Connect with us

Politik

Diduga Dianiaya Napoleon, DPD RI: M. Kece Korban Hukum Tebang Pilih

Published

on

Polri: M Kece Ditangkap di Tempat Persembunyian

Channel9.id – Jakarta. Anggota Komite I DPD RI, Abdul Rachman Thaha menyatakan tersangka kasus penistaan agama, Muhammad Kace merupakan korban kerja hukum yang tebang pilih.

Menurutnya, Kace mendapatkan perlakuan yang berbeda dibandingkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mendapatkan perlakuan istimewa saat tersandung kasus penistaan agama pada 2017.

“Dia [Ahok] tidak ditahan walau sudah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama. Bahkan, setelah jatuh vonis bersalah, Ahok tidak dipenjara bersama para napi lainnya. Mengapa Kace dan Ahok diberikan perlakuan berbeda?” kata Abdul dalam keterangannya, Senin (20/9).

“Kace seperti berstatus ganda. Dia tersangka pelaku penistaan agama. Dia juga korban kerja hukum yang tebang pilih,” imbuhnya.

Ia berkata, nasib Kace yang mengalami tindak penganiayaan dari sesama penghuni penjara menyadarkan bahwa Ahok akan mengalami tindakan serupa bila menghuni penjara yang tidak diistimewakan.

Baca juga: M Kece Diduga Dianiaya Irjen Napoleon, Polisi Periksa 7 Saksi Hari Ini

Menurutnya, Kace tidak akan menjadi objek pemberitaan seperti saat ini bila mendapatkan perlakuan yang istimewa seperti yang diberikan kepada Ahok.

“Remuk redam dilibas sesama tahanan ataupun narapidana. Pada satu sisi, kasihan Kace, kalau saja dia memperoleh privilege seperti yang dulu diberikan ke Ahok, dengan kata lain tidak ada diskriminasi perlakuan hukum, Kace tidak akan menjadi objek berita hari ini,” tutur Abdul.

Ia menyatakan, kasta dalam kehidupan para tahanan atau narapidana di penjara merupakan hal yang sudah menjadi rahasia umum. Menurutnya, penjahat kejahatan seksual berada di kasta terendah, sedangkan narapidana kasus politik berada di kasta tertinggi. Ia menduga, aksi Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte memukuli Kace menunjukkan bahwa narapidana kasus penistaan agama menjeadi kasta yang lebih rendah dibandingkan narapidana kejahatan seksual.

“Aksi Napoleon menjadi preseden bagi munculnya kasta baru yang lebih rendah lagi daripada yang terendah, yaitu narapidana penistaan agama,” katanya.

Abdul meminta agar sanksi pidana bagi pelaku penistaan agama patut dibuat lebih berat dalam revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan bahwa pemukulan terhadap Kace oleh Napoleon terjadi saat Kace baru masuk ke tahanan. Perkara ini sudah masuk tahap penyidikan oleh pihak kepolisian.
Napoleon sendiri mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa pemukulan terhadap Kace dilakukan lantaran dirinya merasa kecewa dengan konten-konten Kace yang menyinggung Islam. Baginya, konten-konten yang dibuat Kace di media sosial YouTube membahayakan persatuan, kesatuan dan kerukunan umat beragama. Hal itu menjadi salah satu alasan dirinya melakukan penganiayaan meski Kace kini telah diproses hukum oleh kepolisian.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

PAN Respons Pernyataan Menag soal Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ketua Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, menilai pernyataan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas soal Kemenag merupakan hadiah negara untuk NU tidak memiliki landasan historis yang benar. Faktanya, dikatakan Saleh, ada banyak ormas dan elemen umat Islam yang sama-sama ikut berjuang untuk kemerdekaan, untuk persatuan Indonesia.

“Termasuk dalam hal ini, seluruh umat beragama yang ada di Indonesia. Mereka adalah bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dengan sejarah Indonesia,” ujar dia, Senin (25/10).

Saleh pun meminta agar Menag meminta maaf untuk mengakhiri polemik dan kontroversi ini. Hal itu merupakan sikap terbaik yang perlu dicontohkan para tokoh dan pejabat.

Baca juga: Kemenag Terjunkan Tim Kaji Masalah Rekrutmen NII di Garut

“Sebaiknya, minta maaf saja. Atau meluruskan mispersepsi yang ada. Itu tidak akan mengurangi apa pun. Justru, bisa menaikkan wibawa dan sikap kenegarawanan,” tuturnya.

Selain itu pernyataan itu juga dinilai dapat menimbulkan sikap eksklusivitas di tengah masyarakat. Ia khawatir hal tersebut akan mendorong munculnya sekelompok orang tertentu yang merasa lebih hebat dari kelompok lainnya.

