Connect with us

Hukum

Dinilai Lecehkan NU, Gus Nur Dilaporkan Polisi

Published

on

Channel9.kid-Jakarta. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengatakan, pihaknya tengah memproses laporan terhadap pendakwah Sugi Nur Raharja atau akrab disapa Gus Nur yang dibuat oleh Nahdlatul Ulama (NU). Laporan tersebut berasal dari Ketua Nahdlatul Ulama Cirebon Azis Hakim.

“Hari ini (pengaduan) masih (ada) di Robinops Polri, akan disalurkan (dilimpahkan) ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim. Pada intinya, masih berproses,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Bareskrim Polri, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Baca juga: Hari Santri 2020, KH Said Aqil Siradj: Santri Harus Berjihad Melawan Wabah

Dikatakan Awi, laporan dari pengadu itu akan segera diserahkan ke Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri. Pihaknya memastikan akan memproses laporan tersebut. Oleh karena itu, dia meminta, agar awak media menunggu perkembangan perkembangan seperti apa.

“Siber juga sudah menungggu, apapun nanti tentu akan diproses penyidikannya. Laporan terkait penghinaan ujaran kebencian terhadap pengurus NU itu,” tambah Awi.

Sebelumnya, pelapor menuding perkataan Gus Nur dalam kanal YouTube milik Refly Harun telah melecehkan martabat NU dengan menyebut, organisasi NU saat ini diibaratkan sebagai bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan. Bahkan ia mengibaratkan penumpangnya kurang ajar sehingga kesucian NU saat ini tidak ada lagi.

Kemudian Gus Nur pun dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Laporan serupa, juga dilakukan Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda Ansor karena mereka menganggap Gus Nur melecehkan NU dan sejumlah tokohnya di kanal YouTube.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Ketua KPK: Jadikan HUT Korpri Momentum Bagi ASN Melawan Korupsi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai insan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) memiliki tugas yang tidak mudah. Rumitnya permasalahan dan godaan korupsi yang kuat menjadi tantangan bagi para abdi negara.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-49 pada Minggu, 29 November 2020. Dalam HUT Korpri kali ini, tema yang diusung adalah “Korpri Berkontribusi  Melayani dan Mempersatukan Bangsa”.

“Korupsi dapat mengubah siapapun termasuk ASN, membangkitkan sifat tamak, sisi kelam manusia yang tidak lagi mampu dikontrol tidak peduli dosa, norma apalagi etika,” ujar Firli.

Baca juga: Ketua KPK: Hanya Masalah Waktu Bagi KPK Ungkap Korupsi 

Firli mengaku prihatin, perilaku korupsi yang justru dilakukan dan dipertontonkan oleh penyelenggara negara yang seharusnya melayani dan menjadi teladan masyarakat.

“Sudah terlalu banyak para penyelenggara negara yang tertangkap karena melakukan korupsi. Menteri, anggota Dewan , para kepala daerah, yang telah KPK cokok dalam OTT,”katanya.

Firli mengingatkan, bagi para ASN yang berani untuk melakukan korupsi, pihaknya tidak akan segan-segan untuk membongkarnya. Ia pun menegaskan, KPK akan menerapkan pasal dan hukuman yang berat bagi ASN pelaku korupsi.

“Ingat! Hanya masalah waktu bagi KPK untuk membongkar praktik korupsi yang terjadi di republik ini.  KPK akan menjerat siapapun, termasuk penyelenggara negara dan ASN yang masih berani korupsi dengan pasal dan hukuman terberat,”tandasnya.

Continue Reading

Hot Topic

Rizieq Shihab Dipanggil Polda Metro Jaya

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Polda Metro Jaya berencana memanggil pimpinan FPI M. Rizieq Shihab, untuk diperiksa terkait dugaan penghasutan di muka umum.

Panggilan Polda Metro Jaya ini sudah dilayangkan kepada pimpinan FPI ini untuk diperiksa hari Selasa 1 Desember lusa.  Surat panggilan tersebut telah diterima oleh kuasa hukum Rizieq, Rinaldi SH.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengonfirmasi hal tersebut. “Mengantar surat pemanggilan HRS untuk hadir hari Selasa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, dalam keterangannya, Minggu (29/11).

Baca juga: Lewat Pintu Belakang, Rizieq Shihab Kabur Dari RS Ummi Kota Bogor 

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya yang mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab di Petamburan, Jakarta Pusat dihadang oleh Laskar Pembela Islam (LPI). Kelompok ini memang menjaga ketat gang akses ke rumah Habib Rizieq.

Polisi yang hendak menyampaikan surat panggilan pun dihadang para laskar, Minggu (29/11). Kedua pihak sempat beradu mulut saat laskar tidak mengizinkan polisi untuk masuk gang tempat kediaman Rizieq. Alasannya demi menjaga protokol kesehatan.

Namun polisi juga bersikukuh untuk masuk. Sampai akhirnya hanya tiga orang bisa masuk ke dalam Gang Paksi. Tak lama, pukul 16.49 polisi telah keluar dari kediaman Rizieq.

Continue Reading

Hot Topic

RS Ummi Dipolisikan Satgas Covid-19, Ini Kata FPI

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Front Pembela Islam (FPI) menyayangkan atas langkah Satgas Covid-19 Kota Bogor melaporkan RS Ummi ke kepolisian. FPI menuding ada kesan kriminalisasi terhadap pihak yang berhubungan dengan FPI dan Rizieq Shihab.

“Kok pihak-pihak yang terkait HRS atau FPI dikriminalisasi seperti itu, padahal kan bisa tidak harus membuat laporan polisi seperti itu, apalagi ini terkait dengan hak pasien,” kata Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar seperti dilansir CNNIndonesia, Sabtu (28/11).

Baca juga: Tak Kooperatif, Dirut Ummi Dilaporkan ke Polisi 

Aziz menegaskan siap pasang badan Rumah Sakit Ummi yang dipolisikan Satgas Covid-19 Kota Bogor, Jawa Barat, lantaran dianggap menutup-tutupi informasi tes usap (swab) Rizieq Shihab.

“Kita dampingi, Insya Allah,” kata dia.

Selain itu, Aziz Yanuar mengklaim Rizieq Shihab negatif virus corona (Covid-19). Namun, ia tidak mau mengungkapkan bukti hasil tes swab lantaran bukti hasil tes swab adalah privasi seseorang. Termasuk Rizieq Shihab. Oleh karena itu, sejauh ini pihaknya belum mau mempublikasikannya

Diberitakan sebelumnya, RS Ummi telah dilaporkan Satgas Covid-19 ke polisi karena dinilai menghalang-halangi Satgas terkait tes swab terhadap Rizieq.

“Iya, benar tadi malam kami bikin laporan polisinya. Laporan atas nama Satgas,” kata Koordinator Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas COVID-19 Kota Bogor, Agustiansyah, Sabtu (28/11).

Ia menjelaskan, pada Jumat (27/11), Satgas hendak melakukan pendampingan tes swab kepada Rizieq. Namun, kata dia, pihak RS menyatakan bahwa Rizieq sudah menjalani tes swab.

“Kami dalami yang lakukan swab siapa, di mana, kapan. Kenapa kami perlu tahu itu ? Karena demi kepentingan penanganan Covid-19 di kota Bogor. Ternyata pihak rumah sakit seakan akan menutup-tutupi,” kata dia.

Diketahui pula bahwa Wali Kota Bogor Bima Arya pun sempat mengunjungi RS Ummi. Dia menyatakan ingin datang ke RS tersebut karena mendapat informasi keluarga Rizieq menolak menjalani tes swab.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC