Channel9.id – Jakarta. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan Indonesia berhasil menurunkan luas lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 86 persen dalam satu dekade terakhir.
Hal itu disampaikan dalam United Nations Forum on Forests (UNFF) yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Senin (11/5/2026) waktu setempat.
Menurut data Kemenhut, luas karhutla pada 2025 tercatat sebesar 359.619 hektare atau turun dibandingkan 2,6 juta hektare pada 2015. Pemerintah menyebut penurunan tersebut didukung penguatan sistem peringatan dini dan pengawasan di kawasan hutan.
“Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen terhadap pengelolaan hutan secara berkelanjutan sebagai bagian integral dari aksi iklim, konservasi biodiversitas, ketahanan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan,” kata Raja Juli.
Selain penurunan karhutla, pemerintah juga menyampaikan komitmen rehabilitasi 12 juta hektare lahan kritis melalui kemitraan dengan komunitas lokal dan pihak swasta. Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari target Global Forest Goals 2030 dalam UN Strategic Plan for Forests 2017–2030.
Raja Juli mengatakan pemerintah saat ini juga tengah memproses pengakuan 1,4 juta hektare hutan adat hingga 2029. Upaya itu dilakukan melalui satuan tugas yang melibatkan organisasi masyarakat sipil sebagai bagian dari pengelolaan hutan yang inklusif dan partisipatif.
“Dan kami juga memperluas program perhutanan sosial sebagai pemberdayaan bagi para pemuda dan masyarakat adat,” ujar Raja Juli.
Pemerintah juga menyampaikan penguatan kebijakan satu peta terpadu dan peningkatan kolaborasi lintas sektor untuk melindungi habitat satwa liar. Selain itu, Kementerian Kehutanan membentuk satuan tugas pendanaan taman nasional guna mendukung pengelolaan kawasan konservasi.
“Selain itu, kami juga membentuk satuan tugas pendanaan taman nasional untuk meningkatkan pengelolaan taman nasional,” tutur Raja Juli.
HT





