Channel9.id-Jakarta. Kita patut memberi apresiasi tinggi kepada Derry Rulita Panjaitan yang membawa lagu Man Upon the Hill yang dipopulerkan oleh Stars and Rabbit ke panggung Karaoke World Championships (KWC) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat. Lagu dari kelompok musik asal Yogyakarta tersebut dibawakan Derry pada babak kedua kompetisi, sekaligus menjadi pilihan untuk memperkenalkan karya musisi Indonesia kepada penonton internasional.
Pemilihan lagu itu sejalan dengan tema babak kedua yang meminta peserta menghadirkan lagu dengan latar belakang alam dan budaya negara masing-masing. Menurut keterangan KWC Indonesia, Man Upon the Hill menjadi pilihan Derry dalam babak tersebut. Lagu ini mencantumkan Elda Suryani dan Adi Widodo sebagai komposer, sementara liriknya ditulis oleh Elda Suryani.
Melalui penampilannya, Derry membawa karya musik Indonesia ke kompetisi internasional yang mempertemukan penyanyi dari berbagai negara. Pilihan lagu tersebut juga mendapat tanggapan dari Lucky Octavian, mantan peserta Indonesian Idol sekaligus juri KWC, yang berharap Derry dapat menyampaikan interpretasinya secara personal.
“Pilihan lagu Man Upon the Hill oleh Derry merupakan kesempatan untuk berbagi sesuatu yang bersifat pribadi, sekaligus memperkenalkan karya lagu dari Indonesia kepada dunia. Saya berharap ia percaya pada interpretasinya sendiri dan membiarkan penonton terhubung dengan kisah yang ingin ia sampaikan,” ujar Lucky.
Selain berharap Derry dapat membawakan lagu pilihannya dengan penuh keyakinan, Lucky juga menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat ‘Indonesia. Menurutnya, semangat dari Tanah Air bisa menjadi hal berarti bagi seseorang yang sedang berkompetisi jauh dari rumah.
Pesan saya untuk Derry adalah tetap fokus, nikmati panggungnya, dan bernyanyilah dengan penuh keyakinan. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, mohon dukung Derry dengan doa dan semangat. Mengetahui bahwa orang-orang di tanah air memberikan dukungan akan sangat berarti saat seseorang tampil jauh dari rumah,” tambah Lucky.
Sejalan dengan pesan tersebut, KWC Indonesia mengajak masyarakat umum, komunitas musik, serta diaspora Indonesia untuk memberikan dukungan kepada Derry selama mengikuti kompetisi. Doa dan pesan penyemangat diharapkan dapat membantunya menjaga kesehatan, ketenangan, serta kepercayaan diri agar bisa memberikan penampilan terbaik.
Perjalanan Derry di KWC 2026 juga melanjutkan jejak prestasi penyanyi Indonesia dalam kompetisi tersebut. Shabrina Leonita berhasil meraih gelar juara dunia kategori solo pada 2021, kemudian Keke Adiba menyusul dengan kemenangan pada 2022. Hasil tersebut menjadikan Indonesia juara dunia kategori solo KWC selama dua tahun berturut-turut.
Keberhasilan Shabrina dan Keke menjadi inspirasi bagi penyanyi Indonesia yang ingin bersaing di panggung internasional. Partisipasi Derry pun menjadi kesempatan untuk meneruskan semangat tersebut sekaligus memperkenalkan kreativitas musik Indonesia kepada masyarakat dunia.
Bagi KWC Indonesia, kompetisi ini bukan hanya tentang menunjukkan kemampuan bernyanyi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persahabatan dengan para penampil dari berbagai negara. Melalui lagu yang dibawakannya, Derry turut membawa karya musisi Tanah Air ke ajang tersebut.
Karaoke World Championships (KWC) merupakan kompetisi menyanyi internasional yang didirikan di Finlandia pada 2003. Ajang ini mempertemukan penyanyi dari berbagai negara untuk menunjukkan bakat, berbagi kecintaan terhadap musik, dan menjalin persahabatan. Babak final dunianya telah diselenggarakan di sejumlah negara.
Pada 2026, KWC World Finals berlangsung di Veil Pavilion, Las Vegas, Amerika Serikat, pada 25-29 Oktober, dengan babak kompetisi digelar pada 26-29 Oktober. Penyelenggaraan ke-24 ini diikuti peserta dari 24 negara, termasuk Indonesia, dengan kategori solo dan duet.
Derry tercatat sebagai wakil Indonesia dalam kategori solo. Keikutsertaannya menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di panggung internasional, meneruskan rekam jejak prestasi Indonesia, dan memperkenalkan karya musik Tanah Air kepada penonton dari berbagai negara.
Kontributor: Akhmad Sekhu