“Kalau disebut hadiah bagi NU, terkesan bahwa Gus Yaqut ingin mengatakan bahwa Kementerian Agama hanya milik NU saja. Kelompok lain hanya pelengkap dan bagian yang diatur. Tidak memiliki peran dan partisipasi apa pun dalam konteks membangun kehidupan umat beragama di Indonesia,” kata Saleh.

Ia berharap Presiden Jokowi dapat menegur dan memberikan peringatan kepada Menag. Sebab, pernyataan-pernyataan demikian dinilai dapat menjadi preseden buruk di kemudian hari.

“Bisa saja akan muncul elemen dan ormas lain yang mengklaim mendapat hadiah kementerian lain. Misalnya, mendapat hadiah kementerian pendidikan, kementerian kesehatan, kementerian sosial, dan lain-lain. Dengan begitu, persoalan akan menjadi pelik dan runyam. Karena itu, klaim-klaim seperti ini harus dihentikan agar semua pihak merasa nyaman dan tidak terganggu. Harus dipastikan bahwa kementerian agama adalah milik semua rakyat,” ucapnya.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Pengamat Sebut Prabowo Favorit Milenial dalam Pilpres 2024

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bakal menjadi pilihan milenial dan generasi Z dalam pemilihan presiden 2024. Hal tersebut lantaran karakter Prabowo yang tidak banyak pencitraan dan fokus bekerja.

“Data itu berdasarkan hasil laporan jajak pendapat Libang Kompas. Jadi, Prabowo tak banyak Gimmick. Lurus saja bekerja tanpa hingar bingar apapun,” ujar Adi Prayitno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (24/10/2021).

Hasil jajak pendapat Litbang Kompas, sebanyak 17,4 persen milenial memilih Prabowo Prabowo Subianto jika pemilu dilakukan saat ini. Selain dari generasi milenial, Prabowo juga mendapat dukungan dari kalangan Gen Z dengan angka 13,7 persen.

Baca juga: DPD Partai Gerindra Jateng Deklarasi Prabowo Calon Presiden 2024

Hasil itu lebih baik dibanding dukungan terhadap Anies Baswedan sebanyak 11,7 persen, Tri Rismaharini sebanyak 7,8 persen dan Ridwan Kamil sebanyak 5,9 persen. Dalam laporan itu, pilihan kepada Prabowo tidak terlepas dari popularitasnya sebagai calon presiden di dua edisi pemilu sebelumnya.

Posisi Menteri Pertahanan di kabinet Jokowi juga ikut mengenalkan Prabowo kepada generasi muda.

“Totalitasnya sebagai menteri mendapat respons positif. Millenial itu fikirannya simpel. Suka dengan figur yang bekerja, bukan bekerja mengiklankan diri terus,” kata Adi yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu, dilansir Antara.

Selain berdasarkan kinerja, Adi menjelaskan milenial dan Gen Z melihat sisi heroisme dalam kerja-kerja Prabowo membantu merealisasikan visi dan misi Presiden Jokowi di Kabinet Indonesia Maju.

“Artinya, membangun citra dengan kerja, jauh lebih dirasa milenial ketimbang selalu membangun citra tapi minim kerja,” kata Adi menegaskan.

Mengutip hasil sensus penduduk 2020 jumlah proporsi penduduk Indonesia yakni post Gen Z (di bawah 8 tahun) sebanyak 10,88 persen, Gen Z (8-23 tahun) sebanyak 27,94 persen, Milenial (24-39 tahun) sebanyak 25,87 persen, Gen X (40-55 tahun seanyak 21,88 persen, Baby Boomer (56-74 tahun) sebanyak 11,56 persen dan Pre-boomer (di atas 74 tahun) sebanyak 1,87 persen.

IG

Continue Reading

Politik

DPD Partai Gerindra Jateng Deklarasi Prabowo Calon Presiden 2024

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Seluruh Ketua DPC Partai Gerindra se-Jawa Tengah mendeklarasikan dan meminta  Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra bersedia diusung sebagai calon presiden dalam pemilu 2024.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Gerindra Jawa Tengah mengadakan konsolidasi di Karanganyar pada 22-24 Oktober 2021. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco.

Baca juga: Bertemu Kyai Kholis As’ad Situbondo, Ahmad Muzani Minta Doa Prabowo Calon Presiden 

Abdul Wachid selaku Ketua DPD Partai Gerindra Jateng mengatakan bahwa seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan harus siap bekerja keras memenangkan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto sebagai presiden dalam pemilu 2024.

“Jawa Tengah sebagai penentu kemenangan tidak mau lagi kecolongan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, pengusungan Prabowo Subianto sebagai calon Presiden di Pilpres 2024 sudah disampaikan DPD Partai Gerindra Lampung, Makassar, dan Jawa Barat.

 

Continue Reading

HOT TOPIC