Arif Satria

Channel9.id-Jakarta. Rektor Institut Pertanian Bogor IPB, Prof.Dr. Arif Satria terkonfirmasi positif Covid-19 usai berinisiatif melakukan swab test pada Jumat 18 September 2020. Hal itu diungkapkan Arif melalui Biro Komunikasi IPB dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/09).

“Saya melakukan test swab pada tanggal 18 September dan ternyata hasilnya dinyatakan positif,” tulis Arif.

Namun, ia menegaskan masih merasa dalam kondisi fisik yang baik dan tetap dapat beraktivitas juga melaksanakan tugasnya sebagai Rektor melalui koordinasi secara virtual.

Baca juga: Ketua KPU Arief Budiman Positif Covid-19

Arif menuturkan, dirinya akan melakukan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri sampai dengan dinyatakan sembuh.

“Mohon doanya semoga Allah memberi karunia kesehatan, dan saya pun mendoakan agar kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan, sehingga kita bisa terus beraktivitas, berinovasi dan saling menginspirasi,” sambungnya.

Arif memutuskan untuk memperpanjang dan memperketat Masa Pembatasan Masuk Kampus, terhitung 14 hari sejak hari ini, Sabtu 19 September 2020.

Dalam pesannya, Arif menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada civitas IPB atas segala upaya untuk menjaga kesehatan pribadi maupun keluarga dan kondusivitas kampus IPB dengan menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC